Langsung ke konten utama

Tottenham Hotspur Ditahan Imbang Lawan Brighton

MENJUAL HARAPAN - Tottenham Hotspur tidak mampu mempertahankan keunggulannya lawan Brighton. Unggul lebih dahulu, namun di menit-menit akhir Brighton berhasil menyamakan kedudukan gol menjadi sama 2-2.

Tottenham Hatspur menjamu Brighton di pekan ke-33 Premier League atau Liga Inggris musim 2025-2026 berlangsung digelar di Stadion Tottenham Hotspur, Sabtu malam WIB (18/4/2026).

Kick off babak pertama, tampak kedua tim siap untuk memenangkan pertandingan ini kali, serangan demi serangan terus menghiasi atmosfer pertandingan ini.

Babak pertama menuju empat puluh lima menit, yaitu menit ke-39 tuan rumah Hotspur berhasil membobol gawang kiper Brighton lewat tendangan Pedro Porro.

Baru saja unggul  tuan rumah di menit ke-39, namun pada waktu tambahan, di menit ke-45+3, Brighton berhasil membalasnya yang dicetak oleh Kaoru Mitoma, sehingga kedudukan sama menjadi 1-1.

Kedudukan sama itu, terus bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, kedua tim juga berusaha meningkatkan akselerasi serangannya dengan terus menekan pertahanan lawannya.

Pergulatan permainan di berbagai lina tak terhindar terus mewarnainya, kendati masih belum kembali terjadi gol.

Tuan rumah Tottenham Hotspur, terus menerus menekan pertahanan Brighton, dan para pemain Brighton juga sedikat kerepotan menghadang gempuran para pemain tuan rumah.

Tottenham Hotspur, baru menemukan celah ke pertahanan dan menerobos di depan mulut gawang Brighton pada menit ke-77, dan Xavi Simons berhasil cetak gol ke gawang kiper Brighton, sehingga tuan rumah kembali unggul sementara menjadi 2-1.

Keunggulan sementara bagi tuan rumah itu, belumlah aman, karena ambisi para pemain Brighton juga terus melancarkan aksi serangan menekan pertahanan Tottenham Hotspur.

Serangan demi serangan para pemain Brighton terus dilancarkan ke mulut pertahanan Tottenham Hotspur, dan waktu normal babak kedua juga berakhir, namun belum juga ada perubahan gol lagi.

Waktu normal babak kedua tuntas, dan ada tambahan waktu, dan pada tambahan waktu ini, para pemain Brighton justru jauh lebih memaksimalkan serangannya ke pertahanan tuan rumah, sehingga pada menit ke-90+5, gawang kiper Tottenham Hotspur akhirnya bobol yang didobrak oleh tendangan Georgino Rutter.

Posisi gol sama 2-2 di sisa-sisa waktu tambahan pertandingan, memang pemain tuan rumah rumah berusaha mengoptimalkan dengan menyerang secara masif ke pertahanan Brighton, akan tetapi waktu jua yang mengakhiri pertandingan ini.

Hasil berbagi poin ini, Tottenham Hotspur berada di pintu gerbang zona degradasi urutan ke-18 dengan mengoleksi 31 poin, sedangkan Brighton berada di urutan ke-9 dengan mengoleksi 47 poin klasemen Liga Inggris 2025-2026 pekan ketiga puluh tiga. (S_267)

Baca juga:

Persebaya Surabaya Derita Kekalahan dari Madura United

Bhayangkara FC Merangkak ke Lima Besar, Usai Tumbangkan PSIM

Sassuolo Menang Tipis Tumbangkan Como

Skor Gol Inter Milan Vs Cagliari 3-0 di Pekan ke-33 Serie A

Freiburg Menyalakan Api Semifinal Usai Bantai Tuan Rumah Celta

Aston Villa Hantam Bologna, Tiket Semifinal Digenggam

Nottingham Forest Melaju ke Semifinal Liga Eropa Usai Taklukkan Porto

Bayern Muenchen ke Semifinal Usai Tumbangkan Real Madrid

Skor Gol Perempat Final Betis Vs Braga 2-4, Braga Melenggang ke Semifinal Liga Eropa


