Langsung ke konten utama

Komisi X DPR Restui "Suntikan" Rp40,7 Triliun demi Guru dan Wajib Belajar 13 Tahun

JAKARTA, MENJUAL HARAPAN — Di tengah sorotan publik terhadap mutu pendidikan nasional yang masih menghadapi tantangan berat, sebuah langkah krusial diambil dari ruang rapat Komisi X DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, pada Rabu (17/6/2026).

Pihak legislatif secara resmi menyetujui Pagu Indikatif Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Tahun Anggaran 2027 sebesar Rp58,23 triliun, sekaligus memberikan restu penuh terhadap usulan tambahan anggaran yang fantastis: Rp40,75 triliun.

Dengan restu ini, total amunisi finansial yang akan diperjuangkan ke Badan Anggaran (Banggar) DPR RI melonjak menjadi sekitar Rp98,98 triliun. Angka ini merefleksikan sebuah urgensi besar, yaitu: pendidikan dasar dan menengah kita sedang butuh investasi besar-besaran, bukan sekadar pemeliharaan rutin.

Anggaran Lama yang "Sesak Nafas"

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, mengungkapkan fakta pahit bahwa anggaran normatif yang dialokasikan saat ini sebenarnya jauh dari kata ideal. Anggaran tersebut dinilai belum memadai untuk mengejar target-target besar yang tertuang dalam RPJMN 2025-2029 dan RKP Tahun 2027.

"Komisi X DPR RI menyetujui usulan tambahan anggaran Kemendikdasmen RI Tahun Anggaran 2027 sebesar Rp40.750.743.269.000," tegas Lalu Hadrian saat memimpin rapat kerja bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah.

Langkah ini bukan tanpa alasan. Dari kacamata sosial-pendidikan, tambahan anggaran ini diproyeksikan untuk menyasar akar masalah pendidikan kita, antara lain:

  • Kesejahteraan dan Kompetensi Guru: Mulai dari peningkatan kesejahteraan, pengembangan karier, penghargaan, penataan tenaga kependidikan, pemenuhan kualifikasi akademik minimal S-1/D-IV, hingga program Pendidikan Profesi Guru (PPG).
  • Perluasan Akses Pendidikan: Menopang pelaksanaan wajib belajar 13 tahun, afirmasi pendidikan, program beasiswa, serta penguatan asesmen pendidikan.

DAK Daerah Ikut Dipertebal

Menyadari bahwa ketimpangan fasilitas pendidikan sering kali terjadi di tingkat daerah, Komisi X tidak hanya berfokus pada anggaran pusat. Parlemen juga menyetujui usulan tambahan Dana Alokasi Khusus (DAK) Pendidikan TA 2027 sebesar Rp38,52 triliun.

Secara rinci, tambahan DAK ini dibagi menjadi dua pos strategis:

1.  DAK Fisik (Rp5,03 triliun): Untuk membenahi infrastruktur sekolah, ruang kelas yang rusak, dan fasilitas belajar yang tidak layak di berbagai pelosok daerah.

2.   DAK Nonfisik (Rp33,48 triliun): Ditujukan untuk menunjang operasional pendidikan dan peningkatan mutu kapasitas guru di daerah.

Menunggu Realisasi, Bukan Janji

Lalu Hadrian Irfani sendiri memberikan catatan tebal dari Fraksi PKB agar setiap pengajuan tambahan anggaran wajib disusun berdasarkan skala prioritas nasional dan koridor hukum yang ketat. Anggota Komisi X memastikan bahwa seluruh catatan kritis dari mereka akan menjadi rujukan utama dalam penyusunan kebijakan Kemendikdasmen ke depan.

