Langsung ke konten utama

Manchester City Melenggang ke Final Piala Carabao Usai Kalahkan Newcastle United


Foto hasil tangkapan dari https:/id.mancity.com 

MENJUAL HARAPAN - Manchester City mengamankan tiket ke final Piala Carabao yang penuh gengsi melawan pemuncak klasemen Liga Premier, Arsenal, setelah menyingkirkan juara bertahan Newcastle dengan agregat 5-1 dalam semifinal yang berlangsung timpang.

Memasuki leg kedua dengan defisit 2-0, pasukan Eddie Howe membutuhkan keajaiban di Stadion Etihad pada Rabu malam. Namun harapan itu langsung pupus ketika Omar Marmoush mencetak gol cepat di menit keenam, mengantarkan City menuju final ke-10 mereka di ajang ini.

Menggantikan Erling Haaland, Marmoush berhasil menyelinap dan melepaskan tembakan yang mengenai pemain lawan sebelum melambung melewati Aaron Ramsdale. Sang kiper Newcastle sempat melakukan penyelamatan gemilang untuk menahan peluang Tijjani Reijnders.

Newcastle sebenarnya sempat menciptakan beberapa kesempatan, tetapi James Trafford tampil sigap dengan menggagalkan upaya Joe Willock dan Anthony Gordon. Kesempatan yang terbuang itu kemudian berbalik menjadi malapetaka, karena City segera menghukum mereka.

Marmoush menambah gol lewat sundulan jarak dekat pada menit ke-30, disusul Reijnders yang memanfaatkan bola liar sebelum turun minum, memastikan kemenangan sekaligus membuat babak kedua berjalan lebih santai bagi tuan rumah.

Anthony Elanga sempat memperkecil kedudukan di menit ke-62 lewat sepakan melengkung indah, sementara gol Harvey Barnes dianulir wasit.

Namun, hasil akhir sudah tak terbantahkan: tim Pep Guardiola memastikan langkah ke final Piala Liga yang akan digelar pada Minggu, 22 Maret di Stadion Wembley. (*_267)



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tatap Pemilu 2029, PDIP Perluas Struktur Rakernas Jadi 7 Komisi

  Foto dok. DPP PDI Perjuangan JAKARTA , MENJUAL HARAPAN   – Bertepatan dengan peringatan HUT ke-53, PDI Perjuangan resmi membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I tahun 2026 di Beach City International Stadium (BCIS), Ancol, Jakarta Utara. Rakernas kali ini tampil beda dengan membawa format organisasi yang lebih gemuk dan substansial dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, mengungkapkan bahwa forum tertinggi partai ini bukan sekadar seremoni, melainkan momentum krusial untuk melakukan evaluasi total melalui kritik dan otokritik. Hal ini dilakukan guna mempertajam arah perjuangan partai dalam menjawab berbagai persoalan bangsa yang kian kompleks. Fokus pada Persoalan Rakyat Langkah nyata dari penguatan struktur ini terlihat dari pembentukan **tujuh komisi kerja**, melonjak signifikan dari format sebelumnya yang biasanya hanya terdiri dari tiga komisi utama. “Penambahan komisi ini adalah bukti bahwa partai menaruh skala priori...

PEMBAJAKAN KEDAULATAN

Serangan AS ke Venezuela (Foto hasil tangkapan layar dari https://www.kbknews.id/) MENJUAL HARAPAN - Sejarah hubungan internasional , baru saja mencatat tinta hitam yang paling kelam di awal tahun 2026. Tindakan pemerintahan Donald Trump yang menginstruksikan operasi militer untuk menangkap kepala negara berdaulat di tanahnya sendiri , bukan lagi sekadar kebijakan luar negeri yang keras, melainkan sebuah anarkisme global. Apa yang terjadi di Caracas bukanlah sebuah pembebasan, melainkan "pembajakan kedaulatan" secara terang-terangan yang merobek paksa Piagam PBB dan prinsip-prinsip dasar kemanusiaan. Narasi yang dibangun Washington sangatlah klasik: penegakan hukum terhadap narko-terorisme dan perlindungan hak asasi manusia. Akan tetapi, d i balik tuduhan hukum tersebut, terdapat nafsu lama untuk mengamankan cadangan minyak terbesar di dunia. Trump tidak sedang bertindak sebagai polisi dunia, melainkan sebagai eksekutor kepentingan korporasi yang menggunakan kekuatan militer ...

Populisme Fiskal Vs Rasionalitas Teknis: Pelajaran dari Jawa Barat

Gedung Satu (Foto hasil tangkapan layar dari  https://koran.pikiran-rakyat.com ) K risis fiskal Jawa Barat akibat gaya kepemimpinan populis menunjukkan pentingnya keseimbangan antara populisme dan teknokratisme . P opulisme memberi legitimasi politik , dan kedekatan dengan rakyat, sementara teknokratisme menjaga rasionalitas, akuntabilitas, dan keberlanjutan kebijakan. Tanpa sintesis keduanya, populisme berisiko jatuh pada janji berlebihan tanpa realisasi, sedangkan teknokratisme murni bisa kehilangan dukungan rakyat. Kepala daerah idealnya merangkul rakyat sekaligus disiplin fiskal agar kebijakan tetap populer, efektif, dan berkelanjutan. Oleh: Silahudin Dosen FISIP Universitas Nurtanio Bandung   MENJUAL HARAPAN - KEGAGALAN Pemerintah Provinsi Jawa Barat membayar kontraktor sebesar Rp 621 miliar pada akhir tahun anggaran 2025, bukan sekadar angka di neraca keuangan. Hal ini, cermin besar yang memperlihatkan bagaimana gaya kepemimpinan populis, meski mampu membangun kedekatan ...