MENJUAL HARAPAN - Laga final Piala Super DFL menyajikan pertarungan sengit bertajuk Der Klassiker antara Borussia Dortmund melawan Bayern München. Bayern sukses mengamankan trofi usai menundukkan rival abadi mereka dengan skor 2-1.
Meski Dortmund sempat memberikan perlawanan di babak kedua, dominasi permainan sepanjang 90 menit sepenuhnya berada di bawah kendali FC Hollywood.
Bayern Mengendalikan Tempo dan Mengunci Keunggulan
Sejak awal laga, Bayern langsung mengambil alih penguasaan bola dan mengurung lini pertahanan Dortmund.
Kebuntuan pecah pada menit ke-28. Nathaniel Brown berhasil menyarangkan bola ke gawang Dortmund sekaligus mengubah skor menjadi 1-0 untuk keunggulan Bayern.
Saat Dortmund berupaya mencari ritme permainan, Bayern justru memberikan pukulan telak jelang turun minum.
Pada masa injury time babak pertama (45+1'), Michael Olise melipatgandakan keunggulan Bayern menjadi 2-0 lewat penyelesaian akhir yang tenang.
Perlawanan Dortmund dan Nasib Naas Bensebaini
Memasuki babak kedua, Dortmund mencoba keluar dari tekanan. Harapan bagi Die Borussen terbuka pada menit ke-75 ketika Fábio Silva mencetak gol yang memperkecil kedudukan menjadi 1-2.
Di saat Dortmund gencar melancarkan serangan balasan untuk menyamakan kedudukan, petaka justru menghampiri.
Pada menit ke-90, Ramy Bensebaini diganjar kartu merah langsung oleh wasit. Kehilangan satu pemain di masa kritis praktis menghentikan momentum kebangkitan Dortmund.
Statistik Kunci Pertandingan
|
Parameter
Statistik |
Borussia
Dortmund |
Bayern
München |
|
Penguasaan Bola |
30% |
70% |
|
Total Tembakan |
8 |
20 |
|
Tembakan Tepat Sasaran |
3 |
9 |
|
Tendangan Sudut |
7 |
6 |
|
Pelanggaran |
16 |
8 |
|
Kartu Kuning / Merah |
0 / 1 |
1 / 0 |
Catatan penutup
Statistik tidak pernah bohong. Dominasi penguasaan bola 70% dan total 20 tembakan membuktikan betapa perkasanya taktik Bayern München di laga ini.
Dortmund terlalu pasif di babak pertama dan harus membayar mahal dua gol lawan. Meski sempat memperkecil ketinggalan lewat Fábio Silva, disiplin emosi yang buruk—ditandai dengan 16 pelanggaran dan kartu merah Bensebaini di menit ke-90—menjadi kunci kegagalan Dortmund untuk memaksakan hasil imbang. Bayern keluar sebagai juara yang sangat layak. (*S_267)
Baca juga:
La Liga 2026/2027: Espanyol Kontra Real Madrid Berskor Gol 1-2
Komentar