Langsung ke konten utama

Indonesia Tantang Thailand di Perempat Final BAJC 2026


Tim Indonesia pada BAJC 2026 (Foto tangkapan layar dari djarumbadminton.com)

MENJUAL HARAPAN - Tim muda Indonesia memastikan langkah ke perempat final Badminton Asia Junior Championships (BAJC) 2026 dengan status runner-up Grup D, setelah kalah tipis dari Malaysia. Hasil undian menempatkan skuad "Merah Putih" berhadapan dengan unggulan pertama Thailand, Senin (29/6/2026) pagi WIB.

Meski di atas kertas Thailand lebih unggul di sektor tunggal putri dan ganda putri, pelatih Eskar Denatara menegaskan bahwa Indonesia siap bertarung.

“Kami sudah melakukan analisa, evaluasi, serta persiapan fisik, teknik, mental, dan taktik. Di tiga sektor lain kami berani beradu,” ujarnya melalui siaran pers PBSI, dikutif dari djarumbadminton.com (28/6/2026).

Indonesia sebelumnya kalah 1-2 dari Malaysia di laga terakhir grup (51-55, 55-49, 48-55). Eskar mengakui keunggulan pengalaman Malaysia di ganda putri dan ganda campuran, namun menekankan bahwa tim Indonesia mampu memaksakan rubber set dan menunjukkan kualitas permainan.

“Set kedua membuktikan anak-anak bisa tampil luar biasa. Hanya di set ketiga sedikit kecolongan,” jelasnya.

Meski sempat kecewa, para pemain seperti Jolin Angelia segera mengalihkan fokus ke fase gugur. “Yang paling penting adalah menjaga kenyamanan dan mood terbaik sebelum turun ke lapangan. Begitu undian keluar, semangat anak-anak kembali muncul untuk memberikan big performance bagi Merah Putih,” tambah Eskar.

Undian perempat final BAJC 2026:

·         Thailand vs Indonesia

·         India vs Hong Kong

·         Taiwan vs Jepang

·         China vs Malaysia

(*Sjs_267)

Sumber: djarumbadminton.com, “BAJC 2026 - Indonesia Tantang Thailand di Perempat Final" (diakses, 28/6/2026)


Baca juga: 

Duel Taktis Berakhir Imbang, Kolombia dan Portugal Melenggang Bersama ke 32 Besar 

Kroasi Taklukkan Ghana 2-1 di Fase Terakhir Grup L 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Di Balik Saklar yang Padam: Jeritan Ekonomi Akar Rumput dan Gugatan atas Ketahanan Energi

Foto hasil tangkapan layar dari ekbis.sindonews.com MENJUAL HARAPAN — Isu pemadaman listrik hari-hari ini, bukan sekadar masalah teknis transmisi, atau gangguan pasokan batu bara. Ini adalah potret kerentanan social, dimana mati lampu menjadi “badai” kecil yang menghantam ruang domistik keluarga, dan memutus urat nadi ekonomi wong cilik . Bagi korporasi besar, pemadaman listrik mungkin hanya berarti deru genset cadangan yang mulai menyala. Namun bagi masyarakat bawah dan pelaku usaha mikro, padamnya aliran listrik adalah interupsi massal yang merenggut pendapatan harian hingga mengacaukan ruang domestik keluarga. Fenomena pemadaman listrik bergilir yang melanda Pulau Jawa dalam beberapa pekan terakhir memicu sorotan tajam dari parlemen. Ketua DPR RI Puan Maharani mendesak PT PLN (Persero) tidak hanya berfokus pada perbaikan teknis, melainkan wajib memitigasi dampak sosial-ekonomi yang nyata dirasakan masyarakat. “Pemadaman listrik bergilir yang cukup besar ini menyentuh aspek pr...

Final Liga Champions UEFA: PSG Taklukkan Arsenal Lewat Drama Adu Penalti

MENJUAL HARAPAN – Arena Puskas, Budapest , Minggu (31/5/2026) dini hari WIB, menjadi saksi bisu pecahnya kebuntuan panjang Paris Saint-Germain (PSG) di kancah Eropa. Dalam laga final Liga Champions 2025-2026 yang menguras emosi, raksasa Prancis tersebut akhirnya sukses mengangkat trofi "Si Kuping Besar" setelah menundukkan perlawanan sengit Arsenal lewat drama adu penalti yang menegangkan. Bagi Arsenal, malam ini adalah mimpi yang tertunda. The Gunners sejatinya memulai laga dengan sempurna. Belum genap lima menit peluit dibunyikan, pendukung Arsenal sudah bergemuruh. Kai Havertz , dengan ketenangan kelas dunia, berhasil membungkam pertahanan PSG dan membuka keunggulan. Gol cepat tersebut seolah menjadi sinyal bahwa trofi Liga Champions akan segera mendarat di London Utara. Hingga turun minum, disiplin taktik Arsenal mampu meredam setiap upaya serangan dari lini depan PSG. Namun, sepak bola adalah permainan dua babak, dan PSG tidak berniat pulang dengan tangan hampa. Memas...

Refleksi Historis, dan Legitimasi Kepemimpinan

MENJUAL HARAPAN - Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya dihadapan Sidang Tahunan MPR RI, 15 Agustus 2025, menjahit masa lalu, masa kini, dan aspirasi masa depan sebagai benang legitimiasi. Presiden dalam pidatonya membuka ruang historis, yaitu Proklamasi 17 Agustus 1945 diposisikan sebagai “momen penting dalam perjuangan panjang bangsa ini…,” titik asal yang terus “menggali” tugas-tugas kenegaraan yang belum tuntas. Dengan begitu, sejarah bukan sekadar arsip, melainkan sumber daya simbolik yang ditarik ke masa kini untuk meneguhkan mandat (ingat, mandat tak hanya lahir dari suara, tetapi juga dari narasi). Dalam kerangka sosiologi politik, ini serupa dengan apa yang Benedict Anderson sebut sebagai komunitas imajiner   ke-kitaan   yang diproduksi oleh kisah bersama dan ritus kebangsaan, tempat Proklamasi berfungsi sebagai “mitos pendiri” yang mempersatukan (Anderson, 2016). Lapisan kedua legitimasi dibangun melalui klaim kontinuitas , yaitu  penghormatan kepada para p...