Diplomasi di Atas Mobil Komando: Pimpinan DPR Jamin Kebebasan Mahasiswa dan Beberkan Penghematan Anggaran
Wakil Ketua DPR RI
Sufmi Dasco Ahmad saat menghampiri aksi demonstrasi mahasiswa di depan Gedung
DPR, Jakarta, Jumat (19/6/2026) malam (foto dok dpr.go.id)
MENJUAL HARAPAN– Ketegangan di depan gerbang Gedung DPR RI, Jalan
Gatot Subroto, akhirnya menemui titik terang pada Jumat (19/6/2026) malam.
Setelah menggelar pertemuan tertutup di Ruang Abdul Muis pada sore harinya,
unsur Pimpinan DPR RI memilih langkah berani dengan langsung turun ke jalan,
menghampiri reriuhan massa demonstran yang bertahan hingga larut.
Di bawah pengawalan ketat sekitar pukul 19.28 WIB,
dua Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad (Fraksi Partai Gerindra) dan Saan
Mustopa (Fraksi Partai Nasdem), tampak membelah kerumunan bersama pimpinan
Komisi III. Tanpa sekat, mereka naik ke atas mobil komando untuk mengumumkan
langsung hasil kesepakatan dan langkah nyata yang diambil parlemen demi
menjawab empat tuntutan krusial mahasiswa.
"Beberapa aspirasi yang ditujukan kepada DPR,
kami juga sudah sampaikan. Dan Insyaallah kita akan lanjutkan dan kita akan
tindaklanjuti," seru Dasco lantang dari atas pengeras suara mobil komando.
Berikut adalah empat poin utama yang menjadi
kesepakatan dan jaminan dari pihak parlemen malam itu:
1. Pencabutan Status Tersangka
16 Mahasiswa Trisakti Tuntutan
utama terkait penegakan hukum bagi rekan mereka langsung direspons konkret.
Dasco menegaskan bahwa Ketua Komisi III DPR telah bergerak cepat menjalin
komunikasi dengan pihak kepolisian. Parlemen menjamin dalam satu pekan ke
depan, status tersangka yang menjerat 16 mahasiswa Universitas Trisakti akan
segera dicabut.
2. Pembebasan Langsung Dua
Mahasiswa Mercu Buana Terkait
penahanan dua mahasiswa Universitas Mercu Buana yang sempat diamankan aparat
karena kedapatan membawa bensin dalam perjalanan menuju lokasi aksi, Dasco
memberikan garansi pembebasan seketika. "Malam ini, begitu bubar demo ini,
dia langsung bebas. Lepas dari sini," tegas Dasco yang disambut riuh
massa.
3. Pemangkasan Rp70 Triliun
Akibat Tata Kelola Tidak Efektif Bergerak
ke isu ekonomi dan energi, DPR membeberkan hasil koordinasi cepat mereka dengan
Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) serta Badan Gizi Nasional
(BGN). Saan Mustopa menjelaskan bahwa dari hasil evaluasi dan penyisiran tata
kelola yang tidak efektif, ke depan bakal ada penghematan anggaran negara yang
fantastis, yakni sekitar Rp70 triliun.
4. Evaluasi Program Nasional dan
Solusi Kelangkaan BBM DPR juga
berjanji mengawal ketat tuntutan dari aliansi mahasiswa Universitas Esa Unggul
dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) terkait transparansi serta efektivitas
program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih. Selain itu,
kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang mencekik masyarakat ikut dibahas. Saan
mengungkapkan, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia telah berkomitmen penuh untuk
menyelesaikan masalah pasokan serta merumuskan skema penurunan harga BBM dalam
waktu singkat.
Aksi kelompuk intelektual muda yang dimulai sejak
pukul 15.00 WIB itu akhirnya membubarkan diri dengan kepala tegak. Mereka tidak
pulang dengan tangan kosong; sebuah komitmen tertulis dan jaminan langsung dari
pucuk pimpinan parlemen telah berhasil mereka bawa pulang dari atas mobil
komando. (S_267)
Sumber Berita Asli: dpr.go.id "Empat Tuntutan Mahasiswa ke DPR: Mulai dari Pembebasan Mahasiswa Trisakti hingga Soal Ekonomi"
Baca juga:
Menjembatani Parlemen dan Jalanan: Ketika Aspirasi Mahasiswa Dijawab Telepon Langsung ke Menteri
Komentar