Langsung ke konten utama

Menembus Ketimpangan Mutu Kampus Daerah dan Menagih Evaluasi Syarat Jurnal Internasional

MENJUAL HARAPAN – Ketimpangan kualitas pendidikan tinggi antara pusat dan daerah masih menjadi tantangan serius bagi pemerataan pembangunan SDM nasional. Jika tidak ditangani secara sistematis, ketimpangan ini tak hanya memicu brain drain dari daerah, tetapi juga memicu laju urbanisasi yang kian membebani kota-kota besar.

Merespons persoalan tersebut, Anggota Komisi X DPR RI, Muslimin Bando, menegaskan pentingnya memperkuat peran strategis Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) di kawasan daerah. Pernyataan ini disampaikannya seusai mengikuti Kunjungan Kerja Reses Komisi X DPR RI ke Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (24/7/2026).

Menurut politisi Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut, LLDIKTI merupakan ujung tombak dalam melakukan pembinaan, pendampingan, hingga akselerasi peningkatan akreditasi perguruan tinggi swasta maupun daerah.

"LLDIKTI ini jangan diabaikan, karena yang akan membantu atau mengakreditasi sekolah-sekolah di daerah itu, terutama perguruan tinggi, adalah di bawah tanggung jawab LLDIKTI," kata Muslimin Bando sebagaimana dikutip dpr.go.id (26/7/2026).

Kampus Daerah Bertaji, Tekan Laju Urbanisasi

Penguatan akreditasi kampus di daerah bukan sekadar masalah peringkat administratif, melainkan instrumen sosial untuk membendung eksodus generasi muda ke kota-kota besar. Kampus daerah yang terakreditasi baik akan memberikan kepastian mutu bagi calon mahasiswa lokal.

"Kalau akreditasi perguruan tinggi itu rendah, tentu menjadi pertimbangan anak untuk masuk kuliah. Kita berharap perguruan tinggi di daerah bisa membantu menekan laju urbanisasi ke kota. Kalau akreditasinya bagus, mengapa anak-anak kita harus tinggal di kota yang sekarang sangat padat," ujar legislator asal Dapil Sulawesi Selatan III ini.

Kritik Regulasi: Syarat Jurnal Internasional Penyebab Kemacetan Kelulusan Doktor

Tak hanya menyoroti kelembagaan LLDIKTI, mantan pendidik yang telah berkiprah selama tiga dekade ini juga melayangkan kritik terbuka kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Muslimin mendesak pemerintah mengevaluasi secara menyeluruh kewajiban publikasi di jurnal internasional bereputasi sebagai syarat kelulusan program doktoral (S3).

Regulasi yang terlampau rigid tersebut dinilai menjadi benang kusut yang menghambat lahirnya doktor-doktor baru di daerah, termasuk di Sulawesi Selatan. Padahal, keberadaan pengajar bergelar doktor merupakan elemen krusial dalam mendongkrak mutu akademis dan akreditasi perguruan tinggi daerah.

"Kalau kita bertemu yang sudah beberapa tahun kuliah S3 tetapi belum selesai, hampir sama semua jawabannya, yakni terkendala di jurnal internasional. Kemdiktisaintek perlu mengevaluasi kembali mengapa persyaratan ini harus menjadi syarat untuk menjadi seorang doktor," tegasnya.

Muslimin menutup pandangannya dengan mengingatkan bahwa kunci utama kemajuan sebuah bangsa—maupun daerah seperti Sulawesi Selatan—sangat bergantung pada keberanian mereformasi dan memajukan ekosistem pendidikannya. (*S_267)

 

Sumber Berita Resmi: dpr.go.id “Muslimin Bando: Penguatan LLDIKTI Kunci Tingkatkan Daya Saing Perguruan Tinggi Daerah" (diakses dan dikonstruksi ulang, 27/7/20260


Baca juga:

Estafet Kepemimpinan Bank Indonesia di Tengah Ujian Stabilitas Moneter 

Menjaga Desa Adat dari Jebakan Administrasi Keuangan Negara

Menjaga Roh Desa Adat Bali Lewat Optimalisasi Dana Desa

Presiden Prabowo Subianto Lantik Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional 

Donny Ernawan dan Yos Sunitiyoso Dilantik sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Universitas Republik Indonesia

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Presiden Prabowo Subianto Lantik Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional

  Presiden Prabowo Subianto lantik Sudaryono sebagai BGNdi Istana Negara, Jakarta, pada Rabu, 22 Juli 2026. Foto: BPMI Setpres/Cahyo   MENJUAL HARAPAN — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara resmi melantik Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu (22/7/2026) sore . Pelantikan ini menandai dimulainya kepemimpinan baru di lingkungan BGN untuk memperkuat akselerasi dan pelaksanaan program strategis Makan Bergizi Gratis (MBG) . Pengangkatan Sudaryono tertuang dalam Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 78/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala Badan Gizi Nasional . Dalam prosesi tersebut, Presiden Prabowo memandu langsung pengambilan sumpah jabatan yang diucapkannya secara khidmat oleh pejabat terlantik . “Bahwa saya, akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Repub lik Indonesia tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi...

Paradoks Parpol Koalisi Versus Nalar Kritis PDI Perjuangan

Oleh: Silahudin * ) MENJUAL HARAPAN - Atmosfer politik nasional belakangan ini kian gerah, suhunya makin memanas bukan karena anomali cuaca, akan tetapi karena suhu ketegangan yang mendidih antara partai-partai koalisi pemerintah dengan PDI Perjuangan (PDIP). Genderang perang urat syaraf terus ditabuh di hadapan publik. Sindiran, deklarasi ketidaknyamanan, hingga reaksi defensif yang agresif dari lingkaran koalisi penguasa, seolah membenarkan sebuah pameo klasik, bahwa kekuasaan cenderung alergi terhadap cermin yang jernih. Fenomena "kebakaran jenggot" yang diperlihatkan oleh partai-partai koalisi pemerintah terhadap posisi kritis PDIP sebagai partai penyeimbang (atau oposisi faktual) memicu sebuah pertanyaan fundamental, mengapa sebuah rezim dengan legitimasi mayoritas begitu rapuh dan gusar menghadapi satu suara kritis? Kuat di Parlemen, Rapuh di Ruang Publik Memang, diakui atau tidak secara kalkulasi matematika politik, koalisi pemerintah saat ini memegang kend...

Donny Ernawan dan Yos Sunitiyoso Dilantik sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Universitas Republik Indonesia

Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik Donny Ermawan dan Yos Sunitiyoso sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Universitas Republik Indonesia (URI) di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu, 22 Juli 2026. Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr MENJUAL HARAPAN JAKARTA — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara resmi melantik Donny Ermawan Taufanto dan Yos Sunitiyoso masing-masing sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Universitas Republik Indonesia (URI) . Prosesi pelantikan berlangsung khidmat di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu (22/7/2026) sore . Pengangkatan kedua pimpinan perguruan tinggi tersebut didasarkan pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 80/P Tahun 2026 tentang Pengangkatan Gubernur dan Wakil Gubernur Universitas Republik Indonesia . Dalam prosesi pengucapan sumpah jabatan yang dipandu langsung oleh Presiden Prabowo, kedua pejabat yang dilantik menegaskan komitmen mereka untuk menjalankan amanah dengan penuh integri tas dan tanggung jawab . “Bahwa saya ...