Langsung ke konten utama

Borneo FC Kembali di Puncak Klasemen Usai Kalahkan PSM Makasar

MENJUAL HARAPAN - Borneo FC kembali berada di puncak klasemen usai kalahkan PSM Makasar pada pekan ke-16 BRI Super League 2025-2026 dengan skor gol akhir 2-1.

Borneo FC menjamu PSM Makasar yang digelar di Stadion Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur pada Sabtu (3/1/2026).

Tuan rumah, Borneo FC memang kebobolan lebih dahulu pada menit ke-2, Alex Tanque berhasil membobol gawang Borneof FC di awal babak pertama ini, sehingga kedududukan sementara Borneo Fc 0-1 PSM Makasar.

Duel sengit kedua tim ini, tampak hingga babak pertama berakhir, tidak ada gol lagi yang terjadi, dan sementara Borneo FC tertinggal.

Babak kedua dimulai, PSM Makasar yang sudah lebih dahulu unggul, tampak makin ambisi untuk meraih pertandingan ini dengan aksi-aksi serangannya ke pertahanan Borneo FC.

Akan tetapi, Borneo FC, tidak mau kehilangan muka di depan para pendukungnya, terus melakukan pergerakan aksi serangan ke pertahanan PSM Makasar, sehingga pada menit ke- 68 berhaisl membognkar pertahanan lawannya, sehingga berhasil mencetak gol lewat tendangan Joel Vinicius, dan kedudukan sama 1-1.

Baca juga: Aston Villa Salip Man City Usai Kalahkan Nottingham Forest

Duel kedua tim ini makin seru dengan aksi jual beli serangan menekan pertahanan lawannya, walau masih belum membuahkan gol kembali.

Perjalanan pertandingan Borneo FC lawan PSM Makasar makin menipis, tuan rumah berhasil mengoptimalkannya dengan menggetarkan gawang kiper PSM Makasar pada menit ke-87 yang dicetak oleh Joel Vinicius, kedudukan pun berbalik menjadi 2-1.

Dua gol Joel Vinicius berhasil menyelamatkan timnya dari kekalahan lawan PSM Makasar, sehingga tiga poin diraihnya, dan kembali berada di puncak klasemen, sedangkan PSM Makasar berada di urutan ke-9 dengan koleksi 19 poin pada putaran ke-16. (S_267)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KPK dan Paradoks Penindakan

Oleh Silahudin Pemerhati Sosial Politik, Dosen FISIP Universitas Nurtanio Bandung SETIAP kali Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT), publik menyambutnya dengan gegap gempita. Nama pejabat publik terpampang di media, jumlah uang yang disita pun menjadi sorotan, dan masyarakat kembali berharap bahwa korupsi akan berkurang. Akan tetapi, harapan itu cepat pudar ketika OTT berikutnya terjadi lagi di lembaga berbeda, dengan pola yang sama. OTT seolah menjadi ritual penindakan yang berulang, bukan alat pencegahan yang efektif. Fenomena ini menimbulkan pertanyaan, apakah KPK telah terjebak dalam peran sebagai algojo hukum semata? Memang, penindakan penting, namun jika tidak diimbangi dengan strategi pencegahan dan perubahan perilaku birokrasi, maka KPK hanya menjadi pemadam kebakaran yang datang setelah api membakar semuanya. Korupsi terus berulang, dan OTT menjadi tontonan yang kehilangan daya cegah. Dalam satu tahun terakhir, KPK telah melakukan lebih ...

Bhayangkara FC Berhasil Kalahkan Tuan Rumah Malut United

  MENJUAL HARAPAN - Bhayangkara FC tandang ke markas Malut United, dan menciptakan kejutan mengalahkan tuan rumah dengan skor gol akhir 2-1. L aga pekan ke-19 BRI Super League musim 2025-2026 ini langsung digelar di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate, Minggu (31/1/2026). M alut United sebagai tim yang berada di papan atas pada duel dengan Bhayangkara FC yang berada di papan tengah, tampak kesulitan mengembangkan permainannya. S ebaliknya, Bhayangkara FC justru mendikte tuan rumah. S erangan demi serangan yang diperagakan Malut United, buntu saat berhadapan dengan hadangan para pemain Bhayangkara FC. Baca juga:  Persis Solo Tumbang di Kandang Sendiri Lawan Persib Bandung B hayangkara FC dengan taktik yang diperagakan melalui serangkaian serangannya, berhasil membobol gawang kiper Malut United pada menit ke-22. Gol keunggulan sementara Bhayangkara FC dicetak oleh Moussa Sidibe. T uan rumah tertingal 0-1, berusaha menyamakan kedudukan dengan serangkaian serangan dari berbagai lini,...

Pemprov Jabar Targetkan Pelunasan Utang Rp 629 Miliar Awal Februari

BANDUNG , MENJUAL HARAPAN   –  Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan kewajiban pembayaran utang kepada kontraktor senilai Rp 629 miliar akan segera dituntaskan. Proses pencairan dilakukan bertahap setelah seluruh kegiatan yang masuk kategori tunda bayar  melewati pemeriksaan ketat oleh Inspektorat. Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman, menegaskan bahwa pembayaran tidak bisa langsung dilakukan sejak awal Januari karena setiap pekerjaan harus diverifikasi terlebih dahulu. Audit dilakukan terhadap kegiatan di tujuh organisasi perangkat daerah (OPD) untuk memastikan kesesuaian administrasi maupun teknis. “Kenapa tidak langsung dibayarkan? Karena harus di-review dulu. Kegiatannya tersebar di tujuh OPD dan yang melakukan review adalah Inspektorat,” jelas Herman. Ia menambahkan, Gubernur Jawa Barat menekankan agar pembayaran dilakukan secara akuntabel, sesuai volume dan spesifikasi kontrak. Herman menyebutkan, proses audit kini mendekati tahap akhir dan pencairan m...