Langsung ke konten utama

Sorotan Laga Pekan Kesembilan Serie A 2025/2026


MENJUAL HARAPAN - Pekan kesembilan Serie A 2025/2026 menyuguhkan drama dan kejutan: Cagliari tumbang dari Sassuolo, Pisa tahan Lazio tanpa gol, dan Napoli tetap kokoh di puncak klasemen.

1. Cagliari vs Sassuolo: Derita di Sardegna Arena

Cagliari kembali gagal memanfaatkan laga kandang, takluk dari Sassuolo yang tampil lebih klinis dan disiplin.

Sassuolo mencetak gol kemenangan lewat Jay Idzes, bek tengah yang tampil impresif dan membawa timnya naik ke papan atas.

Kekalahan ini membuat Cagliari semakin terpuruk di zona degradasi, memperpanjang tren negatif mereka.

2. Pisa vs Lazio: Kebuntuan di Arena Garibaldi

Laga antara tim promosi Pisa dan Lazio berakhir tanpa gol, meski kedua tim menciptakan sejumlah peluang.

Lazio gagal memanfaatkan dominasi penguasaan bola dan penyelesaian akhir yang buruk membuat mereka kehilangan dua poin penting.

Pisa menunjukkan ketangguhan sebagai tim debutan, menahan klub besar dengan pertahanan rapat dan semangat juang tinggi.

3. Klasemen Sementara Serie A Pekan Kesembilan (Top 10)

KLUB

T

M

S

K

POIN

1. Napoli

9

7

0

2

21

2. Roma

9

7

0

2

21

3. Inter

9

6

0

3

18

4. Milan

9

5

3

1

18

5. Como

9

4

4

1

16

6. Bologna

9

4

3

2

15

7. Juventus

9

4

3

2

15

8. Cremonese

9

3

5

1

14

9. Atalanta

9

4

1

4

13

10. Sassuolo

9

4

1

4

13

Catatan

Pekan kesembilan Serie A memperlihatkan ketatnya persaingan di papan atas, dengan Napoli, Roma, dan Inter saling salip di klasemen. Di sisi lain, tim-tim seperti Cagliari dan Lecce mulai menunjukkan tanda-tanda krisis performa. Laga Pisa vs Lazio menjadi simbol bahwa tidak ada lawan mudah di Serie A musim ini—bahkan tim promosi mampu mencuri poin dari klub elite.

Jika tren ini berlanjut, kita bisa mengantisipasi perebutan Scudetto yang lebih dramatis dari musim-musim sebelumnya. Serie A 2025/2026 bukan hanya soal nama besar, tapi juga tentang konsistensi dan keberanian tim-tim kecil. (S_267)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PEMBAJAKAN KEDAULATAN

Serangan AS ke Venezuela (Foto hasil tangkapan layar dari https://www.kbknews.id/) MENJUAL HARAPAN - Sejarah hubungan internasional , baru saja mencatat tinta hitam yang paling kelam di awal tahun 2026. Tindakan pemerintahan Donald Trump yang menginstruksikan operasi militer untuk menangkap kepala negara berdaulat di tanahnya sendiri , bukan lagi sekadar kebijakan luar negeri yang keras, melainkan sebuah anarkisme global. Apa yang terjadi di Caracas bukanlah sebuah pembebasan, melainkan "pembajakan kedaulatan" secara terang-terangan yang merobek paksa Piagam PBB dan prinsip-prinsip dasar kemanusiaan. Narasi yang dibangun Washington sangatlah klasik: penegakan hukum terhadap narko-terorisme dan perlindungan hak asasi manusia. Akan tetapi, d i balik tuduhan hukum tersebut, terdapat nafsu lama untuk mengamankan cadangan minyak terbesar di dunia. Trump tidak sedang bertindak sebagai polisi dunia, melainkan sebagai eksekutor kepentingan korporasi yang menggunakan kekuatan militer ...

Populisme Fiskal Vs Rasionalitas Teknis: Pelajaran dari Jawa Barat

Gedung Satu (Foto hasil tangkapan layar dari  https://koran.pikiran-rakyat.com ) K risis fiskal Jawa Barat akibat gaya kepemimpinan populis menunjukkan pentingnya keseimbangan antara populisme dan teknokratisme . P opulisme memberi legitimasi politik , dan kedekatan dengan rakyat, sementara teknokratisme menjaga rasionalitas, akuntabilitas, dan keberlanjutan kebijakan. Tanpa sintesis keduanya, populisme berisiko jatuh pada janji berlebihan tanpa realisasi, sedangkan teknokratisme murni bisa kehilangan dukungan rakyat. Kepala daerah idealnya merangkul rakyat sekaligus disiplin fiskal agar kebijakan tetap populer, efektif, dan berkelanjutan. Oleh: Silahudin Dosen FISIP Universitas Nurtanio Bandung   MENJUAL HARAPAN - KEGAGALAN Pemerintah Provinsi Jawa Barat membayar kontraktor sebesar Rp 621 miliar pada akhir tahun anggaran 2025, bukan sekadar angka di neraca keuangan. Hal ini, cermin besar yang memperlihatkan bagaimana gaya kepemimpinan populis, meski mampu membangun kedekatan ...

Tatap Pemilu 2029, PDIP Perluas Struktur Rakernas Jadi 7 Komisi

  Foto dok. DPP PDI Perjuangan JAKARTA , MENJUAL HARAPAN   – Bertepatan dengan peringatan HUT ke-53, PDI Perjuangan resmi membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I tahun 2026 di Beach City International Stadium (BCIS), Ancol, Jakarta Utara. Rakernas kali ini tampil beda dengan membawa format organisasi yang lebih gemuk dan substansial dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, mengungkapkan bahwa forum tertinggi partai ini bukan sekadar seremoni, melainkan momentum krusial untuk melakukan evaluasi total melalui kritik dan otokritik. Hal ini dilakukan guna mempertajam arah perjuangan partai dalam menjawab berbagai persoalan bangsa yang kian kompleks. Fokus pada Persoalan Rakyat Langkah nyata dari penguatan struktur ini terlihat dari pembentukan **tujuh komisi kerja**, melonjak signifikan dari format sebelumnya yang biasanya hanya terdiri dari tiga komisi utama. “Penambahan komisi ini adalah bukti bahwa partai menaruh skala priori...