Langsung ke konten utama

Fulham Raih Kemenangan Lawan Chelsea, Crystal Vs Aston Villa dan Burnley Vs Man United Berbagi Poin

MENJUAL HARAPAN Dua papan tengah Premier League musim 2025-2026 pekan ke-21, Fulham berhadapan dengan Chelsea.

Duel kedua tim ini berlangsung digelar di Craven Cottage, Kamis dini hari WIB (8/1/2026).

Fulham versus Chelsea berakhir dimenangkan oleh tuan rumah Fulham dengan skor gol 2-1.

Gol pertama Fulham terjadi di menit ke-55 babak kedua lewat Raul Jimenez, namun pada menit ke-72 Liam Delap berhasil menyamakan kedudukan gol untuk Chelsea, sehingga menjadi 1-1.

Dual kedua kesebelasan usai sama kedudukan gol, makin sengit perlawanan saling menyerang dan menekan pertahanan lawannya, kendati masih belum berhasil membuahkan gol.

Serangan demi serangan yang diperagakan oleh para pemain tuan rumah Fulham terus menggempur pertahanan Chelsea, sehingga pada menit ke-81 Harry Wilson berhaisl membobol gawang kiper Chelsea.

Fulham unggul 2-1 dari Chelsea ini, tidak terbalas lagi oleh Chelsea.

Jalannya pertandingan memenag sejak babak pertama yang hingga turun minum tidak ada gol, namun diwarnai kartu merah terhadap pemain Chelsea, yaitu Marc Currella pada menit ke-22.

Tentu kehilangan pemain bagi Chelsea di babak pertama menjadi tantangan tersendiri dalam duel dengan Fulham.

Pertandingan babak kedua yang menghasilkan dua gol untuk tuan rumah, dan satu gol untuk Chelsea berakhir.

Hasil tiga poin bagi Fulham, kini menduduki posisi ke-9 dengan 31 poin, sama dengan Chelsea meraih 31 poin dan berada di urutan ke-8 pada klasemen Liga Inggris pekan ke-21 ini.

Pertandingan lainnya, Crystal Palace berhadapan dengan Aston Villa berlangusng digelar di Selhurt Park, London, Kamis dini hari WIB (8/1/2026).

Crystal Palace sebagai tuan rumah tidak mampu mengalahkan Aston Villa hingga pertandingan berakhir.

Hasil berbagi poin ini, Crystal Palace berada di urutan ke-13 dengan mengoleksi 28 poin, sedangkan Aston Villa bertengger di posisi ke-3 dengan mengoleksi 43 poin klasemen Premier League 2025/2026 di pekan ke-21.

Di hari yang sama, Burnley menjamu Manchester United yang digelar di Turf Moord, Kamis dini hari WIB (8/1/20260.

Babak pertama berjalan dengan permainan langsung meninggi dengan serangan, utamanya yang diperagakan tuan rumah Burnley, sehingga pertahanan Manchester United tertekan dan pemainnya malakukan gol bunuh diri (GBD) pada menit ke-13, dan membawa keunggulan sementara tuan rumah Burnley 1-0.

Usai melakukan gol bunuh diri, Manchester United berusaha menyamakan gol dengan aksi-aksi serangan yang mengancam tuan rumah, namun pertandingan hingga berakhir di babak pertama tidak berubah.

Usai istirahat, kedua kesebelasan kembali ke lapangan, Manchester United yang tertinggal 0-1 dari tuan rumah terus tancap gan mengancam pertahanan Burnley.

Ancaman demi ancaman dari pemain Manchester United ke pertahanan Burnley, dan pertahanan Burnley pun goyah, sehingga menit ke-50 Benjamin Sesko berhasil menggetarkan gawang kiper tuan rumah, dan kedudukan menjadi sama 1-1.

Kemudian, sepuluh menit berikutnya (60’) Benjamin Sesko berhaisl merobek penjaga gawang Burnley, sehingga keunggulan sementara berbalik menjadi milik Manchester United dengan gol 2-1.

Tertinggal 1-2 dari Manchester Unted, Burnley berusaha keras dengan meningkat akselerasi serangan dari bebragai lini, sehingga pada menit ke-66 berhasil menggoyangkan gawang kiper Mancheter United yang dicetako leh Jaidon Anthony, dan kedudukan gol pun sama 2-2.

