MENJUAL HARAPAN - Duel babak grup, Grup G Belgia
berhadapan lawan Iran yang berlangsung digelar di Stadion Los Angeles, Senin
WIB (22/6/2026), dan pertandingan ini berakhir tanpa gol.
Memang, hasil imbang ini, bukan sekadar tanpa gol biasa. Ini adalah drama
taktikal, sebuah benturan filosofi yang mempertemukan dominasi frustrasi dengan
keteguhan pertahanan yang luar biasa.
Skor 0-0 mungkin terlihat membosankan di papan skor bagi penonton
kasual, namun menyajikan ketegangan tingkat tinggi dari matchday kedua Grup G.
Tembok Kokoh Bernama Alireza
Beiranvand
Jika ada satu nama yang layak
disebut sebagai pahlawan yang menggagalkan ambisi The Red Devils, dia
adalah kiper Iran, Alireza Beiranvand.
Terpilih sebagai Player of the Match, Beiranvand melakukan 7 penyelamatan krusial.
Belgia turun dengan kekuatan
penuh di lini depan, memasang Romelu Lukaku sejak menit awal yang ditopang oleh
visi bermain Kevin De Bruyne.
Di atas kertas, Belgia
mendominasi jalannya pertandingan:
Penguasaan Bola: Belgia mencatatkan hingga 68% penguasaan
bola.
Agresivitas: Anak asuh Rudi Garcia melepaskan total 22
tembakan dengan 7 di antaranya tepat sasaran.
Kendati begitu, setiap kali bola
mengarah ke gawang, Beiranvand selalu berada di posisi yang tepat. Penyelamatan
refleksnya yang paling ikonik terjadi di babak kedua saat mementahkan peluang
emas jarak dekat dari Maxim De Cuyper yang membuat Lukaku di lini depan hanya
bisa menggelengkan kepala tidak percaya.
Drama VAR dan Ancaman Nyata
"Team Melli"
Iran, yang dilatih oleh Amir
Ghalenoei, tidak sekadar datang untuk bertahan total. Mereka bermain sangat
disiplin, kompak, dan mematikan dalam skema serangan balik cepat serta situasi
bola mati.
Bahkan, publik Los Angeles
sempat bergemuruh pada menit ke-25 ketika kapten Iran, Mehdi Taremi,
berhasil mengoyak jala Thibaut Courtois memanfaatkan skema tendangan bebas
cerdik dari Ehsan Hajsafi. Sayangnya bagi Iran, setelah peninjauan VAR,
gol tersebut dianulir karena Taremi telah terjebak posisi offside
terlebih dahulu sebelum melepaskan tembakan.
Kartu Merah Nathan Ngoy yang
Mengubah Alur
Memasuki pertengahan babak
kedua, intensitas pertandingan semakin memuncak. Petaka bagi Belgia datang pada
menit ke-66. Berawal dari kesalahan kontrol bola, bek muda Belgia, Nathan
Ngoy, kehilangan momentum dan terpaksa menjatuhkan Mehdi Taremi yang sudah
bebas berlari menuju gawang dalam situasi clear goal-scoring opportunity.
Wasit tanpa ragu langsung
mengacungkan kartu merah langsung untuk Ngoy. Bermain dengan 10 orang
memaksa Rudi Garcia menarik keluar Lukaku untuk memasukkan Arthur Theate demi
menyeimbangkan lini belakang. Di sisa waktu, Iran mencoba memanfaatkan
keunggulan jumlah pemain, namun mereka memilih tetap disiplin dan tidak
ceroboh, mengamankan satu poin yang sangat berharga.
Catatan Sejarah Thibaut Courtois
Di balik rasa frustrasi lini
depan Belgia, penjaga gawang mereka, Thibaut Courtois, mengukir tinta
emas dalam sejarah sepak bola negaranya. Tampilnya Courtois dalam laga ini
membuatnya menyamai rekor legenda legendaris Belgia, Enzo Scifo, dengan catatan
17 penampilan di putaran final Piala Dunia. Selain itu, hasil ini
menambah pundi-pundi rekornya menjadi 8 clean sheet di panggung
tertinggi sepak bola dunia ini.
Peta Persaingan Grup G Semakin
Membara
Dengan hasil imbang ini, baik
Belgia maupun Iran kini sama-sama mengoleksi 2 poin dari 2 pertandingan
(setelah keduanya juga bermain imbang di laga pembuka).
Hasil 0-0 ini menjadi alarm
bahaya, khususnya bagi generasi Belgia yang mulai menua. Mereka mendominasi
laga, melepaskan puluhan umpan silang dan tembakan, namun seperti yang diakui
Rudi Garcia usai laga, mereka kehilangan efisiensi dan terlihat
"ragu-ragu" di sepertiga akhir lapangan.
Pada laga pamungkas fase grup nanti, tantangan berat menanti kedua tim demi mengamankan tiket ke babak gugur:
- Belgia wajib menang saat berhadapan dengan Selandia Baru untuk menghindari tragedi tersingkir di fase grup secara beruntun.
- Iran akan menantang wakil Afrika, Mesir, dengan modal kepercayaan diri yang sangat tinggi setelah berhasil meredam salah satu kekuatan utama Eropa.
(S_267)
Baca juga:
Skor Gol Akhir Tunisia Vs Jepang 0-4
Grup H Piala Dunia 2026: Spanyol Vs Arab Saudi Berakhir 4-0
KPK Diminta Usut Tuntas Dugaan Korupsi Perizinan WNA di Bali
Komentar