MENJUAL HARAPAN - Warsawa bergetar malam itu. Polandia, yang tengah memburu tiket Piala Dunia ketiga secara beruntun, harus melewati jalan berliku sebelum akhirnya menundukkan Albania dengan skor tipis 2-1. Laga semifinal play-off ini menjadi bukti bahwa mental juara dan pengalaman besar masih menjadi senjata utama The Eagles.
Sejak menit awal, Polandia tampil menekan. Robert Lewandowski memimpin barisan depan, namun pertahanan Albania yang dikomandoi Elseid Hysaj begitu rapat. Sundulan Jakub Kiwior bahkan sempat disapu tepat di garis gawang. Publik tuan rumah mulai gelisah ketika serangan-serangan Polandia hanya berakhir dengan tembakan jarak jauh yang tak akurat.
Justru Albania yang mencuri panggung sebelum turun minum. Kesalahan fatal Jan Bednarek membuka jalan bagi Arber Hoxha. Dengan dingin, ia merebut bola, melewati kiper, lalu menuntaskan dari sudut sempit. Skor 0-1 membuat stadion terdiam, sementara upaya balasan Lewandowski hanya melipir tipis di samping tiang.
Baca juga: Republik Ceko Vs Irlandia: Malam Panjang di Praha
Memasuki babak kedua, pelatih Jan Urban mengambil risiko dengan memasukkan Oskar Pietuszewski, talenta 17 tahun yang melakoni debut. Albania hampir menggandakan keunggulan lewat Nedim Bajrami, namun peluang emas itu terbuang sia-sia.
Momentum pun berbalik. Menit ke-60, dari sepak pojok yang gagal diantisipasi sempurna oleh Thomas Strakosha, Lewandowski melompat paling tinggi dan menanduk bola ke gawang. Skor imbang 1-1, dan sorak sorai Warsawa kembali bergema.
Baca juga: Gemuruh Besiktas: Satu Langkah Lagi Menuju Mimpi Dunia
Puncak kebangkitan Polandia hadir lewat kaki Piotr Zielinski. Mendapat ruang tembak di luar kotak penalti, ia melepaskan sepakan keras yang menukik tajam ke pojok gawang. Gol spektakuler itu meruntuhkan mental Albania, yang sebelumnya tak terkalahkan dalam laga tandang selama setahun terakhir.
Meski Pietuszewski nyaris menambah gol di menit akhir, skor 2-1 bertahan hingga peluit panjang. Polandia pun melangkah ke final play-off, di mana Swedia sudah menanti. Satu kemenangan lagi akan memastikan The Eagles terbang ke Piala Dunia 2026, melanjutkan tradisi yang mereka bangun sejak era Lewandowski dan Zielinski.(*_267)
Komentar