Langsung ke konten utama

Dua Papan Atas Napoli Vs Roma Berbagi Poin di Laga Pekan ke-25

MENJUAL HARAPAN - Jalannya Pertandingan Serie A musim 2025-2026 pekan ke-25 makin sengit saling berebut poin kemenangan.

Dua papan atas klasemen Liga Italia, Napoli versus AS Roma saling menekan dalam pertandingan pekan ke-25 ini.

Napoli pekan ke-25 ini menjamu Roma berlangsung digelar di Stadion Diego Armando Maradona, Napoli, Senin dini hari WIB (16/2/2026).

Duel kedua tim ini terjadi empat gol, yang mana Roma lebih dahulu unggul pada menit ke-7 lewat tusukan tendakan Donyell Malen, kemudian dibalas oleh tuan rumah Napoli pada menit ke-40 lewat tendangan Leonardo Spinazzola.

Kedudkan sama 1-1 ini tidak alami perubahan hingga jeda.

Usai jeda, kedua kesebelasan berusaha bangkit dengan ambisi memenangkan pertandingan di laga ini, utamanya tuan rumah Napoli.

AS Roma, tampak meningkatkan volume serangan demi serangannya mengancam pertahanan Napoli, dan kemelut di pertahanan Napoli mengakibatkan tuan rumah terkena hukuman penalti pada menit ke-71.

Tendangan penalti ke gawang kiper Napoli dilakukan oleh Donyell Malen, dan berhasil bola melesat ke mulut gawang. Napoli 1-2 Roma.

Makin sengit perlawanan demi perlawan yang dilakukan oleh kedua tim ini, Napoli terus menggempur pertahanan lawannya untuk menyamakan gol.

Gemporan serangan para pemain Napoli akhirnya bobol juga gawang kiper Roma pada menit ke-82. Alisson Santos berhasil menggetarkan gawang kiper Roma dan penyelamat timnya menjadi 2-2.

Pertandingan Napoli versus AS Roma berakhir dengan kedudukan sama 2-2, dan hasil berbagi poin ini, Napoli berada di urutan ke-3 dengan mengoleksi 50 poin, sedangkan Roma berada di urutan ke-4 dengan mengoleksi 47 poin klasemen Liga Italia. (S_267)



Komentar

Postingan populer dari blog ini

KPK dan Paradoks Penindakan

Oleh Silahudin Pemerhati Sosial Politik, Dosen FISIP Universitas Nurtanio Bandung SETIAP kali Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT), publik menyambutnya dengan gegap gempita. Nama pejabat publik terpampang di media, jumlah uang yang disita pun menjadi sorotan, dan masyarakat kembali berharap bahwa korupsi akan berkurang. Akan tetapi, harapan itu cepat pudar ketika OTT berikutnya terjadi lagi di lembaga berbeda, dengan pola yang sama. OTT seolah menjadi ritual penindakan yang berulang, bukan alat pencegahan yang efektif. Fenomena ini menimbulkan pertanyaan, apakah KPK telah terjebak dalam peran sebagai algojo hukum semata? Memang, penindakan penting, namun jika tidak diimbangi dengan strategi pencegahan dan perubahan perilaku birokrasi, maka KPK hanya menjadi pemadam kebakaran yang datang setelah api membakar semuanya. Korupsi terus berulang, dan OTT menjadi tontonan yang kehilangan daya cegah. Dalam satu tahun terakhir, KPK telah melakukan lebih ...

Bhayangkara FC Berhasil Kalahkan Tuan Rumah Malut United

  MENJUAL HARAPAN - Bhayangkara FC tandang ke markas Malut United, dan menciptakan kejutan mengalahkan tuan rumah dengan skor gol akhir 2-1. L aga pekan ke-19 BRI Super League musim 2025-2026 ini langsung digelar di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate, Minggu (31/1/2026). M alut United sebagai tim yang berada di papan atas pada duel dengan Bhayangkara FC yang berada di papan tengah, tampak kesulitan mengembangkan permainannya. S ebaliknya, Bhayangkara FC justru mendikte tuan rumah. S erangan demi serangan yang diperagakan Malut United, buntu saat berhadapan dengan hadangan para pemain Bhayangkara FC. Baca juga:  Persis Solo Tumbang di Kandang Sendiri Lawan Persib Bandung B hayangkara FC dengan taktik yang diperagakan melalui serangkaian serangannya, berhasil membobol gawang kiper Malut United pada menit ke-22. Gol keunggulan sementara Bhayangkara FC dicetak oleh Moussa Sidibe. T uan rumah tertingal 0-1, berusaha menyamakan kedudukan dengan serangkaian serangan dari berbagai lini,...

Tatap Pemilu 2029, PDIP Perluas Struktur Rakernas Jadi 7 Komisi

  Foto dok. DPP PDI Perjuangan JAKARTA , MENJUAL HARAPAN   – Bertepatan dengan peringatan HUT ke-53, PDI Perjuangan resmi membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I tahun 2026 di Beach City International Stadium (BCIS), Ancol, Jakarta Utara. Rakernas kali ini tampil beda dengan membawa format organisasi yang lebih gemuk dan substansial dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, mengungkapkan bahwa forum tertinggi partai ini bukan sekadar seremoni, melainkan momentum krusial untuk melakukan evaluasi total melalui kritik dan otokritik. Hal ini dilakukan guna mempertajam arah perjuangan partai dalam menjawab berbagai persoalan bangsa yang kian kompleks. Fokus pada Persoalan Rakyat Langkah nyata dari penguatan struktur ini terlihat dari pembentukan **tujuh komisi kerja**, melonjak signifikan dari format sebelumnya yang biasanya hanya terdiri dari tiga komisi utama. “Penambahan komisi ini adalah bukti bahwa partai menaruh skala priori...