Oleh: S. Sutisna
MENJUAL HARAPAN - Stadion Olimpico menjadi saksi panggung kemegahan awal musim AS Roma. Mengawali kiprah mereka di Serie A 2026/2027, armada Serigala Ibu Kota tampil tanpa ampun saat menjamu Fiorentina.
Di bawah sorotan lampu stadion dan riuh
gemuruh puluhan ribu Romanisti, anak-anak Roma melumat tamunya dengan
kemenangan telak empat gol tanpa balas.
Pahlawan utama malam spektakuler ini tak lain
adalah penyerang tajam mereka, Donyell Malen. Striker asal Belanda itu
mengubah laga sengit pembuka musim menjadi panggung pertunjukan pribadinya
lewat torehan hattrick yang ciamik.
Keran gol Malen mulai terbuka pada menit ke-27
setelah memanfaatkan kelengahan di lini pertahanan Fiorentina, menggetarkan
jaring gawang sekaligus membakar semangat publik Olimpico.
Bukan berarti Fiorentina tinggal diam. Tim
tamu mencoba merespons dengan gaya permainan semi-terbuka, berusaha menebar
ancaman dan meretas benteng Roma. Namun, skema permainan taktis yang diterapkan
tuan rumah membuat setiap aliran serangan La Viola mentah sebelum
mencapai gawang.
Lini tengah Roma bekerja sangat disiplin,
membuat para pemain Fiorentina kerepotan dan kewalahan sepanjang laga.
Hattrick Malen dan
Gol Penutup Pisilli
Memasuki babak kedua, ancaman Donyell Malen
kian tak terbendung. Pada menit ke-52, Malen kembali mencatatkan namanya di
papan skor lewat finishing dingin yang menggandakan keunggulan Roma
menjadi 2-0.
Tak butuh waktu lama baginya untuk mengunci
gelar pemain terbaik laga; delapan menit berselang, tepatnya di menit ke-60,
Malen genap mencetak hattrick setelah mengoyak jaring Fiorentina untuk
ketiga kalinya.
Keunggulan 3-0 membuat Roma semakin nyaman
mendikte jalannya pertandingan, sementara Fiorentina kian kehilangan arah.
Memasuki menit-menit akhir babak kedua, pesta tuan rumah makin sempurna.
Gelombang serangan bertubi-tubi Roma
membuahkan gol keempat pada menit ke-86 lewat aksi pemain muda berbakat, Niccolò
Pisilli, yang menyegel skor menjadi 4-0.
Hingga peluit panjang dibunyikan wasit,
kemenangan telak 4-0 tak tergoyahkan. Hasil impresif ini tidak hanya memberi
tiga poin sempurna, tetapi juga mengantarkan AS Roma bertengger gagah di puncak
klasemen sementara Serie A 2026/2027 pada pekan perdana—sebuah sinyal ancaman
serius bagi para pesaingnya. (*)
Baca juga:
Sensasi Davide Frattesi dan Taktik Pragmatis Lazio di Renato Dell’Ara
Komentar