Langsung ke konten utama

Bayern Munchen Mengamuk di Allianz Arena, Puncak Klasemen Makin Dingin!

MENJUAL HARAPAN  – Pekan ke-21 Bundesliga musim 2025-2026 menjadi panggung pembuktian bagi sang raksasa, Bayern Munchen. Menjamu Hoffenheim yang notabene penghuni papan atas, Die Roten justru tampil tanpa ampun dan menutup laga dengan skor telak 5-1.

Pesta Gol di Allianz Arena

Laga baru berjalan 20 menit ketika Harry Kane membuka keran gol lewat titik putih. Meski sempat dikejutkan oleh gol balasan Andrej Kramaric di menit ke-35, Bayern segera merespons dengan mental juara.

Kane kembali mencatatkan namanya di papan skor melalui penalti kedua tepat di penghujung babak pertama (45’). Seolah tak puas, Luis Diaz tampil sebagai bintang utama di sisa laga. Pemain lincah ini mencetak hattrick spektakuler (45+2’, 62’, 89’) yang membuat lini pertahanan Hoffenheim kocar-kacir.

Dengan hasil ini, Bayern Munchen semakin kokoh di puncak klasemen dengan 54 poin, unggul jauh dari Hoffenheim yang tertahan di posisi ke-3 dengan 42 poin.

Leipzig Curi Poin di Markas Koln

Di laga lainnya, RB Leipzig berhasil mengamankan poin penuh saat bertandang ke markas FC Koln. Duel sengit ini berakhir dengan skor 2-1 untuk kemenangan tim tamu.

Pencetak Gol Leipzig: Christoph Baumgartner (29’) dan gol penentu di menit ke-56.

Pencetak Gol Koln: Jan Thielmann sempat memberi harapan bagi tuan rumah di menit ke-51.

Kemenangan ini membawa Leipzig merangsek ke urutan ke-4 dengan 39 poin, sementara Koln harus puas tertahan di posisi ke-10 dengan koleksi 23 poin.

Derby Papan Tengah: Gladbach dan Leverkusen Berbagi Angka

Sementara itu, laga antara Borussia Monchengladbach melawan Bayer Leverkusen berakhir tanpa pemenang. Kedua tim harus puas berbagi satu poin setelah bermain imbang 1-1.

Hasil ini membuat Leverkusen masih tertahan di posisi ke-6 klasemen dengan 36 poin, sedangkan Gladbach berada di peringkat ke-12 dengan raihan 22 poin.


Rekap Klasemen Pekan ke-21:

KLUB

POSISI

POIN

Bayern Munchen

1

54

Hoffenheim

3

42

RB Leipzig

4

39

Bayer Leverkusen

6

36

FC Koln

10

23

M'gladbach

12

22

 

(S_267)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PEMBAJAKAN KEDAULATAN

Serangan AS ke Venezuela (Foto hasil tangkapan layar dari https://www.kbknews.id/) MENJUAL HARAPAN - Sejarah hubungan internasional , baru saja mencatat tinta hitam yang paling kelam di awal tahun 2026. Tindakan pemerintahan Donald Trump yang menginstruksikan operasi militer untuk menangkap kepala negara berdaulat di tanahnya sendiri , bukan lagi sekadar kebijakan luar negeri yang keras, melainkan sebuah anarkisme global. Apa yang terjadi di Caracas bukanlah sebuah pembebasan, melainkan "pembajakan kedaulatan" secara terang-terangan yang merobek paksa Piagam PBB dan prinsip-prinsip dasar kemanusiaan. Narasi yang dibangun Washington sangatlah klasik: penegakan hukum terhadap narko-terorisme dan perlindungan hak asasi manusia. Akan tetapi, d i balik tuduhan hukum tersebut, terdapat nafsu lama untuk mengamankan cadangan minyak terbesar di dunia. Trump tidak sedang bertindak sebagai polisi dunia, melainkan sebagai eksekutor kepentingan korporasi yang menggunakan kekuatan militer ...

Tatap Pemilu 2029, PDIP Perluas Struktur Rakernas Jadi 7 Komisi

  Foto dok. DPP PDI Perjuangan JAKARTA , MENJUAL HARAPAN   – Bertepatan dengan peringatan HUT ke-53, PDI Perjuangan resmi membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I tahun 2026 di Beach City International Stadium (BCIS), Ancol, Jakarta Utara. Rakernas kali ini tampil beda dengan membawa format organisasi yang lebih gemuk dan substansial dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, mengungkapkan bahwa forum tertinggi partai ini bukan sekadar seremoni, melainkan momentum krusial untuk melakukan evaluasi total melalui kritik dan otokritik. Hal ini dilakukan guna mempertajam arah perjuangan partai dalam menjawab berbagai persoalan bangsa yang kian kompleks. Fokus pada Persoalan Rakyat Langkah nyata dari penguatan struktur ini terlihat dari pembentukan **tujuh komisi kerja**, melonjak signifikan dari format sebelumnya yang biasanya hanya terdiri dari tiga komisi utama. “Penambahan komisi ini adalah bukti bahwa partai menaruh skala priori...

Populisme Fiskal Vs Rasionalitas Teknis: Pelajaran dari Jawa Barat

Gedung Satu (Foto hasil tangkapan layar dari  https://koran.pikiran-rakyat.com ) K risis fiskal Jawa Barat akibat gaya kepemimpinan populis menunjukkan pentingnya keseimbangan antara populisme dan teknokratisme . P opulisme memberi legitimasi politik , dan kedekatan dengan rakyat, sementara teknokratisme menjaga rasionalitas, akuntabilitas, dan keberlanjutan kebijakan. Tanpa sintesis keduanya, populisme berisiko jatuh pada janji berlebihan tanpa realisasi, sedangkan teknokratisme murni bisa kehilangan dukungan rakyat. Kepala daerah idealnya merangkul rakyat sekaligus disiplin fiskal agar kebijakan tetap populer, efektif, dan berkelanjutan. Oleh: Silahudin Dosen FISIP Universitas Nurtanio Bandung   MENJUAL HARAPAN - KEGAGALAN Pemerintah Provinsi Jawa Barat membayar kontraktor sebesar Rp 621 miliar pada akhir tahun anggaran 2025, bukan sekadar angka di neraca keuangan. Hal ini, cermin besar yang memperlihatkan bagaimana gaya kepemimpinan populis, meski mampu membangun kedekatan ...