Mayla Cahya Afilian Pratiwi, tunggal putri Indoensia (foto dok pbsi.id)
MENJUAL HARAPAN – Sektor tunggal putri Indonesia dipastikan kehilangan wakilnya
di babak akhir Kejuaraan Asia Junior (AJC) 2026. Langkah pebulu tangkis muda,
Mayla Cahya Afilian Pratiwi, terpaksa kandas di babak perempat final (QF)
setelah mengakui keunggulan wakil China, Yi Qing Yin, pada Jumat (3/7/2026).
Bertanding di Yatsushiro,
Mayla menyerah dalam permainan dua gim langsung dengan skor 17-21, 10-21.
Kehilangan Momentum di Gim Kedua
Memasuki lapangan dengan
misi mengamankan tiket semifinal, Mayla sebenarnya mampu memberikan perlawanan
sengit di gim pertama. Jual beli serangan terjadi, dan margin angka sempat
terjaga ketat. Namun, kematangan penempatan bola dari Yi Qing Yin membuat Mayla
harus merelakan gim pertama lepas dengan skor 17-21.
Petaka justru terjadi di
gim kedua. Alih-alih bangkit mengejar ketertinggalan, performa Mayla justru
menurun drastis. Rentetan kesalahan sendiri (unforced
errors) menjadi momok yang menguntungkan lawan. Yi Qing Yin yang
tampil makin percaya diri, menutup laga dengan skor mencolok 10-21.
"Gim pertama mainnya
sudah lumayan oke," ungkap Mayla saat dievaluasi usai pertandingan.
"Namun di gim kedua, saya banyak buang-buang bola dan melakukan kesalahan
sendiri."
Mengakui Keunggulan Lawan dan Tatap WJC
Secara teknis, Mayla tidak
menampik bahwa tunggal putri China tersebut memiliki kualitas serang yang
merepotkan. Kecepatan permainan depan net dan akurasi serangan menjadi pembeda
kelas dalam laga perempat final ini.
"Lawan memiliki smash
yang tajam dan bola depannya cepat," tambah Mayla secara jujur mengakui
keunggulan sang rival.
Meski gagal membawa pulang
medali dari ajang AJC tahun ini, Mayla enggan larut dalam kekecewaan. Turnamen
ini menjadi cermin besar baginya sebelum melangkah ke panggung yang lebih
masif, yakni Kejuaraan Dunia Junior (WJC) yang akan datang.
Bagi Mayla, pekerjaan
rumah terbesar yang harus ia selesaikan bukan lagi sekadar fisik, melainkan
ketahanan mental dan konsentrasi di lapangan.
"Untuk WJC nanti, saya mau memperbaiki lagi dari fokusnya. Dan pola pikirnya harus dikuatkan lagi," pungkasnya optimis.
Catatan
Kekalahan di level junior adalah investasi berharga. Mayla punya modal pukulan yang bagus di gim pertama, namun penyakit klasik pebulu tangkis muda—yaitu konsistensi dan ketahanan mental saat ditekan—masih terlihat jelas di gim kedua. Waktu menjelang WJC harus dimanfaatkan tim pelatih bukan hanya untuk mengasah taktik, tapi juga membangun mindset bertarung yang lebih tangguh. (*Sjs_267)
SUMBER: PBSI.ID " Kejuaraan Asia Junior 2026: Mayla Terhenti di QF" (diakses, 4/7/2026)
Baca juga:
Mental Baja Fardhan Joe: Jungkalkan Unggulan Malaysia, Jaga Asa Tunggal Putra di Yatsushiro
Debut Manis Moses/Reya Tembus Perempat Final Asia Junior Championships 2026
BAJC 2026: Tampil Dominan, Atresia/Aurelia Segel Tiket 16 Besar di Jepang
BAJC 2026: Jinakkan Wakil Korea, Barrok/Edsel Jaga Asa Ganda Putra Indonesia
BAJC 2026: Tunggal Putra Indonesia Radithya Gugur di Babak 16 Besar
Langkah Jolin Angelia Terhenti Dini di Yatsushiro: Catatan Evaluasi untuk Penggawa Baru Pelatnas
Komentar