Langsung ke konten utama

Skor Gol Inter Milan Vs Cagliari 3-0 di Pekan ke-33 Serie A

MENJUAL HARAPAN - Inter Milan makin kokoh mempertahankan posisi puncak klasemen dengan mengoleksi 78 poin usai tumbangkan Cagliari.

Inter Milan menjamu Cagliari berlangsung digelar di Stadion Giuseppe Mezza, Sabtu dini hari WIB (18/4/2026).

Cagliari kendati berada di papan bawah, namun mampu mengimbangi penguasaan permainan Inter Milan yang memang sangat dominan.

Berkali-kali ancaman serangan Inter di selama babak pertama, dapat diantisipasi pemain-pemain Cagliari, dan hingga pertandingan turun minum, keadaan masih 0-0.

Memasuki babak kedua, Inter Milan berusaha terus memperagakan aksi-aksi serangannya ke pertahanan Cagliari, dan tuan rumah Inter Milan baru berhasil membobol gawang kiper Cagliari di menit ke-52 lewat tendangan Marcus Thuram.

Selanjutnya, empat menit kemudian (56’), Inter kembali menambahkan golnya lewat tusukan Nicolas Barella yang membobol gawang kiper Cagliari.

Kembali tertinggal, Cagliari berusaha meningkatkan volume serangannya ke pertahanan Inter, namun lagi-lagi serangan demi serangan Cagliari dipatahkan pemain-pemain Inter.

Jalannya pertandingan makin sengit, bahkan keras sehingga berkali-kali pelanggaran yang dilakukan oleh pemain-pemain kedua tim ini terjadi, dan dua kartu kuning juga diberikan terhadap pemain Cagliari.

Operan demi operan yang diperagakan kedua kesebelasan ini terus menghiasi dinamisasi pergulatan duel antara Inter MIlan versus Cagliari.

Waktu normal pertandingan terus berjalan dan makin mendekati berakhir, belum terjadi lagi gol.

Waktu normal habis, dan ada tambahan waktu, pemain Inter Milan berhasil memanfaatkan waktu tambahan dengan serangannya yang masif, sehingga pada menit ke-90+2, Piotr Zielinski berhasil mendobrak penjagaan ketat para pemain Cagliari, dan melesatkan tendangan bola ke gawang kiper Cagliari.

Inter kembali unggul dengan skor gol 3-0 Cagliari, namun permainan makin sengit slih berganti menekan, hingga wasit juga meniupkan peluit panjang berkahirnya pertandingan.

Inter Milan, makin berat dikejar oleh tim lainnya dalam merebut posisi klasemen. Inter dengan nambah tiga poin dari hasil kalahkan Cagliari miliki 78 poin, sementara tim yang berada di posisi ke-2 Napoli mengoleksi 66 poin.

Sedangkan, Cagliari kini berada di urutan ke-16 dengan mengoleksi 33 poin klasemen Serie A musim 2025-2026 pekan ketiga puluh tiga. (S_267)

Baca juga:

Freiburg Menyalakan Api Semifinal Usai Bantai Tuan Rumah Celta

Aston Villa Hantam Bologna, Tiket Semifinal Digenggam

Nottingham Forest Melaju ke Semifinal Liga Eropa Usai Taklukkan Porto

Bayern Muenchen ke Semifinal Usai Tumbangkan Real Madrid

Skor Gol Perempat Final Betis Vs Braga 2-4, Braga Melenggang ke Semifinal Liga Eropa





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Di Balik Saklar yang Padam: Jeritan Ekonomi Akar Rumput dan Gugatan atas Ketahanan Energi

Foto hasil tangkapan layar dari ekbis.sindonews.com MENJUAL HARAPAN — Isu pemadaman listrik hari-hari ini, bukan sekadar masalah teknis transmisi, atau gangguan pasokan batu bara. Ini adalah potret kerentanan social, dimana mati lampu menjadi “badai” kecil yang menghantam ruang domistik keluarga, dan memutus urat nadi ekonomi wong cilik . Bagi korporasi besar, pemadaman listrik mungkin hanya berarti deru genset cadangan yang mulai menyala. Namun bagi masyarakat bawah dan pelaku usaha mikro, padamnya aliran listrik adalah interupsi massal yang merenggut pendapatan harian hingga mengacaukan ruang domestik keluarga. Fenomena pemadaman listrik bergilir yang melanda Pulau Jawa dalam beberapa pekan terakhir memicu sorotan tajam dari parlemen. Ketua DPR RI Puan Maharani mendesak PT PLN (Persero) tidak hanya berfokus pada perbaikan teknis, melainkan wajib memitigasi dampak sosial-ekonomi yang nyata dirasakan masyarakat. “Pemadaman listrik bergilir yang cukup besar ini menyentuh aspek pr...

Paradoks Parpol Koalisi Versus Nalar Kritis PDI Perjuangan

Oleh: Silahudin * ) MENJUAL HARAPAN - Atmosfer politik nasional belakangan ini kian gerah, suhunya makin memanas bukan karena anomali cuaca, akan tetapi karena suhu ketegangan yang mendidih antara partai-partai koalisi pemerintah dengan PDI Perjuangan (PDIP). Genderang perang urat syaraf terus ditabuh di hadapan publik. Sindiran, deklarasi ketidaknyamanan, hingga reaksi defensif yang agresif dari lingkaran koalisi penguasa, seolah membenarkan sebuah pameo klasik, bahwa kekuasaan cenderung alergi terhadap cermin yang jernih. Fenomena "kebakaran jenggot" yang diperlihatkan oleh partai-partai koalisi pemerintah terhadap posisi kritis PDIP sebagai partai penyeimbang (atau oposisi faktual) memicu sebuah pertanyaan fundamental, mengapa sebuah rezim dengan legitimasi mayoritas begitu rapuh dan gusar menghadapi satu suara kritis? Kuat di Parlemen, Rapuh di Ruang Publik Memang, diakui atau tidak secara kalkulasi matematika politik, koalisi pemerintah saat ini memegang kend...

Refleksi Historis, dan Legitimasi Kepemimpinan

MENJUAL HARAPAN - Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya dihadapan Sidang Tahunan MPR RI, 15 Agustus 2025, menjahit masa lalu, masa kini, dan aspirasi masa depan sebagai benang legitimiasi. Presiden dalam pidatonya membuka ruang historis, yaitu Proklamasi 17 Agustus 1945 diposisikan sebagai “momen penting dalam perjuangan panjang bangsa ini…,” titik asal yang terus “menggali” tugas-tugas kenegaraan yang belum tuntas. Dengan begitu, sejarah bukan sekadar arsip, melainkan sumber daya simbolik yang ditarik ke masa kini untuk meneguhkan mandat (ingat, mandat tak hanya lahir dari suara, tetapi juga dari narasi). Dalam kerangka sosiologi politik, ini serupa dengan apa yang Benedict Anderson sebut sebagai komunitas imajiner   ke-kitaan   yang diproduksi oleh kisah bersama dan ritus kebangsaan, tempat Proklamasi berfungsi sebagai “mitos pendiri” yang mempersatukan (Anderson, 2016). Lapisan kedua legitimasi dibangun melalui klaim kontinuitas , yaitu  penghormatan kepada para p...