Langsung ke konten utama

Ganasnya Villarreal Taklukkan Espanyol di Pekan ke-23 La Liga


MENJUAL HARAPAN - Pekan ke-23 Liga Spanyol atau sering disebut juga La Liga musim 2025-2026 menyguhkan duel Villarreal lawan Espanyol.

Duel ini berlangsung digelar di Elamdrigal pada selasa dini hari WIB (10/2026).

Ganasnya tuan rumah Vilarreal sejak kick off babak pertama terus melakukan aksi menyerang dengan masif ke pertahanan Espanyol. Serangannya baru menghasilkan gol pembuka pada menit ke-35 yang dicetak oleh Georges Mikautadze.

Tidak berhenti disitu, tuan rumah Vilarreal terus menekan hingga pertahanan Espanyol kalang kabut dan membuat malapetaka pemainnya melakukan gol bunuh diri (GBD) pada menit ke-41, sehingga membawa keunggulan lagi bagi Villarreal menjadi 2-0.

Kedudkan 2-0 bangi keunggulan tuan rumah, tidak alami perubahan hingga turun minum.

Tim papan atas dan tengah ini usai jeda, terus berusaha meningkatkan volume serangannya. Utamanya tuan rumah yang sudah unggul lebih dahulu tidak memberikan keleluasaan pada pemain-pemain Espanyol untuk mengembangkan permaianannya.

Aransemen serangan tuan rumah kembali membuahkan gol di menit ke-50 lewat tendangan Nicolas Pepe, dan lima menit kemudian (55’) Alberto Noleiro menambahkan keunggulan Vilarreal menjadi 4-0.

Jauh tertinggal Espanyol tampak tidak putus asa terus beursaha membalas kebobolan gawangnya, dan usaha serangannya baru berhasil membobol gawang kiper Vilarreal lewat tendangan Leandro Cabrera pada menit ke-88.

Kedudukan gol pun berubah menjadi 4-1 di detik-detik waktu normal berakhir.

Namun, tentu ini menjadi kecewa bagi Espanyol hanya mampu menusukkan si kulit bundar ke gawang kiper tuan rumah di akhir waktu pertandingan, dan pertandingan pun berakhir.

Velarreal kini berada di posisi ke-4 dengan mengoleksi 45 poin pada klasemen La Liga 2025-2026 pekan ke-23. sedangkan Espanyol berada di posisi ke-4 klasemen dengan mengoleksi 34 poin. (S_267)


Komentar

Postingan populer dari blog ini

PEMBAJAKAN KEDAULATAN

Serangan AS ke Venezuela (Foto hasil tangkapan layar dari https://www.kbknews.id/) MENJUAL HARAPAN - Sejarah hubungan internasional , baru saja mencatat tinta hitam yang paling kelam di awal tahun 2026. Tindakan pemerintahan Donald Trump yang menginstruksikan operasi militer untuk menangkap kepala negara berdaulat di tanahnya sendiri , bukan lagi sekadar kebijakan luar negeri yang keras, melainkan sebuah anarkisme global. Apa yang terjadi di Caracas bukanlah sebuah pembebasan, melainkan "pembajakan kedaulatan" secara terang-terangan yang merobek paksa Piagam PBB dan prinsip-prinsip dasar kemanusiaan. Narasi yang dibangun Washington sangatlah klasik: penegakan hukum terhadap narko-terorisme dan perlindungan hak asasi manusia. Akan tetapi, d i balik tuduhan hukum tersebut, terdapat nafsu lama untuk mengamankan cadangan minyak terbesar di dunia. Trump tidak sedang bertindak sebagai polisi dunia, melainkan sebagai eksekutor kepentingan korporasi yang menggunakan kekuatan militer ...

Tatap Pemilu 2029, PDIP Perluas Struktur Rakernas Jadi 7 Komisi

  Foto dok. DPP PDI Perjuangan JAKARTA , MENJUAL HARAPAN   – Bertepatan dengan peringatan HUT ke-53, PDI Perjuangan resmi membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I tahun 2026 di Beach City International Stadium (BCIS), Ancol, Jakarta Utara. Rakernas kali ini tampil beda dengan membawa format organisasi yang lebih gemuk dan substansial dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, mengungkapkan bahwa forum tertinggi partai ini bukan sekadar seremoni, melainkan momentum krusial untuk melakukan evaluasi total melalui kritik dan otokritik. Hal ini dilakukan guna mempertajam arah perjuangan partai dalam menjawab berbagai persoalan bangsa yang kian kompleks. Fokus pada Persoalan Rakyat Langkah nyata dari penguatan struktur ini terlihat dari pembentukan **tujuh komisi kerja**, melonjak signifikan dari format sebelumnya yang biasanya hanya terdiri dari tiga komisi utama. “Penambahan komisi ini adalah bukti bahwa partai menaruh skala priori...

Populisme Fiskal Vs Rasionalitas Teknis: Pelajaran dari Jawa Barat

Gedung Satu (Foto hasil tangkapan layar dari  https://koran.pikiran-rakyat.com ) K risis fiskal Jawa Barat akibat gaya kepemimpinan populis menunjukkan pentingnya keseimbangan antara populisme dan teknokratisme . P opulisme memberi legitimasi politik , dan kedekatan dengan rakyat, sementara teknokratisme menjaga rasionalitas, akuntabilitas, dan keberlanjutan kebijakan. Tanpa sintesis keduanya, populisme berisiko jatuh pada janji berlebihan tanpa realisasi, sedangkan teknokratisme murni bisa kehilangan dukungan rakyat. Kepala daerah idealnya merangkul rakyat sekaligus disiplin fiskal agar kebijakan tetap populer, efektif, dan berkelanjutan. Oleh: Silahudin Dosen FISIP Universitas Nurtanio Bandung   MENJUAL HARAPAN - KEGAGALAN Pemerintah Provinsi Jawa Barat membayar kontraktor sebesar Rp 621 miliar pada akhir tahun anggaran 2025, bukan sekadar angka di neraca keuangan. Hal ini, cermin besar yang memperlihatkan bagaimana gaya kepemimpinan populis, meski mampu membangun kedekatan ...