Alwi Farhan (foto dok djarumbadminton.com)
Bertanding di Indira Gandhi Indoor Stadium, New Delhi, India, pada Jumat (21/8/2026), Alwi harus mengakui keunggulan pebulu tangkis veteran asal Taiwan, Chou Tien Chen, lewat kekalahan dua gim langsung 15-21, 15-21 dalam durasi 50 menit.
Kekalahan di babak delapan besar ini meninggalkan rasa pahit mendalam bagi sang juara Indonesia Masters 2026 tersebut. Meski berhasil menembus perempat final, Alwi tak menutupi rasa kecewanya karena gagal memenuhi target pribadi untuk melangkah lebih jauh.
"Alhamdulillah tetap bersyukur bisa mencapai babak sejauh ini, tapi, ya, sangat kecewa, tidak sesuai harapan. Saya terima sebagai kesempatan untuk belajar lebih baik," ungkap Alwi melalui keterangan resmi Humas dan Media PP PBSI sebagiamana dikutip djarumbadminton.com (21/8/2026).
Terkunci Agresivitas dan Fisiologi Angin
Sejak awal gim pertama, Chou Tien Chen langsung mengambil kendali permainan dengan gaya bertanding agresif. Pebulu tangkis senior Taiwan tersebut secara konsisten membombardir pertahanan Alwi dan menekan sejak poin-poin awal.
Di sisi lain, Alwi mengaku kesulitan beradaptasi dengan kondisi angin di dalam arena yang memengaruhi kontrol bola serta momentum serangannya. Pengalaman serta kematangan fisik Chou terbukti menjadi pembeda utama; pemain kawakan tersebut mampu mengendalikan jalannya laga dengan variasi pukulan dan manajemen tenaga yang cermat.
"Saya sudah mencoba tapi memang belum. Saya akan belajar mengatasi tekanan-tekanan besar seperti tadi," ujar Alwi menambahkan, mengevaluasi performanya di tengah tekanan panggung sebesar Kejuaraan Dunia.
Pelajaran Berharga Menatap Masa Depan
Kekalahan ini menjadi batu pijakan penting bagi proses pendewasaan Alwi di level senior. Kendati harus tersingkir, atlet muda Merah Putih ini enggan berlarut dalam kesedihan. Ia memilih langsung mengalihkan fokus ke turnamen-turnamen berikutnya demi memperbaiki catatan dan performanya.
"Saya masih percaya rencana Tuhan dan saya bakal terus berusaha," pungkas Alwi optimistis. (S_267)
Komentar