Langsung ke konten utama

Nottingham Forest Melaju ke Semifinal Liga Eropa Usai Taklukkan Porto

 


MENJUAL HARAPAN - Leg terakhir Liga Eropa 2025-2026, Nottingham Forest berhadapan dengan Porto yang bertanding langsung digelar di City Ground, Jumat dini hari WIB (17/4/2026).

Duel Nottingham Forest versus Porto, dengan intensitas serangan yang eksploratif dijalankan kedua tim dengan ambisi menembus semifinal Liga Eropa.

Kerasnya pertandingan ini, sehingga pada menit ke-8 Porto harus sudah kehilangan pemainnya yang diusir wasit dari lapangan karena dikenai hukum kartu merah.

Portol bermain sepuluh pemain, dan Nottingham Forest pun memanfaatkan kepincangan Porto tersebut dengan terus menekan ke pertahanannya, sehingga di menit ke-12 Morgan Gibbs-White berhasil membobol gawang kiper Porto.

Nottingham Forest unggul 1-0 dari Porto, dan duel makin sengit dengan volume serangan yang masif ke pertahanan lawannya. Namun hadangan yang diterapkan kedua tim juga tidak menembus mulut gawang kiper maisng-masing.

Baca juga: Skor Gol Perempat Final Betis Vs Braga 2-4, Braga Melenggang ke Semifinal Liga Eropa

Babak pertama dimenangkan oleh Nottingham Forest 1-0, dan memasuki babak kedua, kedua tim juga bangkit untuk memenangkan pertandingan putaran kedua Liga Eropa ini.

Silih berganti serangan ke pertahanan lawan tidak dapat dielakkan terus terjadi, namun hingga pertanidngan ini berakhir, kedudukan skor gol 1-0 bagi kemenangan Nottingham Forest.

Nottingham Forest melenggang ke semifinal Liga Eropa 2025-2026 dengan agregat 2-1. Porto tentu dengan kecewa terhenti di babak perempat final Liga Eropa ini. (S_267)




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selat Hormuz: Lautan Berubah Menjadi Tol Termahal di Dunia

  Selat Hormuz (foto hasil tangkapan layar dari https://www.kompas.com) MENJUAL HARAPAN - Ketegangan di Timur Tengah, utamanya akibat serangan Amerika Serikat dan Israel ke negara berdaulat Iran, tidak menyelesaikan persoalan, justru membawa rantai panjang bagi kepentingan dunia. Selat Hormuz , kini bukan lagi sekadar jalur perdagangan, melainkan "gerbang mahal" yang menentukan hidup-mati ekonomi global. D inamika kawasan ini selama dekade terakhir, eskalasi nya bukan lagi sekadar gertakan politik, melainkan pergeseran geopolitik yang memaksa dunia bertekuk lutut pada aturan baru Tehran.  Dan Selat Hormuz, kini merupakan selat paling krusial di dunia. Ketika Keamanan Menjelma Menjadi Komoditas Mahal Tak terbayangkan, sebuah kemacetan raksasa di tengah laut, dimana hampir 2.000 kapal tangker raksasa terombang-ambing tanpa kepastian.   Di sebelah utara, berdiri tebing-tebing kokoh Iran, sementara di selatan membentang pesisir Oman dan Uni Emirat Arab. Di celah sempit i...

Finlandia, Negeri Bahagia yang Tak Pernah Lelah Tersenyum

  MENJUAL HARAPAN  - Helsinki kembali tersenyum. Dalam World Happiness Report 2026 , Finlandia untuk kesembilan kalinya berturut-turut dinobatkan sebagai negara paling bahagia di dunia. Sebuah capaian yang membuat negeri Nordik ini seolah menjadi “langganan” podium kebahagiaan global. Kebahagiaan Bukan Sekadar Angka Laporan yang diterbitkan oleh Gallup, Universitas Oxford, dan Jaringan Solusi Pembangunan Berkelanjutan PBB ini menilai kebahagiaan warga di 140 negara. Skala 0–10 digunakan untuk mengukur kepuasan hidup, lalu dipadukan dengan indikator seperti PDB per kapita, dukungan sosial, usia harapan hidup, kebebasan memilih, kemurahan hati, hingga tingkat korupsi. Finlandia membuktikan bahwa kebahagiaan bukan sekadar soal kekayaan. Presiden Alexander Stubb menegaskan, “Tidak ada ramuan ajaib. Akan sangat membantu jika masyarakat berjuang menuju kebebasan, kesetaraan, dan keadilan.” Rahasia Nordik: Kepercayaan dan Kesederhanaan Negara-negara Nordik memang mendominasi daftar t...

Italia Kalah Dramatis Lawan Bosnia-Herzegovina, dan Kembali Absen di Piala Dunia

Bosnia-Herzegovina Vs Italia (foto hasil tangkapan layar dari bola.net) MENJUAL HARAPAN - Italia harus menelan pil pahit di Zenica. Stadion Bilino Polje menjadi saksi bagaimana mimpi Azzurri untuk tampil di Piala Dunia 2026 runtuh di ujung jalan. Sejak menit awal, Italia tampil percaya diri. Gol yang mereka cetak lebih dulu seakan membuka jalan menuju Amerika Serikat, tuan rumah Piala Dunia. Namun, sepak bola selalu punya cara untuk menulis drama. Bosnia-Herzegovina, didukung sorakan penuh semangat dari publik tuan rumah, tak pernah menyerah. Menit ke-79 menjadi titik balik: sebuah gol balasan yang membuat atmosfer stadion bergemuruh, sekaligus mengirim Italia ke jurang kecemasan. Pertandingan berlanjut ke perpanjangan waktu, tensi semakin meninggi, tetapi skor tetap tak bergeser dari 1-1. Maka, adu penalti pun menjadi panggung terakhir. Di sinilah tragedi itu benar-benar terjadi. Bosnia mengeksekusi dengan dingin, sementara Italia justru goyah. Hasil akhir 4-1 di babak tos-tosan memas...