Langsung ke konten utama

PERSIJA TAKLUKKAN PSIM 2-0

MENJUAL HARAPAN - PERSIJA Jakarta, menjamu tim PSIM Yogyakarta pada laga ke-13 yang langsung digelar di Stadion Utama Gelora Bung karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Jumat (28/11/2025.

Duel kedua tim papan atas ini, sangat sengit dimana saling jual beli serangan terus terjadi di babak pertama hingga turun minum tanpa ada satu gol pun terjadi.

Babak kedua dimulai, kedua kesebelasan berusaha bangkit untuk memetik kemenangan, utamanya tuan rumah Macan Kemayoran-sebutan populer untuk Persija Jakarta.

Babak kedua berjalan hingga pertengan bermain, belum juga ada gol yang menggetarkan kedua gawang kiper yang sedang duel. Akan tetapi gol terjadi di menit ke-77 ke gawang kiper PSIM Yogyakarta yang disarangkan oleh Maxwell Souza, dan Persija Jakarta unggul sementara 1-0.

PSIM Yogyakarta tertinggal 0-1, berusaha menyamakan kedudukan gol dengan aksi-aksi serangannya ke pertahanan Persija, akan tetapi kandas.

Pertandingan memasuki akhir waktu normal kedudukan belum alami perubahan gol lagi, namun pada waktu tambahan atau injury time, tuan rumah Persija Jakarta, mencetak gol di menti ke-90+5 lewat tendangan Allano Brendon de Souza Lima, dan Persija unggul 2-0 hingga pertandingan berakhir.

Baca juga: Bhayangkara FC Berhasil Samakan Gol Lawan Persebaya

Persija Jakarta raih tiga poin penuh, dan kini berada di urutan ke-2 dengan 29 poin, sementara PSIM Yogyakarta berada pada posisi ke-4 dengan koleksi 22 poin klasemen sementara BRI Super League 2025-2026 pekan ketiga belas. (S_267)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tatap Pemilu 2029, PDIP Perluas Struktur Rakernas Jadi 7 Komisi

  Foto dok. DPP PDI Perjuangan JAKARTA , MENJUAL HARAPAN   – Bertepatan dengan peringatan HUT ke-53, PDI Perjuangan resmi membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I tahun 2026 di Beach City International Stadium (BCIS), Ancol, Jakarta Utara. Rakernas kali ini tampil beda dengan membawa format organisasi yang lebih gemuk dan substansial dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, mengungkapkan bahwa forum tertinggi partai ini bukan sekadar seremoni, melainkan momentum krusial untuk melakukan evaluasi total melalui kritik dan otokritik. Hal ini dilakukan guna mempertajam arah perjuangan partai dalam menjawab berbagai persoalan bangsa yang kian kompleks. Fokus pada Persoalan Rakyat Langkah nyata dari penguatan struktur ini terlihat dari pembentukan **tujuh komisi kerja**, melonjak signifikan dari format sebelumnya yang biasanya hanya terdiri dari tiga komisi utama. “Penambahan komisi ini adalah bukti bahwa partai menaruh skala priori...

Populisme Fiskal Vs Rasionalitas Teknis: Pelajaran dari Jawa Barat

Gedung Satu (Foto hasil tangkapan layar dari  https://koran.pikiran-rakyat.com ) K risis fiskal Jawa Barat akibat gaya kepemimpinan populis menunjukkan pentingnya keseimbangan antara populisme dan teknokratisme . P opulisme memberi legitimasi politik , dan kedekatan dengan rakyat, sementara teknokratisme menjaga rasionalitas, akuntabilitas, dan keberlanjutan kebijakan. Tanpa sintesis keduanya, populisme berisiko jatuh pada janji berlebihan tanpa realisasi, sedangkan teknokratisme murni bisa kehilangan dukungan rakyat. Kepala daerah idealnya merangkul rakyat sekaligus disiplin fiskal agar kebijakan tetap populer, efektif, dan berkelanjutan. Oleh: Silahudin Dosen FISIP Universitas Nurtanio Bandung   MENJUAL HARAPAN - KEGAGALAN Pemerintah Provinsi Jawa Barat membayar kontraktor sebesar Rp 621 miliar pada akhir tahun anggaran 2025, bukan sekadar angka di neraca keuangan. Hal ini, cermin besar yang memperlihatkan bagaimana gaya kepemimpinan populis, meski mampu membangun kedekatan ...

PEMBAJAKAN KEDAULATAN

Serangan AS ke Venezuela (Foto hasil tangkapan layar dari https://www.kbknews.id/) MENJUAL HARAPAN - Sejarah hubungan internasional , baru saja mencatat tinta hitam yang paling kelam di awal tahun 2026. Tindakan pemerintahan Donald Trump yang menginstruksikan operasi militer untuk menangkap kepala negara berdaulat di tanahnya sendiri , bukan lagi sekadar kebijakan luar negeri yang keras, melainkan sebuah anarkisme global. Apa yang terjadi di Caracas bukanlah sebuah pembebasan, melainkan "pembajakan kedaulatan" secara terang-terangan yang merobek paksa Piagam PBB dan prinsip-prinsip dasar kemanusiaan. Narasi yang dibangun Washington sangatlah klasik: penegakan hukum terhadap narko-terorisme dan perlindungan hak asasi manusia. Akan tetapi, d i balik tuduhan hukum tersebut, terdapat nafsu lama untuk mengamankan cadangan minyak terbesar di dunia. Trump tidak sedang bertindak sebagai polisi dunia, melainkan sebagai eksekutor kepentingan korporasi yang menggunakan kekuatan militer ...