Langsung ke konten utama

Valencia Mampu Menyamakan Gol Vs Rayo, Girona Berakhir Imbang Lawan Real Sociedad

MENJUAL HARAPAN - Dua papan tengah Valencia dan Rayo berhadapan pada pekan ke-36 La Liga musim 2025-2026.

Duel kedua tim ini berlangsung di Stadion Mestalla, Jumat dini hari WIB (15/5/2026) berakhir dengan skor gol 1-1.

Tuan rumah Valencia kecolongan lebih dahulu mistar gawangnya pada menit ke-19. Florian Lejeuna menghentakkan tuan rumah, dan membawa Rayo unggul sementara.

Namun, Valencia usai tertinggal 0-1 dari Rayo, tampak meningkatkan aksi serangannya ke pertahanan Rayo, dan serangannya baru berhasil membuahkan gol pada menit ke-39.

Diigo Lopez berhasil menyamakan gol bagi Valencia sehingga kedudukan menjadi 1-1.

Kedudukan sama ini tidak alami perubahan lagi hingga pertandingan jeda.

Memasuki babak kedua, kedua kesebelasan ini berusaha bangkit untuk memenangkan pertandingan, utamanya tuan rumah Valencia.

Empat puluh lima menit babak kedua, duel keduanya makin sengit di berbagai lini lapangan dalam mencari celah untuk mendobrak pertahanan lawannya. Akan tetapi, pertandingan hingga peluit panjang ditiup, tidak alami perubahan lagi.

Hasil akhir berbagi poin ini, Valencia berada di posisi ke-11 dengan koleksi 43 poin, sedangkan Rayo berada di urutan ke-10 dengan koleksi 44 poin pada klasemen Liga Spanyol pekan ini.

Pada pertandingan lainnya, Girona menjamu Real Sociedad yang berlangsung di Montilivi, Jumat dini hari WIB (15/5/2026).

Tuan rumah Girona kecolongan lebih dahulu gawang kipernya pada menit ke-27 lewat tendangan Jon Martin, sehingga Girona 0-1 Real Sociedad.

Usai tertinggal dari tim tamu, Girona berusaha meningkatkan taktik serangannya ke pertahanan Real Sociedad, namun hadangan demi hadangan para pemain tim tamu acapkali menggagalkannya.

Empat puluh lima menit waktu normal babak pertama telah habis dan turun minum, kedudukan tuan rumah masih tertinggal 0-1 dari tim tamu.

Usai jeda, memasuki babak kedua, Girona yang sudah tertinggal, tampak berusaha bangkit dengan mengakselerasikan tekanannya terhadap pertahanan Real Sociedad.

Serangan dan aksi menekan pertahanan lawannya, terus menerus diperagakan para pemain tuan rumah Girona, dan memasuki menit ke-65, Christian Stuani berhasil mendobrak gawang kiper Real Sociedad, sehingga kedudukan gol sama 1-1.

Ambisi tuan rumah memenangkan terus dijalankan dengan akselerasi menyerang ke pertahanan Real Sociedad, akan tetapi para pemain Real Sociedad tidak mau kecolongan kembali sehingga penjagaan ketat setiap gerakan pemain Girona terus dihadangnya.

Waktu normal pertandingan makin menipis, duel keduanya makin sengit dengan ambisi memenangkan pertandingan, namun wasit meniupkan peluit panjang berakhirnya pertandingan ini.

Girona versus Real Sociedad berakhhir imbang 1-1, dan berbagi satu poin ini, tuan rumah Girona berada di urutan ke-15 dengan 40 poin, sedangkan Real Sociedad berada di urutan ke-8 dengan mengoleksi 45 poin klasemen Liga Spanyol musim 2025-2026 pekan ketiga puluh enam. (S_267)

Baca juga:

