Langsung ke konten utama

Bhayangkara FC Berhasil Samakan Gol Lawan Persebaya

MENJUAL HARAPAN - BHAYANGKARA Presisi Lampung FC, berhasil menyamakan kedudukan 1-1 atas lawannya Persebaya Surabaya yang digelar di Stadion Sumpah Pemuda PKOR Way Halim, Bandarlampung, Jumat (28/11/2025).

Duel kedua kesebelasan ini sejak awal babak pertama hingga babak kedua terus saling memberi tekanan terhadap pertahanan lawannya, namun tidak membuahkan gol satu sama lainnya.

Persebaya Surabaya, terus melakukan tekanan terhadap pertahanan tuan rumah, dan tekanan yang terus menerus dilakukan para pemain Persebaya, mengakibatkan pemain Bhayangkara FC melalukan gol bunuh diri di menit ke-82, sehingga kedudukan berubah menjadi keunggulan sementara Persebaya 1-0 atas tuan rumah.

Usai tertinggal, Bhayangkara berusaha bangkit melakukan aksi-aksi serangannya dari berbagai lini di menit-menit terakhir babak kedua, dan penyerang Dendi Sulystiawan berhasil menyamakan kedudukan di menit injury time, menit ke-90+8.

Baca juga: Pekan ke-13 BRI Super League 2025/2026: PSBS Biak Vs Persijap, dan Persik Vs Semen Padang

Kedudukan menjadi 1-1, namun waktu jua yang mengakhiri pertandingan lanutan BRI Super League 2025-2026.

Hasil berbagi poin ini, Bhayangkara FC berada pada posisi ke-7 dengan koleksi 19 poin, sementara Persebaya Surabaya berada di urutan ke-8 dengan koleksi 17 poin. (S_267)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tatap Pemilu 2029, PDIP Perluas Struktur Rakernas Jadi 7 Komisi

  Foto dok. DPP PDI Perjuangan JAKARTA , MENJUAL HARAPAN   – Bertepatan dengan peringatan HUT ke-53, PDI Perjuangan resmi membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I tahun 2026 di Beach City International Stadium (BCIS), Ancol, Jakarta Utara. Rakernas kali ini tampil beda dengan membawa format organisasi yang lebih gemuk dan substansial dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, mengungkapkan bahwa forum tertinggi partai ini bukan sekadar seremoni, melainkan momentum krusial untuk melakukan evaluasi total melalui kritik dan otokritik. Hal ini dilakukan guna mempertajam arah perjuangan partai dalam menjawab berbagai persoalan bangsa yang kian kompleks. Fokus pada Persoalan Rakyat Langkah nyata dari penguatan struktur ini terlihat dari pembentukan **tujuh komisi kerja**, melonjak signifikan dari format sebelumnya yang biasanya hanya terdiri dari tiga komisi utama. “Penambahan komisi ini adalah bukti bahwa partai menaruh skala priori...

Populisme Fiskal Vs Rasionalitas Teknis: Pelajaran dari Jawa Barat

Gedung Satu (Foto hasil tangkapan layar dari  https://koran.pikiran-rakyat.com ) K risis fiskal Jawa Barat akibat gaya kepemimpinan populis menunjukkan pentingnya keseimbangan antara populisme dan teknokratisme . P opulisme memberi legitimasi politik , dan kedekatan dengan rakyat, sementara teknokratisme menjaga rasionalitas, akuntabilitas, dan keberlanjutan kebijakan. Tanpa sintesis keduanya, populisme berisiko jatuh pada janji berlebihan tanpa realisasi, sedangkan teknokratisme murni bisa kehilangan dukungan rakyat. Kepala daerah idealnya merangkul rakyat sekaligus disiplin fiskal agar kebijakan tetap populer, efektif, dan berkelanjutan. Oleh: Silahudin Dosen FISIP Universitas Nurtanio Bandung   MENJUAL HARAPAN - KEGAGALAN Pemerintah Provinsi Jawa Barat membayar kontraktor sebesar Rp 621 miliar pada akhir tahun anggaran 2025, bukan sekadar angka di neraca keuangan. Hal ini, cermin besar yang memperlihatkan bagaimana gaya kepemimpinan populis, meski mampu membangun kedekatan ...

PEMBAJAKAN KEDAULATAN

Serangan AS ke Venezuela (Foto hasil tangkapan layar dari https://www.kbknews.id/) MENJUAL HARAPAN - Sejarah hubungan internasional , baru saja mencatat tinta hitam yang paling kelam di awal tahun 2026. Tindakan pemerintahan Donald Trump yang menginstruksikan operasi militer untuk menangkap kepala negara berdaulat di tanahnya sendiri , bukan lagi sekadar kebijakan luar negeri yang keras, melainkan sebuah anarkisme global. Apa yang terjadi di Caracas bukanlah sebuah pembebasan, melainkan "pembajakan kedaulatan" secara terang-terangan yang merobek paksa Piagam PBB dan prinsip-prinsip dasar kemanusiaan. Narasi yang dibangun Washington sangatlah klasik: penegakan hukum terhadap narko-terorisme dan perlindungan hak asasi manusia. Akan tetapi, d i balik tuduhan hukum tersebut, terdapat nafsu lama untuk mengamankan cadangan minyak terbesar di dunia. Trump tidak sedang bertindak sebagai polisi dunia, melainkan sebagai eksekutor kepentingan korporasi yang menggunakan kekuatan militer ...