Langsung ke konten utama

Arema Petik Tiga Poin Usai Kalahkan Semen Padang

  

MENJUAL HARAPAN - Pekan ke-21 menjadi momen penting Arema FC menjamu Semen Padang yang digelar di Stadion Kanjuruhan, Malang, Minggu (15/2/2026).

Duel Arema FC versus Semen Padang dimenangkan tuan rumah dengan skor gol 3-0.

Tiga gol tanpa balas bagi kemenangan Arema FC ini dicetak di babak pertama menit ke-29 oleh Joel Vinicius, dan satu gol babak pertama milik tuan rumah tidak alami perubahan hingga turun minum.

Babak kedua, tuan rumah tampak lebih optimis meraih kemenangan laga lanjutan BRI Super League ini, serangan demi serangan terus menekan pertahanan Semen Padang.

Kemudian Gutavo Franca Amadio pada menit ke-52 menambah gol bagi Arema FC.

Kedudukan 2-0 ini pertandingan makin sengit, Semen Padang berusaha melakukan aksi menekan kendati tidak berhasil membawa gol, karena hadangan pemain tuan rumah begitu kokoh.

Memasuki menit ke-58, Joel Vinicius menambah pundi gol untuk timnya, dan tuan rumah kembali unggul dengan skor gol 3-0.

Tertinggal jauh, Semen Padang kendati sempat menekan pertahanan Arema FC, namun tidak berhasil membobol gawang kiper.

Seiring jalannya waktu pertandingan serangan demi serangan terus mewarnai laga Arema FC versus Semen Padang.

Waktu jua yang mengakhiri pertandingan ini, Semen Padang tandang dengan kekalahan 0-3 dari Arema FC.

Hasil tiga poin penuh ini, Arema FC kini berada di urutan ke-8 dengan mengoleksi 30 poin pada klasemen BRI Super League pekan ke-21. Sedangkan Semen Padang berada di urutan ke-16 dengan miliki 15 poin. (S_267)



Komentar

Postingan populer dari blog ini

KPK dan Paradoks Penindakan

Oleh Silahudin Pemerhati Sosial Politik, Dosen FISIP Universitas Nurtanio Bandung SETIAP kali Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT), publik menyambutnya dengan gegap gempita. Nama pejabat publik terpampang di media, jumlah uang yang disita pun menjadi sorotan, dan masyarakat kembali berharap bahwa korupsi akan berkurang. Akan tetapi, harapan itu cepat pudar ketika OTT berikutnya terjadi lagi di lembaga berbeda, dengan pola yang sama. OTT seolah menjadi ritual penindakan yang berulang, bukan alat pencegahan yang efektif. Fenomena ini menimbulkan pertanyaan, apakah KPK telah terjebak dalam peran sebagai algojo hukum semata? Memang, penindakan penting, namun jika tidak diimbangi dengan strategi pencegahan dan perubahan perilaku birokrasi, maka KPK hanya menjadi pemadam kebakaran yang datang setelah api membakar semuanya. Korupsi terus berulang, dan OTT menjadi tontonan yang kehilangan daya cegah. Dalam satu tahun terakhir, KPK telah melakukan lebih ...

Bhayangkara FC Berhasil Kalahkan Tuan Rumah Malut United

  MENJUAL HARAPAN - Bhayangkara FC tandang ke markas Malut United, dan menciptakan kejutan mengalahkan tuan rumah dengan skor gol akhir 2-1. L aga pekan ke-19 BRI Super League musim 2025-2026 ini langsung digelar di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate, Minggu (31/1/2026). M alut United sebagai tim yang berada di papan atas pada duel dengan Bhayangkara FC yang berada di papan tengah, tampak kesulitan mengembangkan permainannya. S ebaliknya, Bhayangkara FC justru mendikte tuan rumah. S erangan demi serangan yang diperagakan Malut United, buntu saat berhadapan dengan hadangan para pemain Bhayangkara FC. Baca juga:  Persis Solo Tumbang di Kandang Sendiri Lawan Persib Bandung B hayangkara FC dengan taktik yang diperagakan melalui serangkaian serangannya, berhasil membobol gawang kiper Malut United pada menit ke-22. Gol keunggulan sementara Bhayangkara FC dicetak oleh Moussa Sidibe. T uan rumah tertingal 0-1, berusaha menyamakan kedudukan dengan serangkaian serangan dari berbagai lini,...

Tatap Pemilu 2029, PDIP Perluas Struktur Rakernas Jadi 7 Komisi

  Foto dok. DPP PDI Perjuangan JAKARTA , MENJUAL HARAPAN   – Bertepatan dengan peringatan HUT ke-53, PDI Perjuangan resmi membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I tahun 2026 di Beach City International Stadium (BCIS), Ancol, Jakarta Utara. Rakernas kali ini tampil beda dengan membawa format organisasi yang lebih gemuk dan substansial dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, mengungkapkan bahwa forum tertinggi partai ini bukan sekadar seremoni, melainkan momentum krusial untuk melakukan evaluasi total melalui kritik dan otokritik. Hal ini dilakukan guna mempertajam arah perjuangan partai dalam menjawab berbagai persoalan bangsa yang kian kompleks. Fokus pada Persoalan Rakyat Langkah nyata dari penguatan struktur ini terlihat dari pembentukan **tujuh komisi kerja**, melonjak signifikan dari format sebelumnya yang biasanya hanya terdiri dari tiga komisi utama. “Penambahan komisi ini adalah bukti bahwa partai menaruh skala priori...