MENJUAL HARAPAN - Praha kembali menjadi saksi sebuah malam penuh ketegangan. Harapan Republik Ceko untuk kembali ke panggung Piala Dunia setelah dua dekade terhenti di ujung nadi, namun tetap menyala berkat keberanian dan keteguhan hati. Di hadapan publik sendiri, mereka menyingkirkan Republik Irlandia lewat drama adu penalti yang membuat stadion bergemuruh hingga detik terakhir.
Sejak peluit pertama, Irlandia tampil garang. Kapten Nathan Collins hampir membuka skor lewat sepakan keras yang membentur mistar. Tak lama kemudian, keberuntungan berpihak pada tim tamu. Wasit Glenn Nyberg menunjuk titik putih setelah Vladimir Darida dianggap melanggar Collins. Troy Parrott mengeksekusi dengan percaya diri, meski arah bola sempat terbaca oleh Matej Kovar.
Gelombang hijau Irlandia semakin bergemuruh lima menit berselang. Dari kemelut sepak pojok Ryan Manning, sapuan ceroboh Vladimir Coufal justru berbalik menjadi malapetaka: bola membentur tiang, mengenai tubuh Kovar, lalu melewati garis gawang. Skor 2-0 membuat seisi stadion terdiam.
Baca juga: Brasil dan Prancis Berjumpa dalam Laga dengan Tajuk FIFA Matchday
Kendati begitu, Ceko bukan tim yang mudah menyerah. Sebelum turun minum, Ladislav Krejci dijatuhkan di kotak terlarang. Patrik Schick, penyerang andalan, mengeksekusi penalti dengan dingin. Skor 1-2 menutup babak pertama, memberi secercah harapan bagi tuan rumah.
Memasuki babak kedua, Irlandia nyaris menambah keunggulan lewat sepakan jarak jauh Jayson Molumby yang membentur tiang. Setelah itu, kendali permainan beralih ke tangan Ceko. Serangan demi serangan dilancarkan, hingga akhirnya Krejci—yang baru saja mengenakan ban kapten—menyundul bola hasil sepak pojok Michal Sadilek. Gol penyeimbang 2-2 membuat publik Praha kembali bernyanyi.
Tambahan waktu menjadi panggung drama baru. Tomas Soucek menyia-nyiakan peluang emas, sementara VAR menolak klaim penalti setelah handball Molumby terjadi tepat di luar kotak. Ketegangan memuncak ketika Sammie Szmodics harus ditandu keluar akibat benturan keras.
Akhirnya, nasib ditentukan lewat adu penalti. Setelah kedua tim sama-sama gagal sekali, Matej Kovar menjelma pahlawan dengan menepis tendangan Alan Browne. Jan Kliment, penendang terakhir, memastikan kemenangan 4-3. Stadion meledak dalam sorak sorai: Ceko masih hidup, masih berlari menuju mimpi.
Baca juga: Gemuruh Besiktas: Satu Langkah Lagi Menuju Mimpi Dunia
Kini, satu rintangan terakhir menanti: Denmark. Jika mampu menaklukkannya, Republik Ceko akan kembali ke Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak era emas Petr Čech dan Tomáš Rosický. Malam di Praha telah menyalakan kembali api yang sempat padam selama 20 tahun.(Sjs_267)
Komentar