Langsung ke konten utama

LIGA JERMAN: Eintrcht Frankfurt Derita Kekalahan Vs Leipzig

MENJUAL HARAPAN - Pekan ke-30 Bundesliga atau Liga Jerman musim 2025-2026,Eintrcht Frankfurt berhadapan dengan Leipzig, akan tetapi tuan rumah Eintrcht Frankfurt tumbang dengan skor gol akhir 1-3.

Tuan rumah kebobolan lebih awal pada menit ke-27, dimana gol keunggulan pembuka Leipzig dicetak oleh Yan Diomande. Kemudian pada menit ke-34, Eintracht Frankfurt berhasil menyamakannya lewat tendangan Hugo Larson.

Kedudukan 1-1 ini tidak alami perubahan lagi hingga babak pertama turun minum.

Usai jeda, dan memasuki babak kedua, tampak akselerasi serangan dan tekanan para pemain Leipzig makin masif ke pertahanan tuan rumah, walau baru menghasilkan gol pada menit ke-70.

Gol kedua keunggulan Leipzig dicetak oleh Antonio Nusa. Kemudian, serangan Leipzig juga sebelas menit kemudian, kembali berhasil membobol gawang kiper Eintracht Frankfurt.

Gol ketiga keuggulan Leipzig dicetak oleh Conrad Harder, dan tuan rumah makin jauh jarak ketertinggalannya.

Waktu normal pertandingan terus berjalan dan makin mendekati akhir permainan, namun tuan rumah Eintracht Frankfurt belum berhasil membalasnya.

Bahkan, kedudukan 1-3 ini hingga pertandingan berakhir, tuan rumah harus menerima kenyataan dipermalukan di hadapan pendukungnya dengan kekalahannya.

Eintracht Frankfurt kini berada di posisi ke-8 dengan 42 poin pada klasemen sementara Bundesliga, sementara Leipzig berada di urutan ke-3 dengan mengoleksi 59 poin. (S_267)

Baca juga:

Hasil Pekan ke-28 BRI Super League: Skor Gol Bali United Vs Malut United 4-1

Newcastle Kehilangan Poin Vs Bournemouth, Leeds Gunduli Wolves

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selat Hormuz: Lautan Berubah Menjadi Tol Termahal di Dunia

  Selat Hormuz (foto hasil tangkapan layar dari https://www.kompas.com) MENJUAL HARAPAN - Ketegangan di Timur Tengah, utamanya akibat serangan Amerika Serikat dan Israel ke negara berdaulat Iran, tidak menyelesaikan persoalan, justru membawa rantai panjang bagi kepentingan dunia. Selat Hormuz , kini bukan lagi sekadar jalur perdagangan, melainkan "gerbang mahal" yang menentukan hidup-mati ekonomi global. D inamika kawasan ini selama dekade terakhir, eskalasi nya bukan lagi sekadar gertakan politik, melainkan pergeseran geopolitik yang memaksa dunia bertekuk lutut pada aturan baru Tehran.  Dan Selat Hormuz, kini merupakan selat paling krusial di dunia. Ketika Keamanan Menjelma Menjadi Komoditas Mahal Tak terbayangkan, sebuah kemacetan raksasa di tengah laut, dimana hampir 2.000 kapal tangker raksasa terombang-ambing tanpa kepastian.   Di sebelah utara, berdiri tebing-tebing kokoh Iran, sementara di selatan membentang pesisir Oman dan Uni Emirat Arab. Di celah sempit i...

Finlandia, Negeri Bahagia yang Tak Pernah Lelah Tersenyum

  MENJUAL HARAPAN  - Helsinki kembali tersenyum. Dalam World Happiness Report 2026 , Finlandia untuk kesembilan kalinya berturut-turut dinobatkan sebagai negara paling bahagia di dunia. Sebuah capaian yang membuat negeri Nordik ini seolah menjadi “langganan” podium kebahagiaan global. Kebahagiaan Bukan Sekadar Angka Laporan yang diterbitkan oleh Gallup, Universitas Oxford, dan Jaringan Solusi Pembangunan Berkelanjutan PBB ini menilai kebahagiaan warga di 140 negara. Skala 0–10 digunakan untuk mengukur kepuasan hidup, lalu dipadukan dengan indikator seperti PDB per kapita, dukungan sosial, usia harapan hidup, kebebasan memilih, kemurahan hati, hingga tingkat korupsi. Finlandia membuktikan bahwa kebahagiaan bukan sekadar soal kekayaan. Presiden Alexander Stubb menegaskan, “Tidak ada ramuan ajaib. Akan sangat membantu jika masyarakat berjuang menuju kebebasan, kesetaraan, dan keadilan.” Rahasia Nordik: Kepercayaan dan Kesederhanaan Negara-negara Nordik memang mendominasi daftar t...

Italia Kalah Dramatis Lawan Bosnia-Herzegovina, dan Kembali Absen di Piala Dunia

Bosnia-Herzegovina Vs Italia (foto hasil tangkapan layar dari bola.net) MENJUAL HARAPAN - Italia harus menelan pil pahit di Zenica. Stadion Bilino Polje menjadi saksi bagaimana mimpi Azzurri untuk tampil di Piala Dunia 2026 runtuh di ujung jalan. Sejak menit awal, Italia tampil percaya diri. Gol yang mereka cetak lebih dulu seakan membuka jalan menuju Amerika Serikat, tuan rumah Piala Dunia. Namun, sepak bola selalu punya cara untuk menulis drama. Bosnia-Herzegovina, didukung sorakan penuh semangat dari publik tuan rumah, tak pernah menyerah. Menit ke-79 menjadi titik balik: sebuah gol balasan yang membuat atmosfer stadion bergemuruh, sekaligus mengirim Italia ke jurang kecemasan. Pertandingan berlanjut ke perpanjangan waktu, tensi semakin meninggi, tetapi skor tetap tak bergeser dari 1-1. Maka, adu penalti pun menjadi panggung terakhir. Di sinilah tragedi itu benar-benar terjadi. Bosnia mengeksekusi dengan dingin, sementara Italia justru goyah. Hasil akhir 4-1 di babak tos-tosan memas...