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selat Hormuz: Lautan Berubah Menjadi Tol Termahal di Dunia

  Selat Hormuz (foto hasil tangkapan layar dari https://www.kompas.com) MENJUAL HARAPAN - Ketegangan di Timur Tengah, utamanya akibat serangan Amerika Serikat dan Israel ke negara berdaulat Iran, tidak menyelesaikan persoalan, justru membawa rantai panjang bagi kepentingan dunia. Selat Hormuz , kini bukan lagi sekadar jalur perdagangan, melainkan "gerbang mahal" yang menentukan hidup-mati ekonomi global. D inamika kawasan ini selama dekade terakhir, eskalasi nya bukan lagi sekadar gertakan politik, melainkan pergeseran geopolitik yang memaksa dunia bertekuk lutut pada aturan baru Tehran.  Dan Selat Hormuz, kini merupakan selat paling krusial di dunia. Ketika Keamanan Menjelma Menjadi Komoditas Mahal Tak terbayangkan, sebuah kemacetan raksasa di tengah laut, dimana hampir 2.000 kapal tangker raksasa terombang-ambing tanpa kepastian.   Di sebelah utara, berdiri tebing-tebing kokoh Iran, sementara di selatan membentang pesisir Oman dan Uni Emirat Arab. Di celah sempit i...

Finlandia, Negeri Bahagia yang Tak Pernah Lelah Tersenyum

  MENJUAL HARAPAN  - Helsinki kembali tersenyum. Dalam World Happiness Report 2026 , Finlandia untuk kesembilan kalinya berturut-turut dinobatkan sebagai negara paling bahagia di dunia. Sebuah capaian yang membuat negeri Nordik ini seolah menjadi “langganan” podium kebahagiaan global. Kebahagiaan Bukan Sekadar Angka Laporan yang diterbitkan oleh Gallup, Universitas Oxford, dan Jaringan Solusi Pembangunan Berkelanjutan PBB ini menilai kebahagiaan warga di 140 negara. Skala 0–10 digunakan untuk mengukur kepuasan hidup, lalu dipadukan dengan indikator seperti PDB per kapita, dukungan sosial, usia harapan hidup, kebebasan memilih, kemurahan hati, hingga tingkat korupsi. Finlandia membuktikan bahwa kebahagiaan bukan sekadar soal kekayaan. Presiden Alexander Stubb menegaskan, “Tidak ada ramuan ajaib. Akan sangat membantu jika masyarakat berjuang menuju kebebasan, kesetaraan, dan keadilan.” Rahasia Nordik: Kepercayaan dan Kesederhanaan Negara-negara Nordik memang mendominasi daftar t...

Italia Kalah Dramatis Lawan Bosnia-Herzegovina, dan Kembali Absen di Piala Dunia

Bosnia-Herzegovina Vs Italia (foto hasil tangkapan layar dari bola.net) MENJUAL HARAPAN - Italia harus menelan pil pahit di Zenica. Stadion Bilino Polje menjadi saksi bagaimana mimpi Azzurri untuk tampil di Piala Dunia 2026 runtuh di ujung jalan. Sejak menit awal, Italia tampil percaya diri. Gol yang mereka cetak lebih dulu seakan membuka jalan menuju Amerika Serikat, tuan rumah Piala Dunia. Namun, sepak bola selalu punya cara untuk menulis drama. Bosnia-Herzegovina, didukung sorakan penuh semangat dari publik tuan rumah, tak pernah menyerah. Menit ke-79 menjadi titik balik: sebuah gol balasan yang membuat atmosfer stadion bergemuruh, sekaligus mengirim Italia ke jurang kecemasan. Pertandingan berlanjut ke perpanjangan waktu, tensi semakin meninggi, tetapi skor tetap tak bergeser dari 1-1. Maka, adu penalti pun menjadi panggung terakhir. Di sinilah tragedi itu benar-benar terjadi. Bosnia mengeksekusi dengan dingin, sementara Italia justru goyah. Hasil akhir 4-1 di babak tos-tosan memas...