Langsung ke konten utama

Pekan ke-23 Liga Spanyol: Real Sociedad Taklukkan Elche, Gatefa Permalukan Alaves

 

MENJUAL HARAPAN - Pekan ke-23 Liga Spanyol atau la Liga menyuguhkan pertandingan antara Real Sociedad versus Elche, dan Alaves berhadapan dengan Getafe.

Duel Real Sociedad dengan Elche berlangsung digelar di Stadion Anoeta, San Sebastian, Minggu dini hari WIB (8/2/2026).

Babak pertama, tuan rumah langsung tancap gas melakukan penyerangan ke pertahanan Elche. Serangan Real Sociedad baru membuahkan hasil gol pada menit ke-24 yang dicetak oleh Luka Subic.

Selanjutnya, menit ke-37 Mikel Oyazabai berhasil menggetarkan gawang kiper Elce, dan tuan rumah unggul 2-0.

Elche tertinggal 0-2, terus berusaha membalasnya dengan aksi-aksi serangannya ke pertahanan Sociedad, dan serangannya akhirnya pada menit ke-42 berhasil membobol gawang kiper tuan rumah yang dicetak oleh Andre Silva. Kedudukan menjadi 2-1 hingga jeda.

Usai jeda, kedua kesebalasan kembali ke lapangan, dan tuan rumah ambisi memenangkan pertandingan di laga ke-23 dengan melakukan aksi-aksi menyerangnya ke pertahanan Elche. Elche yang terus ditekan melakukan aksi menjegal paemain-pemain tuan rumah.

Tampak babak kedua ini alot serangan-serangan yang dilakukan kedua tim. Namun akhirnya tuan rumah Real Sociedad berhasil mencetak gol di menit ke-89 yang dicetak oleh Orri Oskarsson.

Kedudukan kembali berubah tuan rumah 3-1 Elche hingga pertanidngan berakhir.

Hasil tiga poin penuh ini, Real Sociedad kini berada di urutan ke-8 dengan koleksi 31 poin, sedangkan Elche berada di posisi ke-15 dengan 24 poin klasemen La Liga pekan ke-23.

Sementara pada pertandingan lainnya, Alaves berhadapan dengan Getafe yang berlangsung digelar di Stadion Mendizorrotza, Vitoria-Gasteiz.   

Babak pertama saling jual beli serangan terus mewarnai duel kedua tim ini, bahkan hingga babak pertama berkahir tidak ada satu gol pun yang terjadi kendati saling memberikan ancaman ke gawang kiper masing-masing.

Usai jeda, Alaves sebagai tuan rumah berusaha bangkit dengan meningkatkan volume serangannya, namun tidak mampu membuahkan gol.

Sebaliknya, Getafe dengan serangannya pada menit ke-53 berhasil membobol gawang kiper Alaves yang dicetak oleh Luis Vazquez.

Getafe unggul sementara 1-0 dari tuan rumah Alaves, terus meningkatkan tekanannya ke pertahanan tuan rumah, dan serangan Getafe akhirnya kembali membuahkan keunggulannya lewat tendangan penalti Mauro Arambam pada menit ke-72.

Waktu petandingan makin mendekati ke detik-detik berakhir, namun tuan rumah belum mampu memperkecil ketertinggalannya dari Getafe.

Wasit pun akhirnya mengakhi pertandingan alaves versus Getafe dengan kemenangan Getafe.

Alaves pada pekan ini tidak berhasil petik poin dan kini berada di posisi ke-14 dengan mengoleksi 24 poin, sedangkan dengan kemenangan ini, Getafe berada di urutan ke-11 dengan mengoleksi 26 poin. (S_267)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PEMBAJAKAN KEDAULATAN

Serangan AS ke Venezuela (Foto hasil tangkapan layar dari https://www.kbknews.id/) MENJUAL HARAPAN - Sejarah hubungan internasional , baru saja mencatat tinta hitam yang paling kelam di awal tahun 2026. Tindakan pemerintahan Donald Trump yang menginstruksikan operasi militer untuk menangkap kepala negara berdaulat di tanahnya sendiri , bukan lagi sekadar kebijakan luar negeri yang keras, melainkan sebuah anarkisme global. Apa yang terjadi di Caracas bukanlah sebuah pembebasan, melainkan "pembajakan kedaulatan" secara terang-terangan yang merobek paksa Piagam PBB dan prinsip-prinsip dasar kemanusiaan. Narasi yang dibangun Washington sangatlah klasik: penegakan hukum terhadap narko-terorisme dan perlindungan hak asasi manusia. Akan tetapi, d i balik tuduhan hukum tersebut, terdapat nafsu lama untuk mengamankan cadangan minyak terbesar di dunia. Trump tidak sedang bertindak sebagai polisi dunia, melainkan sebagai eksekutor kepentingan korporasi yang menggunakan kekuatan militer ...

Populisme Fiskal Vs Rasionalitas Teknis: Pelajaran dari Jawa Barat

Gedung Satu (Foto hasil tangkapan layar dari  https://koran.pikiran-rakyat.com ) K risis fiskal Jawa Barat akibat gaya kepemimpinan populis menunjukkan pentingnya keseimbangan antara populisme dan teknokratisme . P opulisme memberi legitimasi politik , dan kedekatan dengan rakyat, sementara teknokratisme menjaga rasionalitas, akuntabilitas, dan keberlanjutan kebijakan. Tanpa sintesis keduanya, populisme berisiko jatuh pada janji berlebihan tanpa realisasi, sedangkan teknokratisme murni bisa kehilangan dukungan rakyat. Kepala daerah idealnya merangkul rakyat sekaligus disiplin fiskal agar kebijakan tetap populer, efektif, dan berkelanjutan. Oleh: Silahudin Dosen FISIP Universitas Nurtanio Bandung   MENJUAL HARAPAN - KEGAGALAN Pemerintah Provinsi Jawa Barat membayar kontraktor sebesar Rp 621 miliar pada akhir tahun anggaran 2025, bukan sekadar angka di neraca keuangan. Hal ini, cermin besar yang memperlihatkan bagaimana gaya kepemimpinan populis, meski mampu membangun kedekatan ...

Tatap Pemilu 2029, PDIP Perluas Struktur Rakernas Jadi 7 Komisi

  Foto dok. DPP PDI Perjuangan JAKARTA , MENJUAL HARAPAN   – Bertepatan dengan peringatan HUT ke-53, PDI Perjuangan resmi membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I tahun 2026 di Beach City International Stadium (BCIS), Ancol, Jakarta Utara. Rakernas kali ini tampil beda dengan membawa format organisasi yang lebih gemuk dan substansial dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, mengungkapkan bahwa forum tertinggi partai ini bukan sekadar seremoni, melainkan momentum krusial untuk melakukan evaluasi total melalui kritik dan otokritik. Hal ini dilakukan guna mempertajam arah perjuangan partai dalam menjawab berbagai persoalan bangsa yang kian kompleks. Fokus pada Persoalan Rakyat Langkah nyata dari penguatan struktur ini terlihat dari pembentukan **tujuh komisi kerja**, melonjak signifikan dari format sebelumnya yang biasanya hanya terdiri dari tiga komisi utama. “Penambahan komisi ini adalah bukti bahwa partai menaruh skala priori...