Langsung ke konten utama

Baena Jadi Pahlawan, Spanyol Depak Uruguay dalam Drama Kartu Merah di Zapopan

MENJUAL HARAPAN — Drama tingkat tinggi mewarnai laga pamungkas Grup H Piala Dunia FIFA 2026. Bertanding di Estadio Akron, Zapopan, Meksiko, pada Sabtu (27/6/2026) pagi WIB, Timnas Spanyol sukses menumbangkan Uruguay dengan skor tipis 1-0.

Hasil ini tidak hanya mengunci posisi La Roja, tetapi juga memastikan kepulangan tragis bagi La Celeste.

Gol Tunggal Alex Baena Pemecah Kebuntuan

Sejak peluit pertama dibunyikan, duel dua raksasa sepak bola ini berlangsung dengan intensitas tinggi. Spanyol yang mengandalkan dominasi penguasaan bola, sempat kesulitan membongkar rapatnya lini pertahanan Uruguay yang digalang secara disiplin.

Kebuntuan baru pecah pada menit ke-42. Berawal dari skema serangan yang rapi, Alex Baena melepaskan tembakan terukur yang gagal diantisipasi oleh kiper Uruguay.

Gol semata wayang gelandang Villarreal tersebut mengubah papan skor menjadi 1-0, yang bertahan hingga turun minum.


Frustrasi Uruguay dan Hujan Kartu Merah

Memasuki paruh kedua, Uruguay yang berada di ujung tanduk langsung menaikkan tempo permainan. Skuad asuhan La Celeste membombardir pertahanan Spanyol lewat aksi-aksi ofensif yang sporadis. Akan tetapi, solidnya lini belakang Spanyol serta gemilang penampilan penjaga gawang mereka membuat frustrasi para penyerang Uruguay.

Spanyol bukan tanpa perlawanan. Sesekali, anak asuh Luis de la Fuente melancarkan serangan balik cepat yang nyaris menggandakan keunggulan, meski belum menemui sasaran.

Ketegangan mencapai puncaknya di masa injury time. Alih-alih mencetak gol penyeimbang, petaka justru menghampiri Uruguay pada menit ke-90+5. Pemain pengganti, Agustin Canobbio, diusir keluar lapangan oleh wasit setelah menerima kartu merah langsung akibat pelanggaran keras yang dipicu oleh rasa frustrasi.

Hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan, skor 1-0 untuk kemenangan Spanyol tetap tidak berubah.

Klasemen Akhir Grup H

Dengan hasil ini, Spanyol kokoh di puncak klasemen akhir Grup H dengan koleksi 7 poin dan berhak melenggang mulus ke babak 32 besar Piala Dunia 2026.

Namun, cerita terbesar dari Grup H tidak hanya milik Spanyol. Secara mengejutkan, posisi runner-up justru diamankan oleh Tanjung Verde yang menemani Spanyol lolos ke fase gugur, sekaligus menyingkirkan Uruguay lebih awal dari turnamen sepak bola terakbar di bumi ini. (S_267)

Baca juga:

Sengit di Grup F Piala Dunia 2026: Jepang Vs Swedia 1-1, Samurai Biru Amankan Tiket Fase Gugur 

Ketika Piala Dunia 2026 Menjadi Rumah Bagi Semua Bangsa 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Di Balik Saklar yang Padam: Jeritan Ekonomi Akar Rumput dan Gugatan atas Ketahanan Energi

Foto hasil tangkapan layar dari ekbis.sindonews.com MENJUAL HARAPAN — Isu pemadaman listrik hari-hari ini, bukan sekadar masalah teknis transmisi, atau gangguan pasokan batu bara. Ini adalah potret kerentanan social, dimana mati lampu menjadi “badai” kecil yang menghantam ruang domistik keluarga, dan memutus urat nadi ekonomi wong cilik . Bagi korporasi besar, pemadaman listrik mungkin hanya berarti deru genset cadangan yang mulai menyala. Namun bagi masyarakat bawah dan pelaku usaha mikro, padamnya aliran listrik adalah interupsi massal yang merenggut pendapatan harian hingga mengacaukan ruang domestik keluarga. Fenomena pemadaman listrik bergilir yang melanda Pulau Jawa dalam beberapa pekan terakhir memicu sorotan tajam dari parlemen. Ketua DPR RI Puan Maharani mendesak PT PLN (Persero) tidak hanya berfokus pada perbaikan teknis, melainkan wajib memitigasi dampak sosial-ekonomi yang nyata dirasakan masyarakat. “Pemadaman listrik bergilir yang cukup besar ini menyentuh aspek pr...

Final Liga Champions UEFA: PSG Taklukkan Arsenal Lewat Drama Adu Penalti

MENJUAL HARAPAN – Arena Puskas, Budapest , Minggu (31/5/2026) dini hari WIB, menjadi saksi bisu pecahnya kebuntuan panjang Paris Saint-Germain (PSG) di kancah Eropa. Dalam laga final Liga Champions 2025-2026 yang menguras emosi, raksasa Prancis tersebut akhirnya sukses mengangkat trofi "Si Kuping Besar" setelah menundukkan perlawanan sengit Arsenal lewat drama adu penalti yang menegangkan. Bagi Arsenal, malam ini adalah mimpi yang tertunda. The Gunners sejatinya memulai laga dengan sempurna. Belum genap lima menit peluit dibunyikan, pendukung Arsenal sudah bergemuruh. Kai Havertz , dengan ketenangan kelas dunia, berhasil membungkam pertahanan PSG dan membuka keunggulan. Gol cepat tersebut seolah menjadi sinyal bahwa trofi Liga Champions akan segera mendarat di London Utara. Hingga turun minum, disiplin taktik Arsenal mampu meredam setiap upaya serangan dari lini depan PSG. Namun, sepak bola adalah permainan dua babak, dan PSG tidak berniat pulang dengan tangan hampa. Memas...

Refleksi Historis, dan Legitimasi Kepemimpinan

MENJUAL HARAPAN - Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya dihadapan Sidang Tahunan MPR RI, 15 Agustus 2025, menjahit masa lalu, masa kini, dan aspirasi masa depan sebagai benang legitimiasi. Presiden dalam pidatonya membuka ruang historis, yaitu Proklamasi 17 Agustus 1945 diposisikan sebagai “momen penting dalam perjuangan panjang bangsa ini…,” titik asal yang terus “menggali” tugas-tugas kenegaraan yang belum tuntas. Dengan begitu, sejarah bukan sekadar arsip, melainkan sumber daya simbolik yang ditarik ke masa kini untuk meneguhkan mandat (ingat, mandat tak hanya lahir dari suara, tetapi juga dari narasi). Dalam kerangka sosiologi politik, ini serupa dengan apa yang Benedict Anderson sebut sebagai komunitas imajiner   ke-kitaan   yang diproduksi oleh kisah bersama dan ritus kebangsaan, tempat Proklamasi berfungsi sebagai “mitos pendiri” yang mempersatukan (Anderson, 2016). Lapisan kedua legitimasi dibangun melalui klaim kontinuitas , yaitu  penghormatan kepada para p...