Langsung ke konten utama

UEFA Europa League 2025/2026: Celta Kalahkan PAOK, Nottingham Forens Dikalahkan Midtjylland

 


MENJJUAL HARAPAN - Laga UEFA Europa League atau Liga Eropa UEFA musim 2025/2026 pertandingan ke-2 dari 8 kali tanding menyuguhkan  Celta versus PAOK, dan Nottingham Forest berhadapan dengan Midtjylland.

Celta berhasil petik kemenangan dengan skor gol akhir 3-1 atas PAOK, sementara Nottingham Forest dikalahkan Midtjylland dengan skor gol 2-3.

Celta yang menjamu PAOK di Stadion Balaidos (3/10/2025) terlebih dahulu kecolongan gawang kipernya di enit ke-37, dan menjadi keunggulan sementara PAOK yang disumbangkan oleh Goirgos Giakoumakis, dan tuan rumah Celta baru mampu menyamakan kedudukan menjadi sama 1-1 pada menit ke-45+2 yang dicetak pemainnya Lago Aspas.

Kedudukan sama 1-1 ini berakhir hingga turun minum, dan di babak kedua tuan rumah mampu membalikkan keadaan, dimana Celta berhasil menggetarkan gawang kiper PAOK pada menit ke-53 lewat tendangan Borja Iglesias, kemudian pada menit ke-70 Celte kembali menggoyangkan gawang kiper PAOK. Gol ketiga Celte dicetak oleh Willot Swedberg.

Pada pertandingan lain, Nottingham Forest kontra Midtylland berlangsung di City Ground (3/10/2025). Nottingham Forest lebih dahulu kebobolan gawang kipernya pada menit ke-18, kendati mampu menyamakannya pada menit ke-22, akan tetapi pada menit ke-24 kembali kebobolan, dan skor di babak pertama 1-2 hingga turun minum.

Tiga gol babak pertama masing-masing diraih Nottingham Forest 1 gol yang dicetak oleh Dan Ndoye, sedangkan dua gol menjadi keunggulan sementara Midtylland yang dicetak oleh Ousmane Diao dan Mad Bech Sorensen.

Pada babak kedua, kembali Nottingham Forest kecolongan gawangnya pada menit ke-88 yang dicetak pemain Midtylland Valdemar Andreasen. Sehingga membaga Midtylland unggul kembali mengoleksi 3-1.

Namun, Nottingham Forest berhasil memperkecil ketertinggalannya pada waktu tambahan yaitu menit ke-90+3 melalui tendangan penalti. Tendangan penalti ini dipercayakan pada Chris Wood, sehingga kedudukan akhir menjadi 2-3.

Klasemen 

Hasil pertandingan pekan kedua dari delapan kali tanding, Celti kini berada di urutan ke-15 dengan koleksi 3 poin, sementara PAOK berada di posisi ke-29 dengan 1 poin klasemen Liga Eropa pekan kedua.  

Begitu juga dengan Nottengham Forest berada di urutan ke-25 dengan koleksi 1 poin, sementara Midtylland nempati posisi kedua dengan ngoleksi 6 poin klasemen UEFA Eropa League 2025/2026. (S_267)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Di Balik Saklar yang Padam: Jeritan Ekonomi Akar Rumput dan Gugatan atas Ketahanan Energi

Foto hasil tangkapan layar dari ekbis.sindonews.com MENJUAL HARAPAN — Isu pemadaman listrik hari-hari ini, bukan sekadar masalah teknis transmisi, atau gangguan pasokan batu bara. Ini adalah potret kerentanan social, dimana mati lampu menjadi “badai” kecil yang menghantam ruang domistik keluarga, dan memutus urat nadi ekonomi wong cilik . Bagi korporasi besar, pemadaman listrik mungkin hanya berarti deru genset cadangan yang mulai menyala. Namun bagi masyarakat bawah dan pelaku usaha mikro, padamnya aliran listrik adalah interupsi massal yang merenggut pendapatan harian hingga mengacaukan ruang domestik keluarga. Fenomena pemadaman listrik bergilir yang melanda Pulau Jawa dalam beberapa pekan terakhir memicu sorotan tajam dari parlemen. Ketua DPR RI Puan Maharani mendesak PT PLN (Persero) tidak hanya berfokus pada perbaikan teknis, melainkan wajib memitigasi dampak sosial-ekonomi yang nyata dirasakan masyarakat. “Pemadaman listrik bergilir yang cukup besar ini menyentuh aspek pr...

Refleksi Historis, dan Legitimasi Kepemimpinan

MENJUAL HARAPAN - Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya dihadapan Sidang Tahunan MPR RI, 15 Agustus 2025, menjahit masa lalu, masa kini, dan aspirasi masa depan sebagai benang legitimiasi. Presiden dalam pidatonya membuka ruang historis, yaitu Proklamasi 17 Agustus 1945 diposisikan sebagai “momen penting dalam perjuangan panjang bangsa ini…,” titik asal yang terus “menggali” tugas-tugas kenegaraan yang belum tuntas. Dengan begitu, sejarah bukan sekadar arsip, melainkan sumber daya simbolik yang ditarik ke masa kini untuk meneguhkan mandat (ingat, mandat tak hanya lahir dari suara, tetapi juga dari narasi). Dalam kerangka sosiologi politik, ini serupa dengan apa yang Benedict Anderson sebut sebagai komunitas imajiner   ke-kitaan   yang diproduksi oleh kisah bersama dan ritus kebangsaan, tempat Proklamasi berfungsi sebagai “mitos pendiri” yang mempersatukan (Anderson, 2016). Lapisan kedua legitimasi dibangun melalui klaim kontinuitas , yaitu  penghormatan kepada para p...

Paradoks Parpol Koalisi Versus Nalar Kritis PDI Perjuangan

Oleh: Silahudin * ) MENJUAL HARAPAN - Atmosfer politik nasional belakangan ini kian gerah, suhunya makin memanas bukan karena anomali cuaca, akan tetapi karena suhu ketegangan yang mendidih antara partai-partai koalisi pemerintah dengan PDI Perjuangan (PDIP). Genderang perang urat syaraf terus ditabuh di hadapan publik. Sindiran, deklarasi ketidaknyamanan, hingga reaksi defensif yang agresif dari lingkaran koalisi penguasa, seolah membenarkan sebuah pameo klasik, bahwa kekuasaan cenderung alergi terhadap cermin yang jernih. Fenomena "kebakaran jenggot" yang diperlihatkan oleh partai-partai koalisi pemerintah terhadap posisi kritis PDIP sebagai partai penyeimbang (atau oposisi faktual) memicu sebuah pertanyaan fundamental, mengapa sebuah rezim dengan legitimasi mayoritas begitu rapuh dan gusar menghadapi satu suara kritis? Kuat di Parlemen, Rapuh di Ruang Publik Memang, diakui atau tidak secara kalkulasi matematika politik, koalisi pemerintah saat ini memegang kend...