Langsung ke konten utama

Bali United Tak Petik Kemenangan Lawan Persija

 

MENJUAL HARAPAN - Jalani pertandingan pekan ke-21 Super League 2025-2026, Bali United menjamu Macan Kemayoran-Persija Jakarta, Bali United pekan ini, kehilangan poin.

Duel musuh bubuyutan ini, berlangsung digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali pada Minggu malah WIB (15/2/2026).

Persija Jakarta yang tandang ke markas Bali United, bertekad memenangkan pertandingan, dan ternyata tekadnya itu berhasil mengalahkan tuan rumah 1-0.

Gol semata wayang kemenangan Macan Kemayoran di markas Bali United terjadi di menit ke-8 yang dicetak oleh Gustavo Almeida.

Usai kebobolan gawang kipernya, tuan rumah Bali United bersaha membalasnya dengan terus melakukan pergerakan menyerang dan menekan pertahanan Persija, namun serangan demi serangannya terpatahkan oleh para pemain Persija.

Baca juga: Arema FC Petik Tiga Poin Usai Kalahkan Semen Padang

Macan Kemayoran juga tidak kalah memberikan tekanan terhadap pertahanan tuan rumah, namun juga tidak kembali membuahkan gol.

Seiring jalannya waktu normal pertandingan, saling jual beli serangan dan duel yang makin sengit di berbagai lini, pertandingan ini hingga berakhir tidak alami perubahan gol kembali.

Persija Jakarta akhirnya raih tiga poin di pekan ke-21 ini, dan berada di urutan ke-3 dengan mengoleksi 44 poin, sementara Bali United berada di urutan ke-10 dengan mengoleksi 28 poin. (S_267)



Komentar

Postingan populer dari blog ini

KPK dan Paradoks Penindakan

Oleh Silahudin Pemerhati Sosial Politik, Dosen FISIP Universitas Nurtanio Bandung SETIAP kali Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT), publik menyambutnya dengan gegap gempita. Nama pejabat publik terpampang di media, jumlah uang yang disita pun menjadi sorotan, dan masyarakat kembali berharap bahwa korupsi akan berkurang. Akan tetapi, harapan itu cepat pudar ketika OTT berikutnya terjadi lagi di lembaga berbeda, dengan pola yang sama. OTT seolah menjadi ritual penindakan yang berulang, bukan alat pencegahan yang efektif. Fenomena ini menimbulkan pertanyaan, apakah KPK telah terjebak dalam peran sebagai algojo hukum semata? Memang, penindakan penting, namun jika tidak diimbangi dengan strategi pencegahan dan perubahan perilaku birokrasi, maka KPK hanya menjadi pemadam kebakaran yang datang setelah api membakar semuanya. Korupsi terus berulang, dan OTT menjadi tontonan yang kehilangan daya cegah. Dalam satu tahun terakhir, KPK telah melakukan lebih ...

Bhayangkara FC Berhasil Kalahkan Tuan Rumah Malut United

  MENJUAL HARAPAN - Bhayangkara FC tandang ke markas Malut United, dan menciptakan kejutan mengalahkan tuan rumah dengan skor gol akhir 2-1. L aga pekan ke-19 BRI Super League musim 2025-2026 ini langsung digelar di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate, Minggu (31/1/2026). M alut United sebagai tim yang berada di papan atas pada duel dengan Bhayangkara FC yang berada di papan tengah, tampak kesulitan mengembangkan permainannya. S ebaliknya, Bhayangkara FC justru mendikte tuan rumah. S erangan demi serangan yang diperagakan Malut United, buntu saat berhadapan dengan hadangan para pemain Bhayangkara FC. Baca juga:  Persis Solo Tumbang di Kandang Sendiri Lawan Persib Bandung B hayangkara FC dengan taktik yang diperagakan melalui serangkaian serangannya, berhasil membobol gawang kiper Malut United pada menit ke-22. Gol keunggulan sementara Bhayangkara FC dicetak oleh Moussa Sidibe. T uan rumah tertingal 0-1, berusaha menyamakan kedudukan dengan serangkaian serangan dari berbagai lini,...

Tatap Pemilu 2029, PDIP Perluas Struktur Rakernas Jadi 7 Komisi

  Foto dok. DPP PDI Perjuangan JAKARTA , MENJUAL HARAPAN   – Bertepatan dengan peringatan HUT ke-53, PDI Perjuangan resmi membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I tahun 2026 di Beach City International Stadium (BCIS), Ancol, Jakarta Utara. Rakernas kali ini tampil beda dengan membawa format organisasi yang lebih gemuk dan substansial dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, mengungkapkan bahwa forum tertinggi partai ini bukan sekadar seremoni, melainkan momentum krusial untuk melakukan evaluasi total melalui kritik dan otokritik. Hal ini dilakukan guna mempertajam arah perjuangan partai dalam menjawab berbagai persoalan bangsa yang kian kompleks. Fokus pada Persoalan Rakyat Langkah nyata dari penguatan struktur ini terlihat dari pembentukan **tujuh komisi kerja**, melonjak signifikan dari format sebelumnya yang biasanya hanya terdiri dari tiga komisi utama. “Penambahan komisi ini adalah bukti bahwa partai menaruh skala priori...