MENJUAL HARAPAN – Pertandingan penutup
Grup C Piala Dunia 2026 di Atlanta Stadium, Kamis (25/6/2026) ini menyajikan
tontonan drama sepak bola yang luar biasa. Timnas Maroko menyudahi perlawanan
sengit Haiti dengan skor 4-2.
Duel kedua timnas ini, bukan
sekadar soal kelolosan, melainkan ujian mentalitas bagi sang semifinalis Piala
Dunia 2022.
Skema Kejutan dan Respons Kelas
Dunia
Haiti turun ke lapangan tanpa
beban dan berhasil mengejutkan lini pertahanan Maroko yang tampak sedikit
melakukan rotasi.
Menit ke-10,
petaka bermula ketika kiper
kawakan Yassine Bounou melakukan blunder gol bunuh diri (GBD) Yassine Bounou,
dan Haiti unggul sementara 1-0. Dan gol ini, adalah momen historis bagi Haiti
karena menjadi gol pertama mereka di putaran final Piala Dunia sejak 1974.
Namun,
pada menit ke-39, Maroko berhasil menyamakan menjadi 1-1. Sang kapten, Achraf Hakimi, menunjukkan kelasnya. Memanfaatkan bola muntah dari
halauan kiper Haiti Johny Placide yang tampil luar biasa hari ini.
Tidak berhenti
di situ, kejutan kembali dating dari Haiti pada menit ke-43, dimana Wilson
Isidor, dengan sepakan roket spsektakuler dari luar kotak penalty berhasil
merobek penjaga gawang Maroko, dan gonya bisa masuk dalam nominasi gol terbaik
turnamen.
Haiti kembali
unggul 2-1 dari Maroko, akan tetapi tidak terlalu lama Maroko kembali
menyamakan kedudukan menjadi 2-2.
Maroko
di menit ke-45+1, beruntung
memiliki Ismael Saibari. Jadi, sebelum
turun minum, ia sukses menyamakan skor setelah menerima umpan matang dari
Hakimi. Saibari mengukir rekor impresif dengan selalu mencetak gol di tiga laga
fase grup turnamen ini.
Selanjutnya, masuknya tenaga
baru di babak kedua menjadi kunci pembalik keadaan bagi pelatih Maroko. Dominasi
penuh akhirnya terlihat ketika Soufiane Rahimi (menit 78) yang baru
masuk dari bangku cadangan berhasil membalikkan keunggulan menjadi 3-2 lewat
penyelesaian taktis memanfaatkan kemelut tendangan sudut.
Kemenangan Maroko dikunci pada
menit ke-89 oleh pemain pengganti lainnya, Gessime Yassine, setelah
memanfaatkan kerja keras Rahimi di sisi lapangan.
Catatan penutup
Memang lihat
secara statistik, Maroko layak menang dengan melepaskan total 22 tembakan (11 tepat sasaran), yang
merupakan intensitas serangan tertinggi mereka sepanjang turnamen ini.
Ketangguhan
kiper Haiti, Johny Placide (38 tahun), yang melakukan banyak penyelamatan
krusial, sempat membuat frustrasi lini depan Maroko.
|
TIM |
POIN |
SELISIH
GOL |
STATUS |
|
7 |
+6 |
Juara
Grup C (Lolos) |
|
|
Maroko |
7 |
+3 |
Runner-up
Grup C (Lolos) |
|
Skotlandia |
- |
-3 |
Menanti
kepastian peringkat 3 terbaik |
|
Haiti |
0 |
- |
Tereliminasi |
Dengan kemenangan ini, membawa
Maroko lolos ke babak 32 besar mendampingi Brasil. Namun, finis sebagai runner-up
karena kalah selisih gol dari Seleção membuat jalur fase gugur Singa Atlas akan
sedikit lebih terjal, di mana mereka kemungkinan besar akan langsung bersua
raksasa Eropa seperti Belanda atau kekuatan Asia seperti Jepang di babak
berikutnya.
Pelatih Mohamed Ouhabi punya
pekerjaan rumah besar untuk membenahi fokus lini belakang jika ingin mengulang
dongeng ajaib edisi sebelumnya. (Sjs_267)
Baca juga:
Brasil Pimpin Klasemen Grup C Piala Dunia 2026 Usai Taklukkan Skotlandia
Grup K Piala Dunia 2026: Portugal Gunduli Uzbekistan di Fase Grup Putaran Kedua
Grup L Piala Dunia 2026: Inggris Vs Ghana Berakhir Tanpa Gol
Yordania Ditaklukkan Aljazair, dan Siap Hadapi Argentina
Komisi X DPR RI Dorong Kementerian Lepaskan Ego Sektoral dalam Penyusunan RUU Sisdiknas
Ikuti artikel lainnya disini
Komentar