Langsung ke konten utama

Sulaeman L Hamzah: Pancasila Harus Jadi Fondasi Utama Lawan Korupsi

 

Anggota MPR R/DPR RI, H. Sulaeman L. Hamzah, Kegiatan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan

MENJUAL HARAPAN – Anggota MPR/DPR-RI dari Dapil Provinsi Papua Selatan, H. Sulaeman L Hamzah, menegaskan bahwa akar permasalahan korupsi di Indonesia bukan terletak pada ketidakefektifan ideologi negara, melainkan pada kegagalan implementasi nilai-nilai Pancasila dalam keseharian. Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan Sosialisasi 4 Konsensus Kebangsaan ke-3 yang berlangsung di Kampung Wasur, Distrik Merauke, Provinsi Papua Selatan.

Di hadapan 150 peserta yang terdiri dari tokoh adat, tokoh masyarakat, dan relawan, Sulaeman menyoroti bahwa korupsi telah membudaya dan bersifat sistematis sejak lama. Menurutnya, kembali kepada nilai-nilai luhur Pancasila adalah strategi paling tepat untuk memerangi praktik lancung tersebut. "Perilaku korupsi adalah bentuk penyimpangan sosial yang nyata bertentangan dengan butir-butir dalam Pancasila," tegas Sulaeman.

Sulaeman menjelaskan bahwa Pancasila bukan sekadar ideologi dasar, melainkan juga sistem etika yang seharusnya memandu sikap dan tindakan setiap warga negara. Ia merinci bahwa tindakan korupsi telah melanggar kelima sila Pancasila, mulai dari pelanggaran terhadap nilai spiritualitas, kemanusiaan, hingga pengingkaran terhadap semangat musyawarah dan keadilan sosial.

Dalam sesi dialog, peserta sempat melontarkan pertanyaan kritis mengenai efektivitas Pancasila dalam mengatasi korupsi di tengah masih tingginya kasus yang terjadi. Menanggapi hal itu, Sulaeman menyatakan bahwa diperlukan kesadaran kolektif dari masyarakat untuk tidak hanya memahami, tetapi benar-benar mengimplementasikan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Ia menambahkan bahwa peran tokoh agama dan keluarga sangat krusial dalam menanamkan moral dan etika guna membentengi individu dari perilaku koruptif. Sulaeman juga menekankan bahwa penegakan hukum di Indonesia harus dilakukan lebih tegas dan konsisten tanpa pandang bulu untuk menciptakan efek jera bagi pelaku.

Kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan pada 11 Maret 2026 ini merupakan bagian dari tugas konstitusional anggota MPR dalam menyerap aspirasi dan memasyarakatkan ketetapan MPR. Agenda tersebut diselenggarakan atas kerja sama antara pengurus DPD Partai NasDem Kabupaten Merauke dengan Rumah Aspirasi H. Sulaeman L Hamzah.

Sulaeman menutup arahannya dengan peringatan bahwa jika korupsi tidak diberantas dengan cepat, maka negara dapat terancam hancur secara perlahan. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk kembali serius menjadikan Pancasila sebagai pedoman mutlak dalam bernegara guna mewujudkan kehidupan yang adil dan makmur.  (Ssj_267)

Baca juga: 

Merauke Gelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan, Dorong Implementasi Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Derby della Mole Berakhir Dramatis: Torino Paksa Juventus Berbagi Angka di Laga Penutup

MENJUAL HARAPAN — Pertarungan bertajuk Derby della Mole pada pekan ke-38 Serie A musim 2025-2026 menyajikan drama yang menguras emosi. Bermain di Stadion Grande Torino , Senin dini hari WIB (25/5/2026), tuan rumah Torino sukses melakukan comeback heroik untuk memaksakan hasil imbang 2-2 atas raksasa kota, Juventus. Dominasi Dusan Vlahovic dan Respon Berani Tuan Rumah Juventus, yang datang dengan ambisi menutup musim di papan atas, langsung tampil menekan sejak menit awal. Bianconeri berhasil membuka keunggulan lebih dulu melalui aksi sang bomber, Dusan Vlahovic , pada menit ke-23. Skor 1-0 untuk keunggulan tim tamu bertahan hingga turun minum. Memasuki babak kedua, Juventus kembali melebarkan jarak. Vlahovic, yang tampil klinis, mencatatkan brace alias gol keduanya pada menit ke-53. Situasi tampak genting bagi Torino, namun skuad asuhan tuan rumah justru menunjukkan mentalitas pantang menyerah. Hanya berselang enam menit setelah gol kedua Juventus, Torino memberikan ...

Final Liga Champions UEFA: PSG Taklukkan Arsenal Lewat Drama Adu Penalti

MENJUAL HARAPAN – Arena Puskas, Budapest , Minggu (31/5/2026) dini hari WIB, menjadi saksi bisu pecahnya kebuntuan panjang Paris Saint-Germain (PSG) di kancah Eropa. Dalam laga final Liga Champions 2025-2026 yang menguras emosi, raksasa Prancis tersebut akhirnya sukses mengangkat trofi "Si Kuping Besar" setelah menundukkan perlawanan sengit Arsenal lewat drama adu penalti yang menegangkan. Bagi Arsenal, malam ini adalah mimpi yang tertunda. The Gunners sejatinya memulai laga dengan sempurna. Belum genap lima menit peluit dibunyikan, pendukung Arsenal sudah bergemuruh. Kai Havertz , dengan ketenangan kelas dunia, berhasil membungkam pertahanan PSG dan membuka keunggulan. Gol cepat tersebut seolah menjadi sinyal bahwa trofi Liga Champions akan segera mendarat di London Utara. Hingga turun minum, disiplin taktik Arsenal mampu meredam setiap upaya serangan dari lini depan PSG. Namun, sepak bola adalah permainan dua babak, dan PSG tidak berniat pulang dengan tangan hampa. Memas...

Derby Jatim: Persebaya Pesta Gol 5-0, Persik Kediri Merana di GBT

MENJUAL HARAPAN — Persebaya Surabaya menutup kampanye mereka di BRI Super League 2025/2026 dengan performa yang luar biasa impresif. Menjamu sesama tim Jawa Timur, Persik Kediri, dalam laga bertajuk Derby Jatim di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Sabtu (23/5/2026) malam, Bajul Ijo mengamuk dan menggulung tamunya dengan skor mencolok 5-0. Kemenangan telak di pekan pamungkas ini memastikan Persebaya mengunci posisi di papan atas, tepatnya di peringkat ke-4 klasemen akhir dengan raihan 58 poin. Sebaliknya, kekalahan memalukan ini memaksa Persik Kediri harus puas menyudahi musim di papan bawah, tertahan di posisi ke-12 dengan koleksi 39 poin. Dominasi Paruh Pertama: Gol Cepat Malik Risaldi Bermain di hadapan puluhan ribu pendukung setianya, Persebaya langsung mengambil inisiatif serangan sejak sepak mula. Kecepatan lini depan Bajul Ijo benar-benar menjadi momok menakutkan bagi lini pertahanan Macan Putih yang tampil rapuh malam itu. Menit 12: Malik Risaldi membuka keran gol...