Getafe Berskor Gol 3 Vs Mallorca Berbalas 1 Gol 

Alaves Tumbangkan Penghuni Puncak Klasemen Barcelona 

Villarreal Tumbang Lawan Sevilla di Pekan ke-36 La Liga 

Osasuna Berbalas 1 Gol Vs Atletico Madrid 2 Gol 

Real Betis Berskor Gol 2-1 Vs Elche 

Celta Vigo Vs Levante Berakhir 2-3 

Borneo FC Terus Berikan Ancaman Pada Persib Usai Kalahkan Tuan Rumah Bali United  



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Di Balik Saklar yang Padam: Jeritan Ekonomi Akar Rumput dan Gugatan atas Ketahanan Energi

Foto hasil tangkapan layar dari ekbis.sindonews.com MENJUAL HARAPAN — Isu pemadaman listrik hari-hari ini, bukan sekadar masalah teknis transmisi, atau gangguan pasokan batu bara. Ini adalah potret kerentanan social, dimana mati lampu menjadi “badai” kecil yang menghantam ruang domistik keluarga, dan memutus urat nadi ekonomi wong cilik . Bagi korporasi besar, pemadaman listrik mungkin hanya berarti deru genset cadangan yang mulai menyala. Namun bagi masyarakat bawah dan pelaku usaha mikro, padamnya aliran listrik adalah interupsi massal yang merenggut pendapatan harian hingga mengacaukan ruang domestik keluarga. Fenomena pemadaman listrik bergilir yang melanda Pulau Jawa dalam beberapa pekan terakhir memicu sorotan tajam dari parlemen. Ketua DPR RI Puan Maharani mendesak PT PLN (Persero) tidak hanya berfokus pada perbaikan teknis, melainkan wajib memitigasi dampak sosial-ekonomi yang nyata dirasakan masyarakat. “Pemadaman listrik bergilir yang cukup besar ini menyentuh aspek pr...

Final Liga Champions UEFA: PSG Taklukkan Arsenal Lewat Drama Adu Penalti

MENJUAL HARAPAN – Arena Puskas, Budapest , Minggu (31/5/2026) dini hari WIB, menjadi saksi bisu pecahnya kebuntuan panjang Paris Saint-Germain (PSG) di kancah Eropa. Dalam laga final Liga Champions 2025-2026 yang menguras emosi, raksasa Prancis tersebut akhirnya sukses mengangkat trofi "Si Kuping Besar" setelah menundukkan perlawanan sengit Arsenal lewat drama adu penalti yang menegangkan. Bagi Arsenal, malam ini adalah mimpi yang tertunda. The Gunners sejatinya memulai laga dengan sempurna. Belum genap lima menit peluit dibunyikan, pendukung Arsenal sudah bergemuruh. Kai Havertz , dengan ketenangan kelas dunia, berhasil membungkam pertahanan PSG dan membuka keunggulan. Gol cepat tersebut seolah menjadi sinyal bahwa trofi Liga Champions akan segera mendarat di London Utara. Hingga turun minum, disiplin taktik Arsenal mampu meredam setiap upaya serangan dari lini depan PSG. Namun, sepak bola adalah permainan dua babak, dan PSG tidak berniat pulang dengan tangan hampa. Memas...

Refleksi Historis, dan Legitimasi Kepemimpinan

MENJUAL HARAPAN - Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya dihadapan Sidang Tahunan MPR RI, 15 Agustus 2025, menjahit masa lalu, masa kini, dan aspirasi masa depan sebagai benang legitimiasi. Presiden dalam pidatonya membuka ruang historis, yaitu Proklamasi 17 Agustus 1945 diposisikan sebagai “momen penting dalam perjuangan panjang bangsa ini…,” titik asal yang terus “menggali” tugas-tugas kenegaraan yang belum tuntas. Dengan begitu, sejarah bukan sekadar arsip, melainkan sumber daya simbolik yang ditarik ke masa kini untuk meneguhkan mandat (ingat, mandat tak hanya lahir dari suara, tetapi juga dari narasi). Dalam kerangka sosiologi politik, ini serupa dengan apa yang Benedict Anderson sebut sebagai komunitas imajiner   ke-kitaan   yang diproduksi oleh kisah bersama dan ritus kebangsaan, tempat Proklamasi berfungsi sebagai “mitos pendiri” yang mempersatukan (Anderson, 2016). Lapisan kedua legitimasi dibangun melalui klaim kontinuitas , yaitu  penghormatan kepada para p...