Posisi sama gol, kedua kesebelasan terus menerus menekan dan mengancam pertahanan lawannya, akan tetapi, hingga pertandingan berakhir tidak ada perubahan gol lagi.

Hasil berbagi poin ini, Burnley kini berada di posisi ke-19 dengan mengoleksi 13 poin, sedangkan Manchester United sendiri berada di urutan ke-7 dengan 32 poin. (S_267)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hegemoni Ekologis

Oleh Silahudin MENJUAL HARAPAN -  RETORITKA pembangunan berkelanjutan, dan jargon hijau tampak kian populer di ruang-ruang kebijakan, akan tetapi, di balik itu juga tersembunyi satu paradoks besar, yaitu alam terus mengalami kerusakan struktural, walau keberlanjutannya digembar-gemborkan.  Pergulatan hidup kita, dalam realitasnya dikonstruksi oleh bahasa, dan narasi yang seolah peduli terhadap lingkungan, namun, secara praksis terus-menerus melegitimasi eksploitasi. Pada titik simpul inilah, letak hegemoni ekologis, bukan hanya dominasi atas alam, tetapi juga dominasi atas cara berpikir tentang alam. Memang, hegemonis ekologis bekerja secara halus melalui wacana yang kita anggap netral, seperti istilah "pemanfaatan sumber daya", "optimalisasi kawasan", atau "efisiensi energi", dan lain sejenisnya. Dalam tataran kerangka tersebut, alam dikonstruksi sebagai objek pasif yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan manusia. Kepentingan ekonomi diselubungi bahasa sa...

Pekan ke-19 Premier League: Chelsea Vs Bournemouth, West Ham Lawan Brighton, dan MU Vs Wolves, Hasilnya Imbang

  MENJUAL HARAPAN - Pekan ke-19 Premier League atau Liga Inggris musim 2025-2026 menyuguhkan pertandingan lanjutan di antaranya Chelsea berhadapan dengan Bourneout, Manchester United versus Wolves, dan West Ham lawan Brighton. Chelsea Vs Bournemouth T uan rumah Chelsea kontra Bournemouth berakhir imbang dengan skor gol akhir 2-2. B ertanding langsung digelar di di Stadion Stamford Bridge, London,  Rabu dini hari WIB   (31/12/2025) , tuan rumah Chelsea kebobolah lebih dahulu di menit ke-6, dimana David Brooks menggetarkan gawang kiper Chelsea. S embilan menit kemudian (15’), Chelsea berhasil membalasnya lewat tendangan penalti Cole Palmer, sehingga kedudkan menjadi 1-1. D uel babak pertama kedua tim ini sungguh sangat menengangkan, adu serang tiada henti mengancam pertahanan dan gawang kiper maisng-masing. A ksi serangan terus terujadid, utamanya tuan yang tidak mau kehilangan poin, terus menekan, sehingga pada menit ke-23, Enzo Fernandez berhasil mencetak gol ke gawang ki...

Ulasan Matchday Keenam Liga Eropa 2025/2026

MENJUAL HARAPAN - PEKAN keenam Liga Eropa musim 2025/2026 menutup babak penyisihan grup dengan drama yang tak kalah dari panggung utama Liga Champions. Malam penuh intensitas itu menghadirkan kejutan, kepastian, dan tragedi bagi tim-tim yang gagal memanfaatkan momentum terakhir. Dari Glasgow hingga Lyon, dari Porto hingga Basel, setiap stadion menjadi panggung cerita yang akan dikenang sepanjang musim. Celtic Park yang biasanya bergemuruh justru menjadi saksi bisu keperkasaan AS Roma. Tim Serigala Ibukota tampil dingin dan klinis, menggilas Celtic dengan skor telak 0-3. Roma menunjukkan kedewasaan taktik, seakan ingin menegaskan bahwa mereka bukan sekadar penggembira di kompetisi ini. Celtic, yang sempat berharap pada dukungan publik Skotlandia, justru terlihat kehilangan arah sejak menit awal. Di Bucharest, drama sesungguhnya terjadi. FCSB menjamu Feyenoord dalam duel yang berakhir dengan skor gila: 4-3. Pertandingan ini layak disebut sebagai pesta gol yang penuh emosi. FCSB, dengan d...