| Selsi Josika/Halifia Usni Pratiwi (foto dok pbsi.id) |
MENJUAL HARAPAN – Awan mendung menggelayuti sektor ganda putri Indonesia di
ajang Kejuaraan Asia Junior (AJC) 2026. Asa untuk mengamankan podium dipastikan
kandas setelah dua wakil tersisa kompak menelan kekalahan dari lawan-lawannya
di babak perempat final yang berlangsung di Yatsushiro, Jepang, Jumat (3/7/2026).
Selsi Josika/Halifia Usni
Pratiwi dan Atresia Naufa Candani/Aurelia Syakira Putri harus menyudahi
perjalanan mereka lebih cepat, menyisakan pekerjaan rumah yang menumpuk bagi
tim pelatih.
Selsi/Halifia Tikung di Gim Kedua, Antiklimaks di Gim Penentu
Perjuangan luar biasa
sebenarnya sempat ditunjukkan oleh Selsi Josika/Halifia Usni Pratiwi.
Menghadapi ketangguhan wakil Korea, Han Bi Kim/Seo Young Yeo, Selsi/Halifia terlibat
pertarungan ketat tiga gim yang menguras emosi.
Setelah kehilangan gim
pertama dengan skor 17-21, ganda putri Indonesia ini bangkit secara dramatis di
gim kedua dengan merebut kemenangan tipis 21-19. Sayang, momentum kebangkitan
itu menguap di gim penentu. Mereka kedodoran dan menyerah mudah 10-21.
"Lawan dari awal
sudah siap buat menekan kami, dan kami juga terpancing untuk meladeni permainan
lawan," aku Halifia usai laga, menyoroti kegagalan mereka keluar dari
ritme cepat khas Korea.
Rasa kecewa tidak bisa
disembunyikan oleh Selsi Josika. Target naik podium yang dicanangkan sejak awal
kini resmi menguap. "Ini bukan hasil yang buruk walaupun kami kalah, kami
sudah berjuang maksimal. Namun di gim terakhir, kami tertekan dan bingung mau
main bagaimana lagi," ungkap Selsi jujur. Ia menambahkan bahwa
inkonsistensi dan hilangnya fokus menjadi biang keladi kegagalan mereka di gim
ketiga.
Atresia/Aurelia Tumbang di Tangan Unggulan Tuan Rumah
Di lapangan lain, ujian
yang tak kalah berat dihadapi Atresia Naufa Candani/Aurelia Syakira Putri.
Mereka harus menantang ketangguhan pasangan unggulan kedua asal Jepang, Aoi
Banno/Yuzu Ueno.
| Atresia/Aurelia (Foto dok pbsi.id) |
Atresia/Aurelia sempat
memberikan perlawanan sengit di gim pertama sebelum akhirnya takluk 18-21.
Memasuki gim kedua, dominasi sang tuan rumah makin tak terbendung. Pertahanan
rapat dan kedisiplinan khas Jepang membuat Atresia/Aurelia frustrasi dan
menyerah kalah 11-21.
"Pertandingan hari
ini lawannya lebih unggul, kami sudah berusaha buat menyamakan poin dan
memaksimalkan permainan," ujar Atresia legawa.
Sementara itu, Aurelia
Syakira menggarisbawahi kelemahan mendasar mereka saat menghadapi rally-rally
panjang yang menjadi senjata utama ganda putri Jepang. "Kendala kami di
fokus dan tahannya. Kalau untuk permainan sudah imbang, namun kalau bermain rally,
kami kurang sabar. Evaluasi kami, tenaga, kecepatan, serta fokusnya harus
diperbaiki lagi," tutur Aurelia.
Catatan
Menghadapi Korea dan Jepang di sektor ganda putri
selalu menjadi ujian "batu karang". Secara kualitas pukulan, pemain
kita sebenarnya mampu mengimbangi. Namun, saat pertandingan memasuki fase
krusial—di mana kesabaran, kekuatan otot kaki (endurance),
dan ketahanan fokus diuji dalam rally
melebihi 30 pukulan—kita sering kali runtuh duluan.
Kebingungan Selsi/Halifia di gim ketiga dan
ketidaksabaran Atresia/Aurelia adalah sinyal merah. Bakat saja tidak cukup
untuk meruntuhkan tembok pertahanan Asia Timur; mereka butuh kapasitas fisik
yang lebih tangguh dan ketenangan taktis yang matang jika ingin berbicara banyak
di Kejuaraan Dunia Junior (WJC) mendatang. (*S_267)
SUMBER: PBSI.ID " Kejuaraan Asia Junior 2026: Dua ganda putri terhenti di QF" (diakses, 4/7/2026)
Mental Baja Fardhan Joe: Jungkalkan Unggulan Malaysia, Jaga Asa Tunggal Putra di Yatsushiro
Debut Manis Moses/Reya Tembus Perempat Final Asia Junior Championships 2026
BAJC 2026: Tampil Dominan, Atresia/Aurelia Segel Tiket 16 Besar di Jepang
BAJC 2026: Jinakkan Wakil Korea, Barrok/Edsel Jaga Asa Ganda Putra Indonesia
BAJC 2026: Tunggal Putra Indonesia Radithya Gugur di Babak 16 Besar
Langkah Jolin Angelia Terhenti Dini di Yatsushiro: Catatan Evaluasi untuk Penggawa Baru Pelatnas
Komentar