Langsung ke konten utama

Pertandingan Persahabatan Belanda Vs Norwegia



MENJUAL HARAPAN - Pertandingan persahabatan Belanda versus Norwegia yang terselenggara langsung digelar di Johan Cruijff Arema, Amsterdam, Sabtu dini hari WIB (28/3/2026).

Timnas Oranje - sebutan populer untuk timnas Belanda memenangkan laga persahabatan ini dengan skor gol 2-1.

Memang, Belanda kebobolan lebuh dahulu gawang kipernya pada menit ke-24, yang mana gol keunggulan sementara Norwegia dicetak oleh andreas Schjelderup.

Baca juga: Gemuruh Besiktas: Satu Langkah Lagi Menuju Mimpi Dunia

Tertinggal lebih awal ini, tuan rumah berusaha mengejarnya untuk menyamakan gol dengan aksi-asi serangannya.

Dan sebelas menit kemudian (35’), Belanda berhasil menyamakan gol menjadi 1-1. Gol Belanda di menit ke-35 ini dicetak oleh Virgi van Dijk.

Baca juga: Republik Ceko Vs Irlandia: Malam Panjang di Praha

Rentang jalannya pertandingan babak pertama, memang awalnya tim tuan rumah mendominasi, namun para pemain Norwegia berhasil mengimbanginya dengan penuh disiplin.

Kedudukan sama 1-1 di babak pertama ini tidak alami perubahan hingga turun minum.

Baca juga: Polandia Vs Albania: Kebangkitan The Eagles di Warsawa

Memasuki babak kedua, laju pertandingan silih berganti menyerang dengan taktik yang diperagakan kedua tim ini mewarnainya.

Belanda, terus memberikan tekanan terhadap pertahanan Norwegia, dan akhirnya tim Oranje ini berhasil membalikkan keadaan, dimana pada menit ke-51 berhasil membobol pertahanan dan gawang kiper Norwegia.

Baca juga: Italia Vs Irlandia Utara: Tonali dan Kean Menyalakan Asa Azzrurri

Gol kedua Belanda dicetak oleh Tijjani Reijnders yang membawa Belanda berkahir dengan kemenangan 2-1.

Kendati pertandingan persahabatan ini tidak mempengaruhi posisinya dalam laga Piala Dunia 2026 nanti, akan tetapi menjadi menarik untuk membaca dan memotret kekuatan masing-masing, dan laga persahabatan ini positif.(S_267)



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Di Balik Saklar yang Padam: Jeritan Ekonomi Akar Rumput dan Gugatan atas Ketahanan Energi

Foto hasil tangkapan layar dari ekbis.sindonews.com MENJUAL HARAPAN — Isu pemadaman listrik hari-hari ini, bukan sekadar masalah teknis transmisi, atau gangguan pasokan batu bara. Ini adalah potret kerentanan social, dimana mati lampu menjadi “badai” kecil yang menghantam ruang domistik keluarga, dan memutus urat nadi ekonomi wong cilik . Bagi korporasi besar, pemadaman listrik mungkin hanya berarti deru genset cadangan yang mulai menyala. Namun bagi masyarakat bawah dan pelaku usaha mikro, padamnya aliran listrik adalah interupsi massal yang merenggut pendapatan harian hingga mengacaukan ruang domestik keluarga. Fenomena pemadaman listrik bergilir yang melanda Pulau Jawa dalam beberapa pekan terakhir memicu sorotan tajam dari parlemen. Ketua DPR RI Puan Maharani mendesak PT PLN (Persero) tidak hanya berfokus pada perbaikan teknis, melainkan wajib memitigasi dampak sosial-ekonomi yang nyata dirasakan masyarakat. “Pemadaman listrik bergilir yang cukup besar ini menyentuh aspek pr...

Final Liga Champions UEFA: PSG Taklukkan Arsenal Lewat Drama Adu Penalti

MENJUAL HARAPAN – Arena Puskas, Budapest , Minggu (31/5/2026) dini hari WIB, menjadi saksi bisu pecahnya kebuntuan panjang Paris Saint-Germain (PSG) di kancah Eropa. Dalam laga final Liga Champions 2025-2026 yang menguras emosi, raksasa Prancis tersebut akhirnya sukses mengangkat trofi "Si Kuping Besar" setelah menundukkan perlawanan sengit Arsenal lewat drama adu penalti yang menegangkan. Bagi Arsenal, malam ini adalah mimpi yang tertunda. The Gunners sejatinya memulai laga dengan sempurna. Belum genap lima menit peluit dibunyikan, pendukung Arsenal sudah bergemuruh. Kai Havertz , dengan ketenangan kelas dunia, berhasil membungkam pertahanan PSG dan membuka keunggulan. Gol cepat tersebut seolah menjadi sinyal bahwa trofi Liga Champions akan segera mendarat di London Utara. Hingga turun minum, disiplin taktik Arsenal mampu meredam setiap upaya serangan dari lini depan PSG. Namun, sepak bola adalah permainan dua babak, dan PSG tidak berniat pulang dengan tangan hampa. Memas...

Refleksi Historis, dan Legitimasi Kepemimpinan

MENJUAL HARAPAN - Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya dihadapan Sidang Tahunan MPR RI, 15 Agustus 2025, menjahit masa lalu, masa kini, dan aspirasi masa depan sebagai benang legitimiasi. Presiden dalam pidatonya membuka ruang historis, yaitu Proklamasi 17 Agustus 1945 diposisikan sebagai “momen penting dalam perjuangan panjang bangsa ini…,” titik asal yang terus “menggali” tugas-tugas kenegaraan yang belum tuntas. Dengan begitu, sejarah bukan sekadar arsip, melainkan sumber daya simbolik yang ditarik ke masa kini untuk meneguhkan mandat (ingat, mandat tak hanya lahir dari suara, tetapi juga dari narasi). Dalam kerangka sosiologi politik, ini serupa dengan apa yang Benedict Anderson sebut sebagai komunitas imajiner   ke-kitaan   yang diproduksi oleh kisah bersama dan ritus kebangsaan, tempat Proklamasi berfungsi sebagai “mitos pendiri” yang mempersatukan (Anderson, 2016). Lapisan kedua legitimasi dibangun melalui klaim kontinuitas , yaitu  penghormatan kepada para p...