Langsung ke konten utama

Espanyol Taklukkan Bilbao Tanpa Balas

MENJUAL HARAPAN - Pekan ke-36 Liga Spanyol musim 2025-2026, Espanyol menjamu tim Bilao yang terselenggara di RCDE Stadium pada Kamis dini hari WIB (14/5/2026).

Walau babak pertama penuh tensi yang saling menjual beli serangan dan tekanan terhadap pertahanan lawannya, tidak ada gol yang terjadi hingga pertandingan turun minum.

Usai jeda, kedua tim memasuki lapangan, tuan rumah Espanyol terus berusaha menekan pertahanan Bilbao, dan aksi tekanan serangannya baru menghasilkan pada menit ke-69 lewat tendangan Pere Milla.

Espanyol sementara unggul 1-0 dari Bilbao, akan tetapi akselerasi tekanan serangannya makin menjadi-jadi dari para pemain tuan rumah terhadap pertahanan Bilbao.

Di tengah terus menerus ditekan para pemain tuan rumah, Bilbao berusaha keluar dari dikte permainan Espanyol, kendati aksi serangannya terhadap pertahanan tuan rumah tidak membuahkan hasil gol.

Seiring jalannya waktu normal pertandingan babak kedua makin mendekati finis, kedudukan belum kembali berubah. Namun memasuki injury tima, tuan rumah Espanyol memanfaatkan tambahan waktu duel dengan menggencarkan serangan ke pertahanan Bilbao, sehingga pada menit ke-90+2, Enrico Garcia Martinez berhasil menerobos pertahanan dan menjebol gawang kiper Bilbao.

Espanyol unggul 2-0 dari Bilbao ini hingga pertandingan berakhhir tanpa balas.

Tiga poin Espanyol direngkuh di pekan ini, dan kini berada di posisi ke-14 dengan mengoleksi 42 poin pada klasemen La Liga musim 2025-2026 pekan ke-36. Sementara, Bilbao berada di urutan ke-9 dengan mengumpulkan 44 poin. (S_267)

Baca juga:

Osasuna Berbalas 1 Gol Vs Atletico Madrid 2 Gol 

Real Betis Berskor Gol 2-1 Vs Elche 

Celta Vigo Vs Levante Berakhir 2-3 

Borneo FC Terus Berikan Ancaman Pada Persib Usai Kalahkan Tuan Rumah Bali United 

Di Kandang Sendiri, Napoli Derita Kekalahan Lawan Bologna 

Milan Ditaklukkan Atalanta

Rivalitas Abadi, Malam Milik Adam Alis 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Di Balik Saklar yang Padam: Jeritan Ekonomi Akar Rumput dan Gugatan atas Ketahanan Energi

Foto hasil tangkapan layar dari ekbis.sindonews.com MENJUAL HARAPAN — Isu pemadaman listrik hari-hari ini, bukan sekadar masalah teknis transmisi, atau gangguan pasokan batu bara. Ini adalah potret kerentanan social, dimana mati lampu menjadi “badai” kecil yang menghantam ruang domistik keluarga, dan memutus urat nadi ekonomi wong cilik . Bagi korporasi besar, pemadaman listrik mungkin hanya berarti deru genset cadangan yang mulai menyala. Namun bagi masyarakat bawah dan pelaku usaha mikro, padamnya aliran listrik adalah interupsi massal yang merenggut pendapatan harian hingga mengacaukan ruang domestik keluarga. Fenomena pemadaman listrik bergilir yang melanda Pulau Jawa dalam beberapa pekan terakhir memicu sorotan tajam dari parlemen. Ketua DPR RI Puan Maharani mendesak PT PLN (Persero) tidak hanya berfokus pada perbaikan teknis, melainkan wajib memitigasi dampak sosial-ekonomi yang nyata dirasakan masyarakat. “Pemadaman listrik bergilir yang cukup besar ini menyentuh aspek pr...

Final Liga Champions UEFA: PSG Taklukkan Arsenal Lewat Drama Adu Penalti

MENJUAL HARAPAN – Arena Puskas, Budapest , Minggu (31/5/2026) dini hari WIB, menjadi saksi bisu pecahnya kebuntuan panjang Paris Saint-Germain (PSG) di kancah Eropa. Dalam laga final Liga Champions 2025-2026 yang menguras emosi, raksasa Prancis tersebut akhirnya sukses mengangkat trofi "Si Kuping Besar" setelah menundukkan perlawanan sengit Arsenal lewat drama adu penalti yang menegangkan. Bagi Arsenal, malam ini adalah mimpi yang tertunda. The Gunners sejatinya memulai laga dengan sempurna. Belum genap lima menit peluit dibunyikan, pendukung Arsenal sudah bergemuruh. Kai Havertz , dengan ketenangan kelas dunia, berhasil membungkam pertahanan PSG dan membuka keunggulan. Gol cepat tersebut seolah menjadi sinyal bahwa trofi Liga Champions akan segera mendarat di London Utara. Hingga turun minum, disiplin taktik Arsenal mampu meredam setiap upaya serangan dari lini depan PSG. Namun, sepak bola adalah permainan dua babak, dan PSG tidak berniat pulang dengan tangan hampa. Memas...

Refleksi Historis, dan Legitimasi Kepemimpinan

MENJUAL HARAPAN - Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya dihadapan Sidang Tahunan MPR RI, 15 Agustus 2025, menjahit masa lalu, masa kini, dan aspirasi masa depan sebagai benang legitimiasi. Presiden dalam pidatonya membuka ruang historis, yaitu Proklamasi 17 Agustus 1945 diposisikan sebagai “momen penting dalam perjuangan panjang bangsa ini…,” titik asal yang terus “menggali” tugas-tugas kenegaraan yang belum tuntas. Dengan begitu, sejarah bukan sekadar arsip, melainkan sumber daya simbolik yang ditarik ke masa kini untuk meneguhkan mandat (ingat, mandat tak hanya lahir dari suara, tetapi juga dari narasi). Dalam kerangka sosiologi politik, ini serupa dengan apa yang Benedict Anderson sebut sebagai komunitas imajiner   ke-kitaan   yang diproduksi oleh kisah bersama dan ritus kebangsaan, tempat Proklamasi berfungsi sebagai “mitos pendiri” yang mempersatukan (Anderson, 2016). Lapisan kedua legitimasi dibangun melalui klaim kontinuitas , yaitu  penghormatan kepada para p...