Langsung ke konten utama

Udinese Unggul Lebih Dulu, Sassuolo Petik Kemenangan

MENJUAL HARAPAN - Jalani pekan ke-25 Serie A musim 2025-2026, Udinese menjamu Sassuolo digelar di Stadion Bluenergy pada Minggu (15/2/2026).

Tuan rumah Udinese unggul lebih dahulu pada menit ke-10 lewat sontekan Oumar Solet.

Akan tetapi, jalannya pertanidngan babak pertama terus saling menekan pertahanan lawan, walau hingga turun minum tidak terjadi gol lagi.

Usai jeda, kedua kesebelasan kembali memasuki lapangan. Ambisi kedua tim untuk berhaisl memetik kemenangan tampak dengan slaing menekan dan menyerang membuat ancaman demi ancaman pertahanan lawan.

Namun, aksi demi aksi yang diperagakan oleh pemain tuan rumah, tidak berhasil mencetak gol, dan sementara dengan serangan para pemain Sassuolo merepotkan pemain belakang Udinese.

Serangan pemain Sassuolo berhasil menggetarkan gawang kiper Udinesi pada menit ke-56 yang dicetak oleh Armand Launente, kedudukan menjadi sama 1-1.

Posisi gol sama 1-1, dan tidak lama kemudian pada menit ke-58, pemain Sassuolo, Andrea Pinamonti menggetarkan gawang kiper tuan rumah, sehingga keunggulan terbalik menjadi milik Sassuolo 2-1.


Tuan rumah Udinese posisi tertinggal 1-2, berusaha menyamakan dengan melakukan serangan yang masif ke pertahanan Sassuolo, namun serangannya buntu, karena terus diganggu para pemain Sassuolo.

Sejalan dengan waktu pertandingan makin mendekati detik-detik akhir, posisi kedudukan gol masih belum berubah. Dan akhirnya pertandingan pun dimenangkan oleh Sassuolo dengan skor gol akhir 2-1.

Sassuolo tandang ke markas Udinese dengan petik kemenangan tiga poin dan kini berada di urutan ke-10 dengan ngoleksi 32 poin, begitu juga Udinese ngoleksi 32 poin kalah selisih gol berada di urutan ke-11 klasemen Liga Italia pekan ini. (S_267)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KPK dan Paradoks Penindakan

Oleh Silahudin Pemerhati Sosial Politik, Dosen FISIP Universitas Nurtanio Bandung SETIAP kali Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT), publik menyambutnya dengan gegap gempita. Nama pejabat publik terpampang di media, jumlah uang yang disita pun menjadi sorotan, dan masyarakat kembali berharap bahwa korupsi akan berkurang. Akan tetapi, harapan itu cepat pudar ketika OTT berikutnya terjadi lagi di lembaga berbeda, dengan pola yang sama. OTT seolah menjadi ritual penindakan yang berulang, bukan alat pencegahan yang efektif. Fenomena ini menimbulkan pertanyaan, apakah KPK telah terjebak dalam peran sebagai algojo hukum semata? Memang, penindakan penting, namun jika tidak diimbangi dengan strategi pencegahan dan perubahan perilaku birokrasi, maka KPK hanya menjadi pemadam kebakaran yang datang setelah api membakar semuanya. Korupsi terus berulang, dan OTT menjadi tontonan yang kehilangan daya cegah. Dalam satu tahun terakhir, KPK telah melakukan lebih ...

Bhayangkara FC Berhasil Kalahkan Tuan Rumah Malut United

  MENJUAL HARAPAN - Bhayangkara FC tandang ke markas Malut United, dan menciptakan kejutan mengalahkan tuan rumah dengan skor gol akhir 2-1. L aga pekan ke-19 BRI Super League musim 2025-2026 ini langsung digelar di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate, Minggu (31/1/2026). M alut United sebagai tim yang berada di papan atas pada duel dengan Bhayangkara FC yang berada di papan tengah, tampak kesulitan mengembangkan permainannya. S ebaliknya, Bhayangkara FC justru mendikte tuan rumah. S erangan demi serangan yang diperagakan Malut United, buntu saat berhadapan dengan hadangan para pemain Bhayangkara FC. Baca juga:  Persis Solo Tumbang di Kandang Sendiri Lawan Persib Bandung B hayangkara FC dengan taktik yang diperagakan melalui serangkaian serangannya, berhasil membobol gawang kiper Malut United pada menit ke-22. Gol keunggulan sementara Bhayangkara FC dicetak oleh Moussa Sidibe. T uan rumah tertingal 0-1, berusaha menyamakan kedudukan dengan serangkaian serangan dari berbagai lini,...

Tatap Pemilu 2029, PDIP Perluas Struktur Rakernas Jadi 7 Komisi

  Foto dok. DPP PDI Perjuangan JAKARTA , MENJUAL HARAPAN   – Bertepatan dengan peringatan HUT ke-53, PDI Perjuangan resmi membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I tahun 2026 di Beach City International Stadium (BCIS), Ancol, Jakarta Utara. Rakernas kali ini tampil beda dengan membawa format organisasi yang lebih gemuk dan substansial dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, mengungkapkan bahwa forum tertinggi partai ini bukan sekadar seremoni, melainkan momentum krusial untuk melakukan evaluasi total melalui kritik dan otokritik. Hal ini dilakukan guna mempertajam arah perjuangan partai dalam menjawab berbagai persoalan bangsa yang kian kompleks. Fokus pada Persoalan Rakyat Langkah nyata dari penguatan struktur ini terlihat dari pembentukan **tujuh komisi kerja**, melonjak signifikan dari format sebelumnya yang biasanya hanya terdiri dari tiga komisi utama. “Penambahan komisi ini adalah bukti bahwa partai menaruh skala priori...