Langsung ke konten utama

Skotlandia Vs Jepang Dalam Laga Uji Coba Persahabatan Internasional

MENJUAL HARAPAN Sebelum bertarung di laga Piala Dunia 2026, timnas masing-masing negara yang sudah lolos babak kualifikasi piala dunia, mengadakan laga persahabatan internasional.

Salah satu yang mengadakan laga uji persahabatan internasional itu adalah Skotlandia berhadapan dengan timnas Jepang.

Pertandingan Skotlandia versus Jepang ini berlangsung digelar di Hampden Park, Glasgow, Minggu dini hari WIB (29/3/2026).

Tuan rumah Skotlandia menyerah 0-1 dari timnas Jepang. Dimana gol tunggal Jepang dicetak oleh Junya Ito pada menit-menit akhir pertandingan.

Dengan gol tunggal bagi kemenangan timnas Jepang melakukan bersuka ria berhasil tundukkan tuan rumah.

Sementara, tuan rumah timnas Skotlandia, memang sempat memberikan kejutan ancaman ke gawang kiper Jepang, kendati tidak membuahkan gol.

Pada laga ini, gelandang timnas Jepang, Junya Ito menjadi pahlawan kemenangan Jepang. Kemenangan ini menjadi modal untuk mematangkan strategi dan taktik dalam perhelatang piala dunia 2026 beberapa bulan ke depan.

Bagi Skotlandia, yang dikenal dengan sebutan The Tartan Army ini, tentu pertandingan persahabatan ini juga sangat penting, utamanya timnas Skotlandia kembali menjadi peserta piala dunia setelah hampir tiga dekade absen.

Lolosnya timnas Skotlandia memperoleh tiket ke piala dunia 2026 usai memuncaki Grup C zona Eropa.

Sedangkan, bagi timnas Jepang sendiri, melaju ke piala dunia 2026, merupakan tim zona Asia asuhan Hajime Moriyasu yang berhasil melenggang usai selama kualifikasi dengan raihan rata-rata tiga gol dalam setiap pertandingan. (S_267)




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Di Balik Saklar yang Padam: Jeritan Ekonomi Akar Rumput dan Gugatan atas Ketahanan Energi

Foto hasil tangkapan layar dari ekbis.sindonews.com MENJUAL HARAPAN — Isu pemadaman listrik hari-hari ini, bukan sekadar masalah teknis transmisi, atau gangguan pasokan batu bara. Ini adalah potret kerentanan social, dimana mati lampu menjadi “badai” kecil yang menghantam ruang domistik keluarga, dan memutus urat nadi ekonomi wong cilik . Bagi korporasi besar, pemadaman listrik mungkin hanya berarti deru genset cadangan yang mulai menyala. Namun bagi masyarakat bawah dan pelaku usaha mikro, padamnya aliran listrik adalah interupsi massal yang merenggut pendapatan harian hingga mengacaukan ruang domestik keluarga. Fenomena pemadaman listrik bergilir yang melanda Pulau Jawa dalam beberapa pekan terakhir memicu sorotan tajam dari parlemen. Ketua DPR RI Puan Maharani mendesak PT PLN (Persero) tidak hanya berfokus pada perbaikan teknis, melainkan wajib memitigasi dampak sosial-ekonomi yang nyata dirasakan masyarakat. “Pemadaman listrik bergilir yang cukup besar ini menyentuh aspek pr...

Final Liga Champions UEFA: PSG Taklukkan Arsenal Lewat Drama Adu Penalti

MENJUAL HARAPAN – Arena Puskas, Budapest , Minggu (31/5/2026) dini hari WIB, menjadi saksi bisu pecahnya kebuntuan panjang Paris Saint-Germain (PSG) di kancah Eropa. Dalam laga final Liga Champions 2025-2026 yang menguras emosi, raksasa Prancis tersebut akhirnya sukses mengangkat trofi "Si Kuping Besar" setelah menundukkan perlawanan sengit Arsenal lewat drama adu penalti yang menegangkan. Bagi Arsenal, malam ini adalah mimpi yang tertunda. The Gunners sejatinya memulai laga dengan sempurna. Belum genap lima menit peluit dibunyikan, pendukung Arsenal sudah bergemuruh. Kai Havertz , dengan ketenangan kelas dunia, berhasil membungkam pertahanan PSG dan membuka keunggulan. Gol cepat tersebut seolah menjadi sinyal bahwa trofi Liga Champions akan segera mendarat di London Utara. Hingga turun minum, disiplin taktik Arsenal mampu meredam setiap upaya serangan dari lini depan PSG. Namun, sepak bola adalah permainan dua babak, dan PSG tidak berniat pulang dengan tangan hampa. Memas...

Refleksi Historis, dan Legitimasi Kepemimpinan

MENJUAL HARAPAN - Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya dihadapan Sidang Tahunan MPR RI, 15 Agustus 2025, menjahit masa lalu, masa kini, dan aspirasi masa depan sebagai benang legitimiasi. Presiden dalam pidatonya membuka ruang historis, yaitu Proklamasi 17 Agustus 1945 diposisikan sebagai “momen penting dalam perjuangan panjang bangsa ini…,” titik asal yang terus “menggali” tugas-tugas kenegaraan yang belum tuntas. Dengan begitu, sejarah bukan sekadar arsip, melainkan sumber daya simbolik yang ditarik ke masa kini untuk meneguhkan mandat (ingat, mandat tak hanya lahir dari suara, tetapi juga dari narasi). Dalam kerangka sosiologi politik, ini serupa dengan apa yang Benedict Anderson sebut sebagai komunitas imajiner   ke-kitaan   yang diproduksi oleh kisah bersama dan ritus kebangsaan, tempat Proklamasi berfungsi sebagai “mitos pendiri” yang mempersatukan (Anderson, 2016). Lapisan kedua legitimasi dibangun melalui klaim kontinuitas , yaitu  penghormatan kepada para p...