Komisi III DPR RI Sampaikan Laporan RUU Polri dalam Rapat Paripurna, Tekankan Reformasi Berkelanjutan

JAKARTA, MENJUAL HARAPAN – Komisi III DPR RI resmi menyampaikan laporan terkait Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perubahan Ketiga atas Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia (RUU Polri) dalam Rapat Paripurna DPR RI yang digelar pada Selasa, 9 Juni 2026.

Dalam laporan yang dibacakan oleh Ketua Komisi III DPR RI, Dr. H. Habiburohman, S.H., M.H., ditegaskan bahwa RUU ini merupakan langkah lanjutan untuk menyempurnakan reformasi Polri agar lebih profesional, transparan, dan berintegritas.

Proses Pembahasan yang Partisipatif

Habiburohman memaparkan bahwa proses pembentukan RUU ini telah melalui mekanisme yang panjang dengan mengedepankan meaningful participation atau partisipasi publik yang bermakna.

Komisi III tercatat telah melakukan 12 kali rapat dengar pendapat umum (RDPU) dengan melibatkan sedikitnya 15 pakar/guru besar, 6 kelompok masyarakat, dan 3 kelompok mahasiswa.

Selain itu, Panitia Kerja (Panja) RUU Polri juga telah melakukan pembahasan mendalam bersama pemerintah, mencakup pembahasan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) pasal per pasal, hingga sinkronisasi oleh Tim Perumus (Timus) dan Tim Sinkronisasi (Timsin).

Sinergi dengan KUHP dan KUHAP Baru

Dalam laporannya, Komisi III menekankan bahwa RUU Polri ini selaras dengan perubahan paradigma hukum nasional yang telah diatur dalam UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dan UU Nomor 2 Tahun 2025 tentang KUHAP.

"Perubahan paradigma ini menjadi tanda pengakuan dan pelindungan terhadap Hak Asasi Manusia dan tujuan untuk pemulihan keadaan semula, sehingga mengedepankan tujuan restoratif rehabilitatif, dan korektif," ujar Habiburohman dalam dokumen laporan tersebut.

KUHAP baru disebut telah memperkuat pengawasan terhadap penyidik dan memposisikan penegak hukum secara setara, termasuk memberikan ruang bagi advokat sebagai pendamping warga negara.

Pokok-Pokok Pembaruan dalam RUU Polri

Terdapat delapan poin utama yang menjadi fokus pembaruan dalam RUU Polri ini, di antaranya:

1.      Penegasan arah transformasi Polri yang terbuka, profesional, dan berkualitas.

2.      Penguatan fungsi pengawasan dengan pemanfaatan teknologi informasi modern.

3.      Jaminan netralitas dan profesionalitas dalam pembinaan karier SDM Polri.

4. Penguatan tugas kepolisian yang berorientasi pada pelayanan dan pelindungan masyarakat.

5.      Pengaturan ketat bagi anggota Polri yang bertugas di luar institusi.

6.      Penataan aturan pemberhentian dan batas usia pensiun anggota Polri.

7.      Internalisasi kurikulum pendidikan yang humanis dan demokratis.

8.      Penguatan tugas dan fungsi Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas).

Pada akhir laporannya, Komisi III DPR RI meminta agar RUU tersebut dapat segera mendapatkan persetujuan bersama antara DPR dan Pemerintah pada Pembicaraan Tingkat II dalam Rapat Paripurna tersebut. (*Sjs_267)

Ikuti info lainnya disini


Baca juga:


Komentar

Postingan Populer