Langsung ke konten utama

Langkah Joven/Joseph Terhenti di Perempat Final, Akui Keunggulan Menara Kembar China


Joven Farandi/Joseph Marcellino Kyta (foto dok pbsi.id)

MENJUAL HARAPAN – Langkah ganda putra masa depan Indonesia, Joven Farandi/Joseph Marcellino Kyta, akhirnya harus terhenti di babak perempat final Kejuaraan Asia Junior (AJC) 2026. Menghadapi ketangguhan wakil China, Xin Ze Lyu/Qi Rui Sun, duet Merah Putih ini takluk dalam pertarungan dua gim langsung, 14-21, 17-21, pada Jumat (3/7).

Bertanding di Yatsushiro, Jepang, Joven/Joseph harus menyadari bahwa dominasi permainan cepat dan tekanan tanpa henti dari pasangan China masih menjadi tembok tebal yang sulit mereka tembus.

Tertekan Sejak Awal dan Kendala Lapangan

Sejak gim pertama bergulir, Joven/Joseph langsung mendapat ujian berat. Pasangan China langsung mengambil inisiatif menyerang dan tidak memberikan ruang bagi wakil Indonesia untuk mengembangkan permainan. Akibat start yang kurang mulus, gim pertama terlepas dengan skor 14-21.

Memasuki gim kedua, tantangan bertambah berat seiring perubahan kondisi lapangan. Joven/Joseph yang berada di posisi kalah angin sempat mencoba mengubah strategi demi keluar dari kurungan. Sempat memberikan perlawanan yang lebih ketat, mereka tetap gagal membendung laju poin Xin/Qi dan menyerah 17-21.

"Pertandingan tadi bisa dibilang kami tertekan dan sulit untuk keluar dari tekanan. Di gim pertama kami kurang siap sehingga tertekan duluan," ungkap Joseph Marcellino Kyta dengan jujur usai laga.

"Di gim kedua kami di posisi kalah angin, sempat mengubah pola, namun akhirnya kembali tertekan. Tapi Puji Tuhan kami bisa menyelesaikan pertandingan tanpa cedera," lanjutnya.

Pelajaran Berharga dari Panggung Asia

Kekalahan ini tentu menyisakan catatan teknis yang krusial. Joven Farandi mengakui bahwa mereka kalah kelas dalam adu permainan bola-bola pendek dan dorongan datar (no lob) panjang yang menjadi spesialisasi ganda putra China.

"Keunggulan lawan dari segi no lob panjangnya, saya belum bisa membalikkan tekanan lawan. Saya harus perbaiki dan latihan lebih giat lagi," tutur Joven. "Ke depannya kami harus lebih siap lagi dari segi permainan dan strateginya."

Meski harus mengubur mimpi membawa pulang medali, debut di AJC ini memberikan perspektif baru bagi Joven/Joseph. Menembus babak 8 besar Asia dalam penampilan perdana adalah modal yang cukup berharga untuk mengukur peta persaingan dunia.

"Pertama kali main AJC dan bisa sampai babak 8 besar ini ada rasa senangnya juga karena bertemu lawan-lawan dari negara lain. Ini akan menjadi gambaran kami ke depannya, dan masih banyak yang harus kami perbaiki," pungkas Joseph optimis.

Catatan

Di sektor ganda putra, siapa yang memegang kendali permainan depan dan memenangi adu drive (no lob), dialah yang menguasai takdir pertandingan. Joven/Joseph kalah start di gim pertama, sebuah kesalahan mahal saat menghadapi pemain China yang terkenal langsung "panas" sejak servis pertama.

