Langsung ke konten utama

Premier League: Sanderland Gunduli Burnley

 

MENJUAL HARAPAN - Premier League 2025-2026 pekan kedua puluh empat menyuguhkan pertandingan Sunderland berhadapan dengan Burnley berlangsung digelar di Stadium of Light Selasa dini hari WIB (3/2/2026).

Kickoff babak pertama, Sanderland langsung tancap gas menyerang Burnley, dan pada menit ke-9 serangan para pemain Sunderland membawa petaka Burnley pemainnya Axel Tuanzebe melakukan gol bunuh diri (GBD), sehingga Sunderland unggul 1-0.

Usai terjadi gol bunuh diri pemain Burnley itu, duel kedua tim ini sangat sengit saling menekan pertahanan lawannya, kendati hingga menit ke-30 an belum terjadi gol.

Akan tetapi, gol kedua untuk keunggulan tuan rumah Sunderland tercipta pada minit ke-32 lewat tendangan Habib Diarra.

Kedudukan 2-0 untuk keunggulan Saunderland ini, terus berjalan hingga pertandingan babak pertama turun minum.

Usai istirahat, para pemain dua kesebelasan kembali ke lapangan. Snderland yang sudah memiliki 2 gol, tampak tidak mengendorkan aksi serangannya ke pertahanan Burnley, walau masih belum berhaisl mencetak gol, sementara Burnley yang sudah tertinggal 0-2 ini terus meningkatkan volume serangannya ke pertahanan tuan rumah, namun maish belum menghasilkan gol.

Babak kedua terus berjalan dengan saling menekan pertahanan lawannya, dan pada menit ke-72, tuan rumah melalui Chemsdine Taibi berhaisl membobol gawang kiper Burnley. Sanderland kembali menambahkan golnya menjadi 3 gol.

Duel terus mewarnai pertandingan kedua tim ini, akan tetapi hingga pertandingan berakhir, tidak terjadi lagi kejadian gol.

Saunderland berhasil unggul 3-0 atas Burnley pada pertandingan pekan ke-24 Premier League 2025-2026. Dan kini dengan raih tig poin penuh, Sunderland berada di posisi ke-8 dengan mengoleksi 36 poin, sementara Bunley berada di urutan ke-19 dengan mengoleksi 15 poin. (S_267)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tatap Pemilu 2029, PDIP Perluas Struktur Rakernas Jadi 7 Komisi

  Foto dok. DPP PDI Perjuangan JAKARTA , MENJUAL HARAPAN   – Bertepatan dengan peringatan HUT ke-53, PDI Perjuangan resmi membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I tahun 2026 di Beach City International Stadium (BCIS), Ancol, Jakarta Utara. Rakernas kali ini tampil beda dengan membawa format organisasi yang lebih gemuk dan substansial dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, mengungkapkan bahwa forum tertinggi partai ini bukan sekadar seremoni, melainkan momentum krusial untuk melakukan evaluasi total melalui kritik dan otokritik. Hal ini dilakukan guna mempertajam arah perjuangan partai dalam menjawab berbagai persoalan bangsa yang kian kompleks. Fokus pada Persoalan Rakyat Langkah nyata dari penguatan struktur ini terlihat dari pembentukan **tujuh komisi kerja**, melonjak signifikan dari format sebelumnya yang biasanya hanya terdiri dari tiga komisi utama. “Penambahan komisi ini adalah bukti bahwa partai menaruh skala priori...

Populisme Fiskal Vs Rasionalitas Teknis: Pelajaran dari Jawa Barat

Gedung Satu (Foto hasil tangkapan layar dari  https://koran.pikiran-rakyat.com ) K risis fiskal Jawa Barat akibat gaya kepemimpinan populis menunjukkan pentingnya keseimbangan antara populisme dan teknokratisme . P opulisme memberi legitimasi politik , dan kedekatan dengan rakyat, sementara teknokratisme menjaga rasionalitas, akuntabilitas, dan keberlanjutan kebijakan. Tanpa sintesis keduanya, populisme berisiko jatuh pada janji berlebihan tanpa realisasi, sedangkan teknokratisme murni bisa kehilangan dukungan rakyat. Kepala daerah idealnya merangkul rakyat sekaligus disiplin fiskal agar kebijakan tetap populer, efektif, dan berkelanjutan. Oleh: Silahudin Dosen FISIP Universitas Nurtanio Bandung   MENJUAL HARAPAN - KEGAGALAN Pemerintah Provinsi Jawa Barat membayar kontraktor sebesar Rp 621 miliar pada akhir tahun anggaran 2025, bukan sekadar angka di neraca keuangan. Hal ini, cermin besar yang memperlihatkan bagaimana gaya kepemimpinan populis, meski mampu membangun kedekatan ...

PEMBAJAKAN KEDAULATAN

Serangan AS ke Venezuela (Foto hasil tangkapan layar dari https://www.kbknews.id/) MENJUAL HARAPAN - Sejarah hubungan internasional , baru saja mencatat tinta hitam yang paling kelam di awal tahun 2026. Tindakan pemerintahan Donald Trump yang menginstruksikan operasi militer untuk menangkap kepala negara berdaulat di tanahnya sendiri , bukan lagi sekadar kebijakan luar negeri yang keras, melainkan sebuah anarkisme global. Apa yang terjadi di Caracas bukanlah sebuah pembebasan, melainkan "pembajakan kedaulatan" secara terang-terangan yang merobek paksa Piagam PBB dan prinsip-prinsip dasar kemanusiaan. Narasi yang dibangun Washington sangatlah klasik: penegakan hukum terhadap narko-terorisme dan perlindungan hak asasi manusia. Akan tetapi, d i balik tuduhan hukum tersebut, terdapat nafsu lama untuk mengamankan cadangan minyak terbesar di dunia. Trump tidak sedang bertindak sebagai polisi dunia, melainkan sebagai eksekutor kepentingan korporasi yang menggunakan kekuatan militer ...