Langsung ke konten utama

Retorika ‘Bebas Padam’ versus Realitas ‘Menyala Bergilir’: Menyoal Keadilan Energi di Luar Jawa

MENJUAL HARAPAN — Ruang Rapat Komisi XII DPR RI di Gedung Nusantara I, Senayan, mendadak senyap ketika sebuah eufemisme baru dilemparkan ke udara. Di hadapan Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo, frasa "menyala bergilir" hadir bukan sebagai lelucon, melainkan sebagai tamparan realitas atas klaim-klaim keberhasilan yang dinilai terlalu berpusat pada Pulau Jawa.

Kamis, 2 Juli 2026, menjadi panggung konfrontasi antara angka-angka di atas kertas dengan jeritan harian masyarakat di daerah. Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang dipimpin oleh Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Patijaya, PLN memaparkan laporan yang di atas kertas tampak impresif. Tiga agenda krusial dibahas: progres program listrik desa, ketahanan dan keandalan pasokan listrik nasional, serta realisasi Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL).

Dalam paparannya, Dirut PLN menegaskan bahwa sejak 21 Juni 2026, sistem kelistrikan Jawa-Madura-Bali (Jamali) berada dalam kondisi aman. Intervensi dan dukungan pasokan batu bara dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) diklaim berhasil mengeliminasi pemadaman bergilir secara total. Bagi manajemen PLN, krisis telah terlewati. Namun, bagi para wakil rakyat, klaim ini justru membuka tabir bias geografis yang akut dalam pembangunan infrastruktur nasional.

Ironi di Luar Jawa: Logika Sektoral yang Mengabaikan Daerah

Anggota Komisi XII DPR RI, Sigit Karyawan Yunianto, menjadi figur yang paling lantang mematahkan narasi swasembada energi tersebut. Dengan nada tajam namun terukur, Sigit mengonfrontasi Darmawan Prasodjo mengenai ketidaksesuaian yang mencolok antara presentasi resmi korporasi dan pengalaman empiris warga di lapangan.

"Kalau Bapak tadi sampaikan 21 Juni 2026 tidak ada lagi pemadaman, betul, tapi ada menyala bergilir," sergah Sigit, melahirkan istilah satire yang langsung menangkap esensi krisis energi di daerah-daerah luar Jawa.

Kritik Sigit membuka mata publik mengenai kondisi kelistrikan di Pulau Kalimantan. Wilayah yang kaya akan sumber daya energi primer terbukti masih terseok-seok dalam memenuhi kebutuhan domestiknya. Selama ini, perhatian publik dan pemangku kebijakan memang seolah tersedot habis oleh dinamika pasokan di Jawa dan Sumatera, meninggalkan wilayah lain dalam kegelapan yang terjadwal.

Dari perspektif sosial-politik, fenomena ini memperlihatkan adanya ketimpangan struktural yang nyata. Karakteristik pasokan energi primer yang berbeda antarwilayah seharusnya direspons dengan strategi mitigasi yang spesifik, bukan disamaratakan di bawah payung keberhasilan sistem Jamali. Menilai ketahanan energi nasional hanya dari ketahanan Pulau Jawa adalah cacat logika berpikir yang terus berulang dalam manajemen birokrasi kita.

Desakan Transparansi dan Mitigasi Berbasis Early Warning System

Selain mengkritik aspek teknis distribusional, parlemen juga menyoroti pola komunikasi publik PLN yang dinilai kurang edukatif. Sigit Karyawan Yunianto mendesak agar BUMN sektor kelistrikan ini lebih terbuka dalam menyampaikan informasi ketika terjadi gangguan di sisi pembangkit. Masyarakat berhak mengetahui secara rinci lokasi, penyebab, dan estimasi waktu penanganan, alih-alih dibiarkan meraba-raba dalam ketidakpastian. Transparansi informasi adalah pilar utama guna mencegah terbentuknya persepsi negatif publik yang akut akibat kesenjangan antara rilis resmi dan realitas harian.

RDP tersebut akhirnya menelurkan kesimpulan yang bersifat mengikat dan mendesak. Komisi XII DPR RI secara resmi mendorong Direktur Utama PLN untuk melakukan akselerasi peningkatan keandalan dan ketahanan pasokan listrik di seluruh penjuru negeri—tanpa terkecuali Jamali, Sumatera, Kalimantan, dan wilayah Indonesia Timur lainnya.