Namun, pencapaian perempat final sebagai debutan bukanlah hasil yang buruk. Turnamen ini sukses memberikan tamparan realitas tentang level speed dan power di tingkat Asia. Jika mereka bisa memetik pelajaran dari kekalahan ini, memperbaiki kerapian defense, dan memperkaya variasi strategi saat kalah angin, ganda putra ini punya potensi besar untuk membalasnya di panggung yang lebih tinggi.(*S_267)

Sumber: pbsi.id "Kejuaraan Asia Junior 2026: Joven/Joseph harus akui ketangguhan wakil China" (diakses, 4/7/2026)

Baca juga:

Di Perempat Final AJC 2026: Sektor Ganda Putri Indonesia Habis Tak Tersisa 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Prabowo Angkat 26 Anggota Wantimpres, Pratikno Jadi Ketua

Presiden Prabowo Subianto resmi menangkat 26 anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Republik Indonesia pada Jumat, 2 Oktober 2026 di Istana Negara, Jakarta. Foto: BPMI Setpres/Kris MENJUAL HARAPAN — Presiden Prabowo Subianto resmi mengangkat 26 anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Republik Indonesia di Istana Negara, Jakarta, Jumat (2/10/2026). Dalam susunan baru tersebut, Pratikno ditetapkan sebagai Ketua merangkap anggota, Muhammad Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua merangkap anggota, dan Muhammad Qodari sebagai Sekretaris merangkap anggota. Pengangkatan tersebut didasarkan pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 107/P Tahun 2026 tentang Pengangkatan Keanggotaan Dewan Pertimbangan Presiden Republik Indonesia . Pelantikan 26 anggota Wantimpres itu menandai terbentuknya susunan baru lembaga yang memiliki posisi sebagai bagian dari mekanisme pemberian pertimbangan kepada Presiden dalam menjalankan pemerintahan. 26 Nama dalam Susunan Wantimpres Berdasarka...

Drama 8 Gol di Giuseppe Meazza, Inter Milan Comeback dan Libas Udinese 5-3

MENJUAL HARAPAN — Pertandingan spektakuler diwarnai hujan delapan gol tersaji pada giornata ke-4 Serie A 2026/2027 saat Inter Milan menjamu Udinese di Stadion Giuseppe Meazza, Selasa (15/9/2026) dini hari WIB. Sempat tertinggal dua gol lebih dulu, Nerazzurri berhasil bangkit dan mengunci kemenangan dramatis 5-3. Laga dimulai dengan kejutan dari tim tamu. Udinese tampil menggebrak sejak awal babak pertama dan membuat publik tuan rumah terhenyak lewat gol cepat James Abankwah pada menit ke-9. Tujuh menit berselang, giliran Jürgen Ekkelenkamp yang mengoyak jala Inter pada menit ke-16, mengubah skor menjadi 0-2 untuk keunggulan Udinese. Tersengat oleh dua gol kejutan tersebut, Inter Milan langsung merespons dengan menaikkan tempo permainan. Usaha keras anak-asuh tuan rumah akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-26 lewat aksi Carlos Augusto yang memperkecil kedudukan. Gelombang serangan Inter berlanjut hingga Nicolò Barella sukses menyamakan skor menjadi 2-2 di menit ke-35. Keduduka...

Anomali Tata Kelola dan Paradoks Kebijakan: Menagih Kehadiran Negara dalam Dialektika Hukum, Agraria, dan Pendidikan

Ringkasan Esai 1.       Pendahuluan: Membingkai perdebatan hukum, agraria, dan pendidikan dalam kerangka sosiologi politik dan tata kelola pemerintahan ( good governance ). 2.       Bedah Isu 1 (RUU Perampasan Aset): Mengkritik penyelewengan barang rampasan oleh oknum aparat dan menagih transparansi digital. 3.       Bedah Isu 2 (Uji Materiil KUHAP 2025): Menganalisis potensi hegemoni Polri atas PPNS serta risiko diskresi penggeledahan tanpa izin ( due process of law ). 4.       Bedah Isu 3 (Reforma Agraria): Menganalisis efektivitas kelembagaan LPRA langsung di bawah Presiden dalam meredistribusi tanah dan menyelesaikan konflik. 5.       Bedah Isu 4 (Dekolonisasi RUU Sisdiknas): Mengulas pemikiran Bonnie Triyana mengenai pentingnya menghapus bias kolonial terhadap penganut kepercayaan. 6.       Bedah Isu 5 (KIP Kuliah & Pagu Angg...