Kita tidak ingin lagi mendengar cerita klasik tentang guru honorer yang menangis karena upah minim, atau anak-anak di pedalaman yang bertaruh nyawa menyeberang sungai demi sekolah yang atapnya bocor. Tambahan anggaran Rp40,75 triliun ini adalah pertaruhan moral pemerintah untuk memuliakan guru dan menyelamatkan generasi masa depan. (*Sjs_267)


Sumber data utama:
dpr.go.id "Komisi X Setujui Tambahan Anggaran Kemendikdasmen untuk Perkuat Kualitas Pendidikan dan Kesejahteraan Guru" (diakses, 18/7/2026)


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Prabowo Angkat 26 Anggota Wantimpres, Pratikno Jadi Ketua

Presiden Prabowo Subianto resmi menangkat 26 anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Republik Indonesia pada Jumat, 2 Oktober 2026 di Istana Negara, Jakarta. Foto: BPMI Setpres/Kris MENJUAL HARAPAN — Presiden Prabowo Subianto resmi mengangkat 26 anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Republik Indonesia di Istana Negara, Jakarta, Jumat (2/10/2026). Dalam susunan baru tersebut, Pratikno ditetapkan sebagai Ketua merangkap anggota, Muhammad Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua merangkap anggota, dan Muhammad Qodari sebagai Sekretaris merangkap anggota. Pengangkatan tersebut didasarkan pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 107/P Tahun 2026 tentang Pengangkatan Keanggotaan Dewan Pertimbangan Presiden Republik Indonesia . Pelantikan 26 anggota Wantimpres itu menandai terbentuknya susunan baru lembaga yang memiliki posisi sebagai bagian dari mekanisme pemberian pertimbangan kepada Presiden dalam menjalankan pemerintahan. 26 Nama dalam Susunan Wantimpres Berdasarka...

Anomali Tata Kelola dan Paradoks Kebijakan: Menagih Kehadiran Negara dalam Dialektika Hukum, Agraria, dan Pendidikan

Ringkasan Esai 1.       Pendahuluan: Membingkai perdebatan hukum, agraria, dan pendidikan dalam kerangka sosiologi politik dan tata kelola pemerintahan ( good governance ). 2.       Bedah Isu 1 (RUU Perampasan Aset): Mengkritik penyelewengan barang rampasan oleh oknum aparat dan menagih transparansi digital. 3.       Bedah Isu 2 (Uji Materiil KUHAP 2025): Menganalisis potensi hegemoni Polri atas PPNS serta risiko diskresi penggeledahan tanpa izin ( due process of law ). 4.       Bedah Isu 3 (Reforma Agraria): Menganalisis efektivitas kelembagaan LPRA langsung di bawah Presiden dalam meredistribusi tanah dan menyelesaikan konflik. 5.       Bedah Isu 4 (Dekolonisasi RUU Sisdiknas): Mengulas pemikiran Bonnie Triyana mengenai pentingnya menghapus bias kolonial terhadap penganut kepercayaan. 6.       Bedah Isu 5 (KIP Kuliah & Pagu Angg...

Drama 8 Gol di Giuseppe Meazza, Inter Milan Comeback dan Libas Udinese 5-3

MENJUAL HARAPAN — Pertandingan spektakuler diwarnai hujan delapan gol tersaji pada giornata ke-4 Serie A 2026/2027 saat Inter Milan menjamu Udinese di Stadion Giuseppe Meazza, Selasa (15/9/2026) dini hari WIB. Sempat tertinggal dua gol lebih dulu, Nerazzurri berhasil bangkit dan mengunci kemenangan dramatis 5-3. Laga dimulai dengan kejutan dari tim tamu. Udinese tampil menggebrak sejak awal babak pertama dan membuat publik tuan rumah terhenyak lewat gol cepat James Abankwah pada menit ke-9. Tujuh menit berselang, giliran Jürgen Ekkelenkamp yang mengoyak jala Inter pada menit ke-16, mengubah skor menjadi 0-2 untuk keunggulan Udinese. Tersengat oleh dua gol kejutan tersebut, Inter Milan langsung merespons dengan menaikkan tempo permainan. Usaha keras anak-asuh tuan rumah akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-26 lewat aksi Carlos Augusto yang memperkecil kedudukan. Gelombang serangan Inter berlanjut hingga Nicolò Barella sukses menyamakan skor menjadi 2-2 di menit ke-35. Keduduka...