Muhammad Yusuf, tunggal putra indonesia (foto dok djarumbadminton.com)
MENJUAL HARAPAN – Selalu ada momen magis ketika daun muda unjuk
gigi di panggung dunia. Turnamen Macau Open 2026 yang berlangsung di Macao East
Asian Games Dome kali ini menjadi saksi lahirnya tinta emas dalam perjalanan
karier tiga pebulu tangkis masa depan Indonesia.
Bagi tunggal putra Muhamad Yusuf serta pasangan ganda putra Ali Faathir Rayhan/Devin Artha Wahyudi, ajang BWF World Tour Super 300 ini bukan lagi sekadar turnamen biasa. Makau telah resmi menjadi tempat di mana mereka, untuk kali pertama dalam karier, berhasil menembus babak semifinal di level Super 300. Sebuah pencapaian krusial yang membuka lebar keran kejutan di turnamen ini.
Yusuf Tumbangkan Raksasa Hong Kong
Langkah paling mencuri perhatian di babak perempat final, Jumat (19/6), tak pelak datang dari Muhamad Yusuf.
Pemuda harapan baru sektor tunggal putra ini dipaksa memeras keringat dan mentalnya saat menantang unggulan teratas asal Hong Kong, Ng Ka Long Angus.
Menghadapi pemain sarat pengalaman yang menduduki
peringkat 25 dunia tersebut, Yusuf tidak gentar meski sempat kecolongan di gim
pertama yang dramatis. Melalui determinasi tinggi dalam laga melelahkan
berdurasi 78 menit, Yusuf bangkit mengamuk di dua gim berikutnya untuk mengunci
kemenangan 22-24, 21-11, 21-15.
Kemenangan ini terasa sangat manis. Selain
mengantarkannya ke semifinal perdana, ini adalah kemenangan pertama Yusuf atas
Ng Ka Long Angus sepanjang sejarah pertemuan mereka.
Langkah Tegas Faathir/Devin dan
Konsistensi Tiwi/Fadia
Jejak impresif Yusuf berhasil diikuti oleh ganda
putra Ali Faathir Rayhan/Devin Artha Wahyudi. Menyandang status unggulan
keempat, Faathir/Devin tampil klinis dan tanpa kompromi saat meladeni
perlawanan wakil Singapura, Donovan Willard Wee/Jia Hao Howin Wong. Tiket
semifinal pertama mereka di level Super 300 ini diamankan hanya dalam waktu 31
menit lewat kemenangan straight games yang solid, 21-12, 21-19.
Melengkapi dominasi Indonesia di babak empat besar,
ganda putri utama Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti juga terus
melaju. Diunggulkan di tempat utama, Tiwi/Fadia menyudahi perlawanan alot
pasangan Thailand, Benyapa Aimsaard/Nuntakarn Aimsaard, lewat duel rubber
game 21-10, 15-21, 21-10 yang memakan waktu 58 menit. Hasil ini sekaligus
menandai semifinal ketiga bagi Tiwi/Fadia di ajang Tur Dunia BWF sepanjang
musim ini.
Ujian Sesungguhnya di Babak
Empat Besar
Hari Sabtu (20/6) ini, ujian mental yang
sesungguhnya telah menanti ketiga wakil Indonesia di babak semifinal. Yusuf
dijadwalkan saling sikut dengan tunggal putra Thailand yang ulet, Kantaphon
Wangcharoen. Sementara itu, Faathir/Devin akan menguji nyali melawan ganda
putra Malaysia, Low Hang Yee/Ng Eng Cheong.
Di sektor ganda putri, Tiwi/Fadia di atas kertas
lebih diunggulkan saat ditantang oleh pasangan China peringkat 255 dunia, Chen
Fan Shu Tian/Liu Jia Yue. Namun, di level setinggi ini, lengah sedikit bisa
berakibat fatal. Publik bulu tangkis tanah air tentu berharap "serba
pertama" di Makau ini bisa berlanjut hingga naik ke podium tertinggi. (S_267)
Sumber Berita: djarumbadminton.com "Macau Open 2026 - Serba Pertama di Makau"
Komentar