Langsung ke konten utama

Mentalitas Juara: Inter Milan Perlebar Jarak di Puncak Usai Jinakkan Cremonese

MENJUAL HARAPAN - Inter Milan semakin tidak tersentuh di singgasana classifica Serie A. Bertandang ke Stadio Giovanni Zini, Minggu waktu setempat, anak asuh Simone Inzaghi tampil efisien untuk membungkam tuan rumah Cremonese dua gol tanpa balas.

Lautaro Martinez membuka keran gol di menit ke-16 lewat tandukan terukur, disusul penyelesaian klinis Piotr Zielinski yang gagal diantisipasi kiper timnas Indonesia, Emil Audero, pada menit ke-31.

Kemenangan ini membuat Nerazzurri kini mengoleksi 55 poin dari 23 laga, menciptakan margin aman delapan angka dari sang rival sekota, AC Milan.

Meski sempat menurunkan tempo di babak kedua dan hampir kebobolan lewat aksi Alessio Zerbin yang membentur tiang, Inter menunjukkan kematangan taktik yang luar biasa untuk menjaga clean sheet dan mengamankan posisi puncak. 



Statistik Kunci Pertandingan

Pencetak Gol: Lautaro Martinez (16'), Piotr Zielinski (31').

Penguasaan Bola: Inter mendominasi jalannya laga namun sempat menurunkan intensitas di babak kedua.

Momen Krusial: Tiang gawang menyelamatkan Inter dari tembakan Zerbin di menit ke-84.

Situasi Klasemen: Inter (55 poin) unggul jauh dari AC Milan (47 poin).

Baca juga: Drama Injury Time di Old Trafford, Sesko Jadi Pahlawan Kemenangan MU atas Fulham

Menarik melihat bagaimana Inzaghi menginstruksikan timnya untuk "menginjak pedal rem" setelah unggul 2-0. Ini taktik berisiko tapi cerdik untuk menjaga kebugaran di tengah jadwal padat.(S_267)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tatap Pemilu 2029, PDIP Perluas Struktur Rakernas Jadi 7 Komisi

  Foto dok. DPP PDI Perjuangan JAKARTA , MENJUAL HARAPAN   – Bertepatan dengan peringatan HUT ke-53, PDI Perjuangan resmi membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I tahun 2026 di Beach City International Stadium (BCIS), Ancol, Jakarta Utara. Rakernas kali ini tampil beda dengan membawa format organisasi yang lebih gemuk dan substansial dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, mengungkapkan bahwa forum tertinggi partai ini bukan sekadar seremoni, melainkan momentum krusial untuk melakukan evaluasi total melalui kritik dan otokritik. Hal ini dilakukan guna mempertajam arah perjuangan partai dalam menjawab berbagai persoalan bangsa yang kian kompleks. Fokus pada Persoalan Rakyat Langkah nyata dari penguatan struktur ini terlihat dari pembentukan **tujuh komisi kerja**, melonjak signifikan dari format sebelumnya yang biasanya hanya terdiri dari tiga komisi utama. “Penambahan komisi ini adalah bukti bahwa partai menaruh skala priori...

Populisme Fiskal Vs Rasionalitas Teknis: Pelajaran dari Jawa Barat

Gedung Satu (Foto hasil tangkapan layar dari  https://koran.pikiran-rakyat.com ) K risis fiskal Jawa Barat akibat gaya kepemimpinan populis menunjukkan pentingnya keseimbangan antara populisme dan teknokratisme . P opulisme memberi legitimasi politik , dan kedekatan dengan rakyat, sementara teknokratisme menjaga rasionalitas, akuntabilitas, dan keberlanjutan kebijakan. Tanpa sintesis keduanya, populisme berisiko jatuh pada janji berlebihan tanpa realisasi, sedangkan teknokratisme murni bisa kehilangan dukungan rakyat. Kepala daerah idealnya merangkul rakyat sekaligus disiplin fiskal agar kebijakan tetap populer, efektif, dan berkelanjutan. Oleh: Silahudin Dosen FISIP Universitas Nurtanio Bandung   MENJUAL HARAPAN - KEGAGALAN Pemerintah Provinsi Jawa Barat membayar kontraktor sebesar Rp 621 miliar pada akhir tahun anggaran 2025, bukan sekadar angka di neraca keuangan. Hal ini, cermin besar yang memperlihatkan bagaimana gaya kepemimpinan populis, meski mampu membangun kedekatan ...

PEMBAJAKAN KEDAULATAN

Serangan AS ke Venezuela (Foto hasil tangkapan layar dari https://www.kbknews.id/) MENJUAL HARAPAN - Sejarah hubungan internasional , baru saja mencatat tinta hitam yang paling kelam di awal tahun 2026. Tindakan pemerintahan Donald Trump yang menginstruksikan operasi militer untuk menangkap kepala negara berdaulat di tanahnya sendiri , bukan lagi sekadar kebijakan luar negeri yang keras, melainkan sebuah anarkisme global. Apa yang terjadi di Caracas bukanlah sebuah pembebasan, melainkan "pembajakan kedaulatan" secara terang-terangan yang merobek paksa Piagam PBB dan prinsip-prinsip dasar kemanusiaan. Narasi yang dibangun Washington sangatlah klasik: penegakan hukum terhadap narko-terorisme dan perlindungan hak asasi manusia. Akan tetapi, d i balik tuduhan hukum tersebut, terdapat nafsu lama untuk mengamankan cadangan minyak terbesar di dunia. Trump tidak sedang bertindak sebagai polisi dunia, melainkan sebagai eksekutor kepentingan korporasi yang menggunakan kekuatan militer ...