Langsung ke konten utama

Elche Lumpuhkan Atletico Madrid

MENJUAL HARAPAN - Elche sebagai tim papan bawah berhasil lumpuhkan Atletico Madrid sebagai tim yang berada di papan atas.

Duel Elche versus Atletico Madrid pekan ke-32 berlangsung digelar di Manuel Martinez Valero, Elche pada Kamis dini hari WIB (23/4/2026).

Babak pertama, sejak dimulai laga, kedua tim sudah saling menekan, akan tetapi Atletico Madrid lebh dahulu berhasil membobol gawang kiper Elche di menit ke-10 melali tendangan Nocolas Gonzales.

Tuan rumah tertinggal 0-1, dan berusaha menyamakan kedudukan gol dengan aksi-aksi serangan yang eskalasinya masif, sehingga pada menit ke-18 David Affengruber berhasil membobo gawang kiper Atletico Madrid.

Usai kedudukan gol sama 1-1, tampak para pemain tuan rumah makin bergairah memperagakan atmosfer serangannya ke pertahanan Atletico Madrid.

Serangan dan tekanan terus dijalankan para pemain tuan rumah, sehingga para pemain Atletico Madrid juga kewalahan menghadangnya atas tekanan pemain Elche. Tekanan pemain Elche di wilayah pertahanan Atletico Madrid membawa petaka Madrid kena hukuman penalti.

Elche mendapat hadiah penalti pada menit ke-33, dan tendangan penalti tersebut dipercayakan pada Andre Silva, dan ia pun berhasil mengecoh kiper Atletico Madrid.

Kedudukan berubah, tuan rumah sementara unggul 2-1 dari Atletico Madird. Namun, Atletico Madrid usai kebobolan di menit ke-33 tersebut tidak lama kemudian, satu menit berikutnya Nicolas Gonzalez berhasil membalasnya dengan tendangannya ke gawang kiper tuan rumah, dan gol.

Kedudukan gol sama 2-2 ini terus menghiasi atmosfer dual kedua tim hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, kedua tim berusaha bangkit untuk memenangkan pertandingan pekan ini, utamanya tuan rumah Elche.

Jalannya pertandingan babak kedua makin sengit dengan saling memeberi tekanan, kendati masih belum menghasil gol.

Tuan rumah Elche terus melakukan aksi menyerangnya secara masif ke pertahanan Atletico Madrid, dan tekanan serangannya baru menghasilkan gol pada menit ke-75 melalui tendangan Andre Silva ke gawang kiper Atletico Madrid.

Tuan rumah kembali unggul 3-2 dari Atletico Madrid, pertandingan makin panas bahkan keras. Akan tetapi seiring jalannya waktu pertandingan babak kedua terus berjalan, dan bahkan hingga duel antara Elche versus Atletico Madrid berakhir, kedudukan posisi gol tidak alami perubahan lagi.

Elche berhasil bungkam Atletico Madrid dengan skor gol akhir 3-2.

Elche dengan tambah tiga poin, kini berada di urutan ke-15 dengan mengoleksi 35 poin, dan Atletico Madrid berada di urutan ke-4 dengan mengumpulkan 57 poin klasemen Liga Spanyol 2025-2026 pekan ketiga puluh dua. (S_267)


Baca juga: 

Skor Gol PSIM Vs Persija Jakarta 1-1

Persis Solo Bungkam Bhayangkara FC di Pekan ke-29

Bilbao Raih Tiga Poin Kalahkan Osasuna Mallorca Berbagi Poin Vs Valencia

La Liga Pekan ke-32: Girona Vs Real Betis Berskor Gol 2-3

Akhirnya Persib Mampu Menyamakan Gol di Markas Dewa United

Semen Padang Makin Terperosok di Area Zona Degradasi Usai Kalah dari Persijap




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Paradoks Parpol Koalisi Versus Nalar Kritis PDI Perjuangan

Oleh: Silahudin * ) MENJUAL HARAPAN - Atmosfer politik nasional belakangan ini kian gerah, suhunya makin memanas bukan karena anomali cuaca, akan tetapi karena suhu ketegangan yang mendidih antara partai-partai koalisi pemerintah dengan PDI Perjuangan (PDIP). Genderang perang urat syaraf terus ditabuh di hadapan publik. Sindiran, deklarasi ketidaknyamanan, hingga reaksi defensif yang agresif dari lingkaran koalisi penguasa, seolah membenarkan sebuah pameo klasik, bahwa kekuasaan cenderung alergi terhadap cermin yang jernih. Fenomena "kebakaran jenggot" yang diperlihatkan oleh partai-partai koalisi pemerintah terhadap posisi kritis PDIP sebagai partai penyeimbang (atau oposisi faktual) memicu sebuah pertanyaan fundamental, mengapa sebuah rezim dengan legitimasi mayoritas begitu rapuh dan gusar menghadapi satu suara kritis? Kuat di Parlemen, Rapuh di Ruang Publik Memang, diakui atau tidak secara kalkulasi matematika politik, koalisi pemerintah saat ini memegang kend...

Refleksi Historis, dan Legitimasi Kepemimpinan

MENJUAL HARAPAN - Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya dihadapan Sidang Tahunan MPR RI, 15 Agustus 2025, menjahit masa lalu, masa kini, dan aspirasi masa depan sebagai benang legitimiasi. Presiden dalam pidatonya membuka ruang historis, yaitu Proklamasi 17 Agustus 1945 diposisikan sebagai “momen penting dalam perjuangan panjang bangsa ini…,” titik asal yang terus “menggali” tugas-tugas kenegaraan yang belum tuntas. Dengan begitu, sejarah bukan sekadar arsip, melainkan sumber daya simbolik yang ditarik ke masa kini untuk meneguhkan mandat (ingat, mandat tak hanya lahir dari suara, tetapi juga dari narasi). Dalam kerangka sosiologi politik, ini serupa dengan apa yang Benedict Anderson sebut sebagai komunitas imajiner   ke-kitaan   yang diproduksi oleh kisah bersama dan ritus kebangsaan, tempat Proklamasi berfungsi sebagai “mitos pendiri” yang mempersatukan (Anderson, 2016). Lapisan kedua legitimasi dibangun melalui klaim kontinuitas , yaitu  penghormatan kepada para p...

Eksklusif: Restrukturisasi Besar-Besaran Cipayung, PBSI Bongkar Pasang Ganda Campuran dan Ganda Putri, Ester Nurumi Hijrah Sektor!

Foto dok pbsi.id MENJUAL HARAPAN – Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) resmi mengambil langkah ekstrem demi mendongkrak daya saing tim nasional di panggung internasional . Lewat evaluasi menyeluruh pasca-turnamen, otoritas tertinggi bulutangkis Indonesia ini melakukan penataan ulang besar-besaran yang melibatkan lintas sektor, mulai dari ganda campuran, ganda putri, hingga tunggal putri . Langkah strategis ini diambil demi memperkuat kedalaman skuad, mempercepat proses regenerasi, dan memaksimalkan potensi para atlet elite yang dinilai stagnan . Proyek Dejan/Apriyani: Berdurasi Enam Turnamen Internasional Melanjutkan kabar kepindahan Apriyani Rahayu ke sektor ganda campuran untuk berduet dengan Dejan Ferdinansyah, PBSI kini mengungkap alasan teknis di balik keputusan tersebut . Kepala Pelatih Ganda Campuran PP PBSI, Rionny Mainaky, secara blak-blakan mengakui bahwa performa Apriyani di sektor asalnya saat berpasangan dengan Lanny Tria Mayasari belum memen...