Langsung ke konten utama

BWF Rilis Kalender 2027-2028, Terapkan Skor Baru dan Format Maraton Super 1000


Foto dok djarumbadminton.com

MENJUAL HARAPAN – Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) resmi mengumumkan kalender Tur Dunia untuk musim kompetisi 2027 dan 2028. Langkah ini menandai era baru yang sangat ambisius bagi ekosistem bulu tangkis global.

Sepanjang tahun—mulai dari Januari hingga puncaknya di World Tour Finals pada Desember—para pencinta olahraga tepok bulu akan disuguhkan total 35 turnamen internasional dari level Super 100 hingga Super 1000.

Kalender kali ini bukan sekadar salinan dari musim-musim sebelumnya. BWF membawa perubahan struktural yang radikal demi memodernisasi permainan dan menjaga kebugaran para atlet elite.

Wajah Baru Super 1000: Durasi 11 Hari dan Format Grup

Perubahan paling mencolok terjadi pada kasta tertinggi, Super 1000, yang berjumlah lima turnamen di Asia dan Eropa. Demi meningkatkan kualitas penyelenggaraan dan memberikan waktu pemulihan yang ideal bagi pemain, turnamen level ini kini bertransformasi menjadi ajang maraton selama 11 hari yang melintasi dua akhir pekan.

Tak hanya durasi yang melar, format pertandingannya pun dirombak total:

  • Sektor Tunggal: Diikuti oleh 48 pemain dengan format baru yang menggunakan babak penyisihan grup sebelum melaju ke fase gugur.
  • Sektor Ganda: Tetap diikuti oleh 32 pasangan, namun langsung menggunakan sistem gugur sejak awal.

BWF memastikan aspek komersial dan hiburan juga digarap serius dengan menyiarkan seluruh 1.095 pertandingan dari kelima turnamen Super 1000 ini secara global.

Era Baru Skor 3x15 Dimulai 2027

Satu lagi keputusan monumental yang akan mengubah ritme permainan di lapangan: BWF resmi memberlakukan sistem skor baru 3x15 mulai 4 Januari 2027 untuk seluruh turnamen. Kebijakan ini diambil sebagai strategi jangka panjang untuk memodernisasi jalannya pertandingan serta membuat tayangan bulu tangkis menjadi lebih dinamis, cepat, dan menarik bagi pemirsa televisi dunia.

"Para pemain merupakan inti dari setiap langkah yang kami ambil. Mereka berhak mendapatkan lingkungan yang mendukung untuk tampil maksimal, menjalani pemulihan dengan baik, serta membangun hubungan yang lebih dekat dengan penggemar," ujar Presiden BWF, Khunying Patama Leeswadtrakul.

Menurutnya, perpanjangan durasi turnamen didesain agar jadwal kompetisi lebih seimbang, memperpanjang karier sang atlet, sekaligus memperluas dampak global bulu tangkis melalui siaran yang menjangkau lebih banyak pasar baru.

Indonesia Tetap Jadi Episentrum, Jalur Kualifikasi Olimpiade LA 2028 Ditetapkan

Bagi publik pencinta bulu tangkis tanah air, Jakarta dipastikan tetap menjadi salah satu destinasi paling bergengsi di kalender dunia. Istora Senayan atau venue utama di Jakarta akan kembali menggelar dua turnamen tradisi:

  1. Indonesia Masters: Turnamen berdurasi enam hari.
  2. Indonesia Open: Turnamen berkasta Super 1000 yang akan megah digelar dengan format baru selama 11 hari.

Selain perilisan kalender sirkuit, BWF juga menetapkan periode krusial berburu tiket menuju Olimpiade Los Angeles 2028, yang akan dimulai dari 3 Mei 2027 hingga 30 April 2028.

Sementara itu, teka-teki mengenai kota tuan rumah untuk ajang mayor seperti BWF Sudirman Cup Finals 2027, BWF World Championships 2027, serta BWF Thomas & Uber Cup Finals 2028 masih disimpan rapat dan baru akan diumumkan secara terpisah. BWF juga membuka pintu untuk menambah beberapa turnamen level Super 100 di masa mendatang.

