Langsung ke konten utama

Pekan ke-13 BRI Super League 2025/2026: PSBS Biak Vs Persijap, dan Persik Vs Semen Padang

MENJUAL HARAPAN - PEKAN ke-13 BRI Super League 2025-2026 pada Kamis (27/11/2025) menyuguhkan pertandingan antara PSBS Biak berhadapan dengan Persijap, dan Persik melawan Semen Padang.

PSBS Biak berhasil raih kemenangan dengan skor gol akhir 3-2 atas Persijap Jepara.

Tiga gol PSBS Biak berturut-turut dicetak pada babak pertama menit ke-7 oleh Ruyery Blanco, Luquinhas Luquinhas pada menit ke-53 melalui tendangan penalti, dan Heri Susanto di menit ke-60.

Sementara, dua gol balasan Persijap terjadi pada menit ke-37 oleh Franca, dan menit ke-76 oleh Diogo Araujo Brito melalui tendangan penalti.

Namun, Persijap harus kehilangan pemainnya yaitu Franca karena didapat hukuman kartu merah oleh wasit di menit ke-72.

Hasil ini, PSBS Biak berada di urutan ke-14 dengan koleksi 12 poin, sedangkan Persijap Jepara berada di posisi ke-16 dengan koleksi 8 poin.

Adapun pada pertandingan Persik berhadapan dengan Semen Padang yang bergulir di Stadion Brawijia, Kamis sore, berakhir dimenangkan oleh tuan rumah Persik dengan skor gol 2-1.

Dua gol Persik Kediri terjadi diraih pada menit ke-16 lewat tendangan Jose Enrique dan menit ke-34 oleh Erza Wallian. Sedangkan gol balasan Semen Padang terjadi pada babak kedua menit ke-77 lewat tendangan Samuel Christianson Simanjuntak.

Tiga poin diraih Persik Kediri pada laga pekan ke-13 ini membawa pada posisi ke-11 dengan koleksi 15 poin, sedangkan Semen Padang berada di zona degradasi dengan 7 poin. (S_267)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tatap Pemilu 2029, PDIP Perluas Struktur Rakernas Jadi 7 Komisi

  Foto dok. DPP PDI Perjuangan JAKARTA , MENJUAL HARAPAN   – Bertepatan dengan peringatan HUT ke-53, PDI Perjuangan resmi membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I tahun 2026 di Beach City International Stadium (BCIS), Ancol, Jakarta Utara. Rakernas kali ini tampil beda dengan membawa format organisasi yang lebih gemuk dan substansial dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, mengungkapkan bahwa forum tertinggi partai ini bukan sekadar seremoni, melainkan momentum krusial untuk melakukan evaluasi total melalui kritik dan otokritik. Hal ini dilakukan guna mempertajam arah perjuangan partai dalam menjawab berbagai persoalan bangsa yang kian kompleks. Fokus pada Persoalan Rakyat Langkah nyata dari penguatan struktur ini terlihat dari pembentukan **tujuh komisi kerja**, melonjak signifikan dari format sebelumnya yang biasanya hanya terdiri dari tiga komisi utama. “Penambahan komisi ini adalah bukti bahwa partai menaruh skala priori...

Populisme Fiskal Vs Rasionalitas Teknis: Pelajaran dari Jawa Barat

Gedung Satu (Foto hasil tangkapan layar dari  https://koran.pikiran-rakyat.com ) K risis fiskal Jawa Barat akibat gaya kepemimpinan populis menunjukkan pentingnya keseimbangan antara populisme dan teknokratisme . P opulisme memberi legitimasi politik , dan kedekatan dengan rakyat, sementara teknokratisme menjaga rasionalitas, akuntabilitas, dan keberlanjutan kebijakan. Tanpa sintesis keduanya, populisme berisiko jatuh pada janji berlebihan tanpa realisasi, sedangkan teknokratisme murni bisa kehilangan dukungan rakyat. Kepala daerah idealnya merangkul rakyat sekaligus disiplin fiskal agar kebijakan tetap populer, efektif, dan berkelanjutan. Oleh: Silahudin Dosen FISIP Universitas Nurtanio Bandung   MENJUAL HARAPAN - KEGAGALAN Pemerintah Provinsi Jawa Barat membayar kontraktor sebesar Rp 621 miliar pada akhir tahun anggaran 2025, bukan sekadar angka di neraca keuangan. Hal ini, cermin besar yang memperlihatkan bagaimana gaya kepemimpinan populis, meski mampu membangun kedekatan ...

PEMBAJAKAN KEDAULATAN

Serangan AS ke Venezuela (Foto hasil tangkapan layar dari https://www.kbknews.id/) MENJUAL HARAPAN - Sejarah hubungan internasional , baru saja mencatat tinta hitam yang paling kelam di awal tahun 2026. Tindakan pemerintahan Donald Trump yang menginstruksikan operasi militer untuk menangkap kepala negara berdaulat di tanahnya sendiri , bukan lagi sekadar kebijakan luar negeri yang keras, melainkan sebuah anarkisme global. Apa yang terjadi di Caracas bukanlah sebuah pembebasan, melainkan "pembajakan kedaulatan" secara terang-terangan yang merobek paksa Piagam PBB dan prinsip-prinsip dasar kemanusiaan. Narasi yang dibangun Washington sangatlah klasik: penegakan hukum terhadap narko-terorisme dan perlindungan hak asasi manusia. Akan tetapi, d i balik tuduhan hukum tersebut, terdapat nafsu lama untuk mengamankan cadangan minyak terbesar di dunia. Trump tidak sedang bertindak sebagai polisi dunia, melainkan sebagai eksekutor kepentingan korporasi yang menggunakan kekuatan militer ...