Langsung ke konten utama

Newcastle Kehilangan Poin Vs Bournemouth, Leeds Gunduli Wolves

 

MENJUAL HARAPAN - Pekan ke-33 Liga Inggris, Newcastle derita kekalahan dari Bournemouth dengan skor gol akhir 1-2.

Bertanding di markas sendiri, St, James Park, Newcastle upon Tyne, pada Sabtu (18/4/2026), Newcastle langsung kebobolan di babak pertama menit ke-32.

Bournemouth melalui tendangan marcus Tavemier berhasil unggul di babak pertama hingga turun minum.

Usai jeda, dan memasuki babak kedua, tuan rumah Newcastle berusaha bangkit dan terus menekan pertahanan Bournemouth, sehingga membuahkan hasil gol pada menit ke-68 lewat terobosan dan dicetak oleh Willaim Osula.

Kedudukan sama 1-1 ini, duel kedua tim makin sengit dan seru memberikan tekanan terhadap pertahanan lawannya.

Serangan yang meliuk-liuk pemain Bournemouth terus menjadi pemandangan pertanidngan ini, dan pemain Bournemouth, Adrien Truffert berhasil membobol gawang kiper Newcastle pada menit ke-85.

Keadaan kembali berubah dimana Bournemouth kembali unggul 2-1 dari Newcastle, dan kedudukan ini hingga wasit meniup peluit panjang tidak ada lagi perubahan gol.

Newcastle kehilangan poin di pekan ini, dan berada di urutan ke-14 dengan 42 poin, sedangkan Bournemouth berada di posisi ke-8 dengan 48 poin pada klasemen Premier League 2025-2026 pekan ketiga puluh tiga.

Sedangkan pada pertandingan lainnya, Leeds berhasil tiga poin usai kalahkan Wolves.

Duel Leeds versus Wolves berlangsung bertanding di Elland Road, Leeds pada Sabtu (18/4/2026).

Dan tiga gol kemenangan tuan rumah dicetak pada menit ke-18, 20 dan menit ke-90+5 yang berturut-turut dicetak oleh James Justin, Noah Okator, dan Domnic Calvert Lewin melalui tendangan penalti.

Leeds berkat kemenangan pekan ke-33 ini, kini berada di urutan ke-15 dengan 39 poin, sedangkan Wolves berada di zona degradasi pada klasemen Liga Inggris pekan ini. (S_267)


Baca juga:



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selat Hormuz: Lautan Berubah Menjadi Tol Termahal di Dunia

  Selat Hormuz (foto hasil tangkapan layar dari https://www.kompas.com) MENJUAL HARAPAN - Ketegangan di Timur Tengah, utamanya akibat serangan Amerika Serikat dan Israel ke negara berdaulat Iran, tidak menyelesaikan persoalan, justru membawa rantai panjang bagi kepentingan dunia. Selat Hormuz , kini bukan lagi sekadar jalur perdagangan, melainkan "gerbang mahal" yang menentukan hidup-mati ekonomi global. D inamika kawasan ini selama dekade terakhir, eskalasi nya bukan lagi sekadar gertakan politik, melainkan pergeseran geopolitik yang memaksa dunia bertekuk lutut pada aturan baru Tehran.  Dan Selat Hormuz, kini merupakan selat paling krusial di dunia. Ketika Keamanan Menjelma Menjadi Komoditas Mahal Tak terbayangkan, sebuah kemacetan raksasa di tengah laut, dimana hampir 2.000 kapal tangker raksasa terombang-ambing tanpa kepastian.   Di sebelah utara, berdiri tebing-tebing kokoh Iran, sementara di selatan membentang pesisir Oman dan Uni Emirat Arab. Di celah sempit i...

Finlandia, Negeri Bahagia yang Tak Pernah Lelah Tersenyum

  MENJUAL HARAPAN  - Helsinki kembali tersenyum. Dalam World Happiness Report 2026 , Finlandia untuk kesembilan kalinya berturut-turut dinobatkan sebagai negara paling bahagia di dunia. Sebuah capaian yang membuat negeri Nordik ini seolah menjadi “langganan” podium kebahagiaan global. Kebahagiaan Bukan Sekadar Angka Laporan yang diterbitkan oleh Gallup, Universitas Oxford, dan Jaringan Solusi Pembangunan Berkelanjutan PBB ini menilai kebahagiaan warga di 140 negara. Skala 0–10 digunakan untuk mengukur kepuasan hidup, lalu dipadukan dengan indikator seperti PDB per kapita, dukungan sosial, usia harapan hidup, kebebasan memilih, kemurahan hati, hingga tingkat korupsi. Finlandia membuktikan bahwa kebahagiaan bukan sekadar soal kekayaan. Presiden Alexander Stubb menegaskan, “Tidak ada ramuan ajaib. Akan sangat membantu jika masyarakat berjuang menuju kebebasan, kesetaraan, dan keadilan.” Rahasia Nordik: Kepercayaan dan Kesederhanaan Negara-negara Nordik memang mendominasi daftar t...

Italia Kalah Dramatis Lawan Bosnia-Herzegovina, dan Kembali Absen di Piala Dunia

Bosnia-Herzegovina Vs Italia (foto hasil tangkapan layar dari bola.net) MENJUAL HARAPAN - Italia harus menelan pil pahit di Zenica. Stadion Bilino Polje menjadi saksi bagaimana mimpi Azzurri untuk tampil di Piala Dunia 2026 runtuh di ujung jalan. Sejak menit awal, Italia tampil percaya diri. Gol yang mereka cetak lebih dulu seakan membuka jalan menuju Amerika Serikat, tuan rumah Piala Dunia. Namun, sepak bola selalu punya cara untuk menulis drama. Bosnia-Herzegovina, didukung sorakan penuh semangat dari publik tuan rumah, tak pernah menyerah. Menit ke-79 menjadi titik balik: sebuah gol balasan yang membuat atmosfer stadion bergemuruh, sekaligus mengirim Italia ke jurang kecemasan. Pertandingan berlanjut ke perpanjangan waktu, tensi semakin meninggi, tetapi skor tetap tak bergeser dari 1-1. Maka, adu penalti pun menjadi panggung terakhir. Di sinilah tragedi itu benar-benar terjadi. Bosnia mengeksekusi dengan dingin, sementara Italia justru goyah. Hasil akhir 4-1 di babak tos-tosan memas...