Analisis Singkat

Perubahan ke sistem skor 3x15 dan durasi 11 hari untuk Super 1000 adalah pedang bermata dua. Di satu sisi, ini adalah angin segar bagi fisik pemain yang kerap mengeluhkan jadwal padat. Akan tetapi di sisi lain, format penyisihan grup di sektor tunggal akan menuntut ketahanan mental dan konsistensi yang luar biasa sejak hari pertama turnamen. (*S_267)

Sumber berita: djarumbadminton.com BWF Rilis Kalender Tur Dunia 2027-2028" (diakses, 1/7/2026)

Baca juga:

Pantai Gading Vs Norwegia Berskor Gol 1-2 

Eksklusif: Restrukturisasi Besar-Besaran Cipayung, PBSI Bongkar Pasang Ganda Campuran dan Ganda Putri, Ester Nurumi Hijrah Sektor! 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Di Balik Saklar yang Padam: Jeritan Ekonomi Akar Rumput dan Gugatan atas Ketahanan Energi

Foto hasil tangkapan layar dari ekbis.sindonews.com MENJUAL HARAPAN — Isu pemadaman listrik hari-hari ini, bukan sekadar masalah teknis transmisi, atau gangguan pasokan batu bara. Ini adalah potret kerentanan social, dimana mati lampu menjadi “badai” kecil yang menghantam ruang domistik keluarga, dan memutus urat nadi ekonomi wong cilik . Bagi korporasi besar, pemadaman listrik mungkin hanya berarti deru genset cadangan yang mulai menyala. Namun bagi masyarakat bawah dan pelaku usaha mikro, padamnya aliran listrik adalah interupsi massal yang merenggut pendapatan harian hingga mengacaukan ruang domestik keluarga. Fenomena pemadaman listrik bergilir yang melanda Pulau Jawa dalam beberapa pekan terakhir memicu sorotan tajam dari parlemen. Ketua DPR RI Puan Maharani mendesak PT PLN (Persero) tidak hanya berfokus pada perbaikan teknis, melainkan wajib memitigasi dampak sosial-ekonomi yang nyata dirasakan masyarakat. “Pemadaman listrik bergilir yang cukup besar ini menyentuh aspek pr...

Refleksi Historis, dan Legitimasi Kepemimpinan

MENJUAL HARAPAN - Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya dihadapan Sidang Tahunan MPR RI, 15 Agustus 2025, menjahit masa lalu, masa kini, dan aspirasi masa depan sebagai benang legitimiasi. Presiden dalam pidatonya membuka ruang historis, yaitu Proklamasi 17 Agustus 1945 diposisikan sebagai “momen penting dalam perjuangan panjang bangsa ini…,” titik asal yang terus “menggali” tugas-tugas kenegaraan yang belum tuntas. Dengan begitu, sejarah bukan sekadar arsip, melainkan sumber daya simbolik yang ditarik ke masa kini untuk meneguhkan mandat (ingat, mandat tak hanya lahir dari suara, tetapi juga dari narasi). Dalam kerangka sosiologi politik, ini serupa dengan apa yang Benedict Anderson sebut sebagai komunitas imajiner   ke-kitaan   yang diproduksi oleh kisah bersama dan ritus kebangsaan, tempat Proklamasi berfungsi sebagai “mitos pendiri” yang mempersatukan (Anderson, 2016). Lapisan kedua legitimasi dibangun melalui klaim kontinuitas , yaitu  penghormatan kepada para p...

Komisi III DPR RI Sampaikan Laporan RUU Polri dalam Rapat Paripurna, Tekankan Reformasi Berkelanjutan

JAKARTA , MENJUAL HARAPAN – Komisi III DPR RI resmi menyampaikan laporan terkait Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perubahan Ketiga atas Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia (RUU Polri) dalam Rapat Paripurna DPR RI yang digelar pada Selasa, 9 Juni 2026. Dalam laporan yang dibacakan oleh Ketua Komisi III DPR RI, Dr. H. Habiburohman , S.H., M.H., ditegaskan bahwa RUU ini merupakan langkah lanjutan untuk menyempurnakan reformasi Polri agar lebih profesional, transparan, dan berintegritas. Proses Pembahasan yang Partisipatif Habiburohman memaparkan bahwa proses pembentukan RUU ini telah melalui mekanisme yang panjang dengan mengedepankan meaningful participation atau partisipasi publik yang bermakna. Komisi III tercatat telah melakukan 12 kali rapat dengar pendapat umum (RDPU) dengan melibatkan sedikitnya 15 pakar/guru besar, 6 kelompok masyarakat, dan 3 kelompok mahasiswa. Selain itu, Panitia Kerja (Panja) RUU Polri juga telah m...