Langsung ke konten utama

Serie A: Parma Taklukkan Verona

 

MENJUAL HARAPAN - Parma versus Verona pada pekan ke-25 Liga Italia atau Serie A musim 2025-2026 berlangsung digelar di Stadion Ennio Tardini, Parma, Minggu (15/2/2026).

Kick-off babak pertama, tuan rumah lansung tancap gas, dan pada menit ke-4 Adrain Bernabe, berhasil menggoyangkan gawang kiper Verona.

Gol pembuka keunggulan sementara tuan rumah Parma, tampak tidak menambah golnya lagi di babak pertama, justru terbalaskan oleh serangan para pemain Verona pada menit ke-43. abdou Harrui berhasil menyamakan kedudukan gol menjadi 1-1.

Posisi gol yang sama ini tidak berubah lagi hingga pertandingan babak pertama turun minum.

Istirahat telah berakhir, dan kedua tim kembali ke lapangan, tuan rumah berusaha bangkit untuk memenangkan pertandingan pekan ini.

Baca juga: Udinese Unggul Lebih Dulu, Sassuolo Petik Kemenangan

Silih berganti menekan pertahanan lawannya terus mewarnai pergerakan laga babak kedua ini, akan tetapi belum ada pergerakan bola yang membahayakan gawang masing-masing.

Duel makin sengit saja di tengah babak kedua berlangsung dengan saling jual beli serangan, dan lagi-lagi masih belum menghasilkan gol.

Seiring jalannya waktu pertandingan makin memasuki detik-detik berkahir posisi gol masih sama, dan ada waktu tamabahan.

Waktu tambahan ini dioptimalkan oleh pemain tuan rumah dengan terus menekan pertahanan Verona, dan akhirnya pertahanan dan gawang kiper Verona pada menit ke-90+3 bobol juga oleh tendangan Mateo Pallegrino.

Pertandingan berakhir dengan kemenangan Parma 2-1 Verona, dan Parma berada di urutan ke-12 dengan 29 poin klasemen Serie A pekan ke-25. sedangkan Verona makin tenggelam berada di zona degradasi dengan miliki 15 poin. (S_267)




Komentar

Postingan populer dari blog ini

KPK dan Paradoks Penindakan

Oleh Silahudin Pemerhati Sosial Politik, Dosen FISIP Universitas Nurtanio Bandung SETIAP kali Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT), publik menyambutnya dengan gegap gempita. Nama pejabat publik terpampang di media, jumlah uang yang disita pun menjadi sorotan, dan masyarakat kembali berharap bahwa korupsi akan berkurang. Akan tetapi, harapan itu cepat pudar ketika OTT berikutnya terjadi lagi di lembaga berbeda, dengan pola yang sama. OTT seolah menjadi ritual penindakan yang berulang, bukan alat pencegahan yang efektif. Fenomena ini menimbulkan pertanyaan, apakah KPK telah terjebak dalam peran sebagai algojo hukum semata? Memang, penindakan penting, namun jika tidak diimbangi dengan strategi pencegahan dan perubahan perilaku birokrasi, maka KPK hanya menjadi pemadam kebakaran yang datang setelah api membakar semuanya. Korupsi terus berulang, dan OTT menjadi tontonan yang kehilangan daya cegah. Dalam satu tahun terakhir, KPK telah melakukan lebih ...

Bhayangkara FC Berhasil Kalahkan Tuan Rumah Malut United

  MENJUAL HARAPAN - Bhayangkara FC tandang ke markas Malut United, dan menciptakan kejutan mengalahkan tuan rumah dengan skor gol akhir 2-1. L aga pekan ke-19 BRI Super League musim 2025-2026 ini langsung digelar di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate, Minggu (31/1/2026). M alut United sebagai tim yang berada di papan atas pada duel dengan Bhayangkara FC yang berada di papan tengah, tampak kesulitan mengembangkan permainannya. S ebaliknya, Bhayangkara FC justru mendikte tuan rumah. S erangan demi serangan yang diperagakan Malut United, buntu saat berhadapan dengan hadangan para pemain Bhayangkara FC. Baca juga:  Persis Solo Tumbang di Kandang Sendiri Lawan Persib Bandung B hayangkara FC dengan taktik yang diperagakan melalui serangkaian serangannya, berhasil membobol gawang kiper Malut United pada menit ke-22. Gol keunggulan sementara Bhayangkara FC dicetak oleh Moussa Sidibe. T uan rumah tertingal 0-1, berusaha menyamakan kedudukan dengan serangkaian serangan dari berbagai lini,...

Tatap Pemilu 2029, PDIP Perluas Struktur Rakernas Jadi 7 Komisi

  Foto dok. DPP PDI Perjuangan JAKARTA , MENJUAL HARAPAN   – Bertepatan dengan peringatan HUT ke-53, PDI Perjuangan resmi membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I tahun 2026 di Beach City International Stadium (BCIS), Ancol, Jakarta Utara. Rakernas kali ini tampil beda dengan membawa format organisasi yang lebih gemuk dan substansial dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, mengungkapkan bahwa forum tertinggi partai ini bukan sekadar seremoni, melainkan momentum krusial untuk melakukan evaluasi total melalui kritik dan otokritik. Hal ini dilakukan guna mempertajam arah perjuangan partai dalam menjawab berbagai persoalan bangsa yang kian kompleks. Fokus pada Persoalan Rakyat Langkah nyata dari penguatan struktur ini terlihat dari pembentukan **tujuh komisi kerja**, melonjak signifikan dari format sebelumnya yang biasanya hanya terdiri dari tiga komisi utama. “Penambahan komisi ini adalah bukti bahwa partai menaruh skala priori...