Guna mencegah terulangnya petaka lumpuhnya aktivitas sosial-ekonomi akibat pemadaman total (blackout) ataupun pemadaman bergilir dalam skala signifikan, DPR menggarisbawahi beberapa poin rekomendasi teknis yang wajib segera diimplementasikan oleh PLN:

1. Penerapan sistem peringatan dini (early warning system) kelistrikan yang responsif.

2. Penguatan infrastruktur ketenagalistrikan secara merata dan komprehensif.

3. Peningkatan kapasitas pembangkit guna mengimbangi laju pertumbuhan beban.

4. Penguatan jaringan transmisi serta distribusi hingga ke wilayah pelosok.

5. Penerapan sistem operasi yang efisien, lincah, dan adaptif terhadap kebutuhan nasional.

Kini, bola panas berada di tangan manajemen PLN. Publik menanti apakah frasa "menyala bergilir" akan segera dihapus dari kamus keseharian masyarakat daerah melalui langkah konkret, ataukah ia akan abadi sebagai monumen kegagalan pemerataan energi di era modern.(S_267)

Sumber Berita: dpr.go.id "Sigit Karyawan Yunianto Pertanyakan PLN Klaim Tak Ada Pemadaman Listrik di Indonesia" (diakses, 3/7/2026)

Baca juga:

Babak 32 Besar Piala Dunia 2026: Spanyol Vs Austria Berskor Gol 3-0 

Paradoks Parpol Koalisi Versus Nalar Kritis PDI Perjuangan 

RD Kongo Unggul Lebih Dahulu, Inggris Petik Kemenangan 

Belgia Memenangkan Pertandingan Lawan Senegal 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Presiden Prabowo Subianto Lantik Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional

  Presiden Prabowo Subianto lantik Sudaryono sebagai BGNdi Istana Negara, Jakarta, pada Rabu, 22 Juli 2026. Foto: BPMI Setpres/Cahyo   MENJUAL HARAPAN — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara resmi melantik Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu (22/7/2026) sore . Pelantikan ini menandai dimulainya kepemimpinan baru di lingkungan BGN untuk memperkuat akselerasi dan pelaksanaan program strategis Makan Bergizi Gratis (MBG) . Pengangkatan Sudaryono tertuang dalam Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 78/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala Badan Gizi Nasional . Dalam prosesi tersebut, Presiden Prabowo memandu langsung pengambilan sumpah jabatan yang diucapkannya secara khidmat oleh pejabat terlantik . “Bahwa saya, akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Repub lik Indonesia tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi...

Mengabdi di Cangkuang, Mahasiswa Universitas Nurtanio Akselerasi Program "Desa Cerdas dan Masyarakat Berdaya"

  Sekdes Cangkuang, dalam memberikan sambutan penerimaan KKNMT Universitas Unnur Bandung dan didampingi Dosen Pembimbing Lapangan (kiri), Selasa, 28/7/2026 BANDUNG, MENJUAL HARAPAN  – Dalam upaya mereduksi kesenjangan teknologi serta mendorong kemandirian masyarakat perdesaan, mahasiswa Universitas Nurtanio (Unnur) menggelar program Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa Terintegrasi (KKNMT) 2026 di Desa Cangkuang, Kecamatan Cangkuang, Kabupaten Bandung. Mengusung tema besar "Desa Cerdas, Masyarakat Berdaya: Digitalisasi, Literasi Menuju Desa Mandiri Berkelanjutan" , kehadiran puluhan mahasiswa berjaket almamater biru ini disambut hangat oleh pemerintah desa dan tokoh masyarakat setempat dalam acara pembukaan dan sosialisasi program yang berlangsung di Aula Desa Cangkuang. Sinergi Mahasiswa KKNMT Universitas Nurtanio 2026 bersama Perangkat Desa dan Warga Cangkuang di Aula Desa Transformasi Digital hingga Pemberdayaan Ekonomi Program KKNMT kali ini berfokus pada penerjemahan konsep ...

Donny Ernawan dan Yos Sunitiyoso Dilantik sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Universitas Republik Indonesia

Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik Donny Ermawan dan Yos Sunitiyoso sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Universitas Republik Indonesia (URI) di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu, 22 Juli 2026. Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr MENJUAL HARAPAN JAKARTA — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara resmi melantik Donny Ermawan Taufanto dan Yos Sunitiyoso masing-masing sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Universitas Republik Indonesia (URI) . Prosesi pelantikan berlangsung khidmat di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu (22/7/2026) sore . Pengangkatan kedua pimpinan perguruan tinggi tersebut didasarkan pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 80/P Tahun 2026 tentang Pengangkatan Gubernur dan Wakil Gubernur Universitas Republik Indonesia . Dalam prosesi pengucapan sumpah jabatan yang dipandu langsung oleh Presiden Prabowo, kedua pejabat yang dilantik menegaskan komitmen mereka untuk menjalankan amanah dengan penuh integri tas dan tanggung jawab . “Bahwa saya ...