Langsung ke konten utama

Arema FC Raih Tiga Poin Di Markas PSBS Biak

MENJUAL HARAPAN - Arema FC tandang ke markas PSBS Biak di pertandingan pekan ke-33 BRI Super League 2025-2026.

Duel yang berlangsung digelar di Stadion Sultan Agung, Bantul pada Jumat malam (15/5/2026), Arema FC bantai tuan rumah dengan skor gol akhir 5-2.

Gol pembuka Arema FC di menit ke-20 lewat tendangan Gustavo Franca Amando. Namun tingginya persaingan ini dengan aksi saling menyerang, tuan rumah PSBS Biak berhasil menyamakan di menit ke-29 lewat tendangan yang dicetak oleh Mohcine Hassan Nader.

Tampak, tidak berhenti serangan demi serangan yang diperagakan kedua kesebelasan dengan saling mematahkan serangan lawannya. Sehingga atmosfer pertandingan makin sengit dan bahkan sesekali terjadi pelanggaran yang dilakukan oleh kedua tim.

Arema FC kembali membuahkan hasil gol dari serangan yang didesainnya. Gol kedua Arema FC dicetak oleh Joel Vinicius pada menit ke-40, kemudian satu menit berikutnya, menit ke-41 Delberto berhasil mencetak gol ketiga untuk Arema FC, dan Joel Vinicius kembali mencetak gol keduanya pada menit ke-44.

Arema FC unggul sementara 4-1 dari tuan rumah PSBS Biak, dan tuan rumah berusaha memperkecil ketertinggalannya dengan terus menekan pertahanan Arema FC dan membuahkan hadiah penalti pada menit ke-45+4, dan tendangan penalti dieksekusi oleh Luquinhas dengan baik.

Kedudukan gol berubah menjadi tuan rumah 2-4 Arema FC ini hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, tuan rumah berusaha bangkit dengan aksi-aksi menekannya, akan tetapi hadangan para pemain Arema FC terus menggagalkan serangannya.

Babak kedua, duel keduanya makin sengit dan ketat, di satu pihak tuan rumah berusaha untuk terus memburu gol dengan menekan pertahanan Arema FC, dan di sisi Arema FC berusaha untuk tidak kebobolan gawangnya.

Seiring jalannya pertandingan babak kedua waktu normal masih belum kembali berubah, namun optimalisasi di waktu tambahan, Arema FC berhasil menambah pundi golnya menjadi 5, dan gol kelima dicetak oleh Delberto pada menit ke-90+2 melalui tendangan penalti.

PSBS Biak 2-5 Arema FC ini hingga peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan.

PSBS Biak makin dalam berada di zona degaradasi dengan kumpulkan 18 poin, sedangkan Arema FC dengan nambah tiga poin ini berada di posisi papan tengah urutan ke-9 dengan koleksi 45 poin. (S_267)

Baca juga:

Aston Villa Menangkan Pertandingan Lawan Liverpool, Liverpool Masih Berharap Cemas Lolos ke Liga Champions 

Madrid Pulihkan Harga Diri, Oviedo Kian Terpatri di Dasar Klasemen 

Valencia Mampu Menyamakan Gol Vs Rayo, Girona Berakhir Imbang Lawan Real Sociedad 

Getafe Berskor Gol 3 Vs Mallorca Berbalas 1 Gol

Alaves Tumbangkan Penghuni Puncak Klasemen Barcelona 

Villarreal Tumbang Lawan Sevilla di Pekan ke-36 La Liga

Borneo FC Terus Berikan Ancaman Pada Persib Usai Kalahkan Tuan Rumah Bali United  



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Di Balik Saklar yang Padam: Jeritan Ekonomi Akar Rumput dan Gugatan atas Ketahanan Energi

Foto hasil tangkapan layar dari ekbis.sindonews.com MENJUAL HARAPAN — Isu pemadaman listrik hari-hari ini, bukan sekadar masalah teknis transmisi, atau gangguan pasokan batu bara. Ini adalah potret kerentanan social, dimana mati lampu menjadi “badai” kecil yang menghantam ruang domistik keluarga, dan memutus urat nadi ekonomi wong cilik . Bagi korporasi besar, pemadaman listrik mungkin hanya berarti deru genset cadangan yang mulai menyala. Namun bagi masyarakat bawah dan pelaku usaha mikro, padamnya aliran listrik adalah interupsi massal yang merenggut pendapatan harian hingga mengacaukan ruang domestik keluarga. Fenomena pemadaman listrik bergilir yang melanda Pulau Jawa dalam beberapa pekan terakhir memicu sorotan tajam dari parlemen. Ketua DPR RI Puan Maharani mendesak PT PLN (Persero) tidak hanya berfokus pada perbaikan teknis, melainkan wajib memitigasi dampak sosial-ekonomi yang nyata dirasakan masyarakat. “Pemadaman listrik bergilir yang cukup besar ini menyentuh aspek pr...

Refleksi Historis, dan Legitimasi Kepemimpinan

MENJUAL HARAPAN - Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya dihadapan Sidang Tahunan MPR RI, 15 Agustus 2025, menjahit masa lalu, masa kini, dan aspirasi masa depan sebagai benang legitimiasi. Presiden dalam pidatonya membuka ruang historis, yaitu Proklamasi 17 Agustus 1945 diposisikan sebagai “momen penting dalam perjuangan panjang bangsa ini…,” titik asal yang terus “menggali” tugas-tugas kenegaraan yang belum tuntas. Dengan begitu, sejarah bukan sekadar arsip, melainkan sumber daya simbolik yang ditarik ke masa kini untuk meneguhkan mandat (ingat, mandat tak hanya lahir dari suara, tetapi juga dari narasi). Dalam kerangka sosiologi politik, ini serupa dengan apa yang Benedict Anderson sebut sebagai komunitas imajiner   ke-kitaan   yang diproduksi oleh kisah bersama dan ritus kebangsaan, tempat Proklamasi berfungsi sebagai “mitos pendiri” yang mempersatukan (Anderson, 2016). Lapisan kedua legitimasi dibangun melalui klaim kontinuitas , yaitu  penghormatan kepada para p...

Komisi III DPR RI Sampaikan Laporan RUU Polri dalam Rapat Paripurna, Tekankan Reformasi Berkelanjutan

JAKARTA , MENJUAL HARAPAN – Komisi III DPR RI resmi menyampaikan laporan terkait Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perubahan Ketiga atas Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia (RUU Polri) dalam Rapat Paripurna DPR RI yang digelar pada Selasa, 9 Juni 2026. Dalam laporan yang dibacakan oleh Ketua Komisi III DPR RI, Dr. H. Habiburohman , S.H., M.H., ditegaskan bahwa RUU ini merupakan langkah lanjutan untuk menyempurnakan reformasi Polri agar lebih profesional, transparan, dan berintegritas. Proses Pembahasan yang Partisipatif Habiburohman memaparkan bahwa proses pembentukan RUU ini telah melalui mekanisme yang panjang dengan mengedepankan meaningful participation atau partisipasi publik yang bermakna. Komisi III tercatat telah melakukan 12 kali rapat dengar pendapat umum (RDPU) dengan melibatkan sedikitnya 15 pakar/guru besar, 6 kelompok masyarakat, dan 3 kelompok mahasiswa. Selain itu, Panitia Kerja (Panja) RUU Polri juga telah m...