Langsung ke konten utama

Persebaya Surabaya Derita Kekalahan dari Madura United


MENJUAL HARAPAN - Pekan ke-28 BRI Super League 2025-2026, Persebaya Surabaya alami kekalahan lawan Madura United yang berlangsung digelar di Stadion Gelora Bung Tomo, Jumat malah WIB (17/4/2026).

Madura United, langsung tancap gas di awal babak pertama, sehingga pada menit ke-12, Luiz Marcelo Morai dos Rais berhasil membobol gawang kiper tuan rumah.

Persebaya Surabaya tertinggal 0-1 dari Madura United, terus berusaha merancang bangun serangannya dan menekan pertahanan lawannya, namun hadangan demi hadangan pemain Madura United terus menggagalkan serangan pemain Surabaya.

Tertinggal 0-1 dari Madura United, Persebaya Surabaya kendati terus menekan dan menyerang pertahanan Madura United, akan tetapi hingga turun minum tidak berhasil membalasnya.

Memasuki babak kedua, tuan rumah Persebaya Surabaya berusaha bangkit dengan aksi-aksi menyerangnya ke pertahanan Madura United, lagi-lagi serangannya gagal.

Sebaliknya, justru aksi menyerang dan menekan para pemain Madura United ke pertahanan tuan rumah, di menit ke-64 Riquelme Sousa berhasil memporakporandakan pertahanan Persebaya, dan membobol gawang kipernya.

Kembali tertinggal 0-2 Persebaya ini, meningkatkan volume serangannya ke pertahanan Madura United, dan Persebaya baru berhasil memperkecil ketertingglannya pada menit ke-82 lewat tendangan Ryan Ardiansyah.

Kedudukan berubah, Persebaya 1-2 Madura United di sisa-sisa waktu normal pertandingan, dan para pemain Persebaya terus mendesak dengan aksi menekan pertahanan Madura United, namun gagal menyamakan kedudukannya hingga pertandingan berakhir.

Tentu dengan kekalahan di kandang sendiri, membawa luka kekecewaan Persebaya dan para pendukungnya. Persebaya kini berada di urutan ke-6 dengan 44 poin, sedangkan Madura United dengan nambah tiga poin berada di posisi ke-14 dengan mengoleksi 26 poin klasemen sementara BRI Super League 2025-2026. (S_267)

Baca juga:

Bhayangkara FC Merangkak ke Lima Besar, Usai Tumbangkan PSIM

Sassuolo Menang Tipis Tumbangkan Como

Skor Gol Inter Milan Vs Cagliari 3-0 di Pekan ke-33 Serie A

Freiburg Menyalakan Api Semifinal Usai Bantai Tuan Rumah Celta

Aston Villa Hantam Bologna, Tiket Semifinal Digenggam

Nottingham Forest Melaju ke Semifinal Liga Eropa Usai Taklukkan Porto

Bayern Muenchen ke Semifinal Usai Tumbangkan Real Madrid

Skor Gol Perempat Final Betis Vs Braga 2-4, Braga Melenggang ke Semifinal Liga Eropa

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selat Hormuz: Lautan Berubah Menjadi Tol Termahal di Dunia

  Selat Hormuz (foto hasil tangkapan layar dari https://www.kompas.com) MENJUAL HARAPAN - Ketegangan di Timur Tengah, utamanya akibat serangan Amerika Serikat dan Israel ke negara berdaulat Iran, tidak menyelesaikan persoalan, justru membawa rantai panjang bagi kepentingan dunia. Selat Hormuz , kini bukan lagi sekadar jalur perdagangan, melainkan "gerbang mahal" yang menentukan hidup-mati ekonomi global. D inamika kawasan ini selama dekade terakhir, eskalasi nya bukan lagi sekadar gertakan politik, melainkan pergeseran geopolitik yang memaksa dunia bertekuk lutut pada aturan baru Tehran.  Dan Selat Hormuz, kini merupakan selat paling krusial di dunia. Ketika Keamanan Menjelma Menjadi Komoditas Mahal Tak terbayangkan, sebuah kemacetan raksasa di tengah laut, dimana hampir 2.000 kapal tangker raksasa terombang-ambing tanpa kepastian.   Di sebelah utara, berdiri tebing-tebing kokoh Iran, sementara di selatan membentang pesisir Oman dan Uni Emirat Arab. Di celah sempit i...

Finlandia, Negeri Bahagia yang Tak Pernah Lelah Tersenyum

  MENJUAL HARAPAN  - Helsinki kembali tersenyum. Dalam World Happiness Report 2026 , Finlandia untuk kesembilan kalinya berturut-turut dinobatkan sebagai negara paling bahagia di dunia. Sebuah capaian yang membuat negeri Nordik ini seolah menjadi “langganan” podium kebahagiaan global. Kebahagiaan Bukan Sekadar Angka Laporan yang diterbitkan oleh Gallup, Universitas Oxford, dan Jaringan Solusi Pembangunan Berkelanjutan PBB ini menilai kebahagiaan warga di 140 negara. Skala 0–10 digunakan untuk mengukur kepuasan hidup, lalu dipadukan dengan indikator seperti PDB per kapita, dukungan sosial, usia harapan hidup, kebebasan memilih, kemurahan hati, hingga tingkat korupsi. Finlandia membuktikan bahwa kebahagiaan bukan sekadar soal kekayaan. Presiden Alexander Stubb menegaskan, “Tidak ada ramuan ajaib. Akan sangat membantu jika masyarakat berjuang menuju kebebasan, kesetaraan, dan keadilan.” Rahasia Nordik: Kepercayaan dan Kesederhanaan Negara-negara Nordik memang mendominasi daftar t...

Italia Kalah Dramatis Lawan Bosnia-Herzegovina, dan Kembali Absen di Piala Dunia

Bosnia-Herzegovina Vs Italia (foto hasil tangkapan layar dari bola.net) MENJUAL HARAPAN - Italia harus menelan pil pahit di Zenica. Stadion Bilino Polje menjadi saksi bagaimana mimpi Azzurri untuk tampil di Piala Dunia 2026 runtuh di ujung jalan. Sejak menit awal, Italia tampil percaya diri. Gol yang mereka cetak lebih dulu seakan membuka jalan menuju Amerika Serikat, tuan rumah Piala Dunia. Namun, sepak bola selalu punya cara untuk menulis drama. Bosnia-Herzegovina, didukung sorakan penuh semangat dari publik tuan rumah, tak pernah menyerah. Menit ke-79 menjadi titik balik: sebuah gol balasan yang membuat atmosfer stadion bergemuruh, sekaligus mengirim Italia ke jurang kecemasan. Pertandingan berlanjut ke perpanjangan waktu, tensi semakin meninggi, tetapi skor tetap tak bergeser dari 1-1. Maka, adu penalti pun menjadi panggung terakhir. Di sinilah tragedi itu benar-benar terjadi. Bosnia mengeksekusi dengan dingin, sementara Italia justru goyah. Hasil akhir 4-1 di babak tos-